didin's posts with tag: kerjaan
Semester lalu saya menjadi dosen luar biasa disebuah universitas swasta yang tertua di Bandung. Disebut dosen luar biasa karena bukan dosen atau pegawai tetap universitas tersebut. Saya mengajar mata kuliah ke-Informatika-an. Memang benar seperti banyak rumor tentang gaji dosen di negeri ini, kalau nerima slip gaji teh meni ngelus dada, keciiilll banged hi hi hi  bisa-bisa memang habis buat bensin, karena jarak kampus yang cukup jauh dari rumah, dari ujung ke ujung. Tetapi sekalinya berada dikelas, saya merasa sangat terlibat dengan mahasiswa. Saya bisa memberikan bab demi bab materi perkuliahan, sekaligus menanamkan berbagai wacana, menyiapkan jembatan korelasi mata kuliah mereka dengan praktek dunia nyata, agar setidaknya mahasiswa mendapat peta. Dan tentu saja, sebagaimana mata kuliah ke-IF-an dulu di ITB, saya memberikan tugas besar berkelompok, untuk memberikan kesempatan mahasiswa menambah keahlian di bidangnya. Walaupun resikonya nambah kerjaan mengoreksi tugas mahasiswa. Cukup terkejut sewaktu memeriksa berkas ujian akhir semester (UAS), seorang mahasiswa memberikan pesan pendek di akhir lembar jawabannya: Butuh nilai lulus, karena ingin 0 SKS. Agar TA nya lancar. Mohon maklum adanya karena keterbatasan waktu & biaya Makasih Bu. TTD Pertama kali yang terlintas di benak adalah, waduh ini mahasiswa main-main dengan mata kuliah saya. Enak aja gitu loh... Kemudian berangsur-angsur, seperti slide presentasi, banyak hal berkelebatan. Mulai dari masa-masa kuliah, lingkungan yang akademis, temen-temen yang intelek, forum-forum pembicaraan & diskusi yang ramai dan penuh antusiasme. Kuliah yang cukup membayar sekali di awal semester, dengan biaya yang terhitung terjangkau kala itu, karena perguruan tinggi negeri. Ah teman-temanku.. kalian sungguh beruntung! jago-jago, punya akses lebih terhadap banyak hal, hayoooo mana tanggung jawabnya, kontribusi dong kontribusi.. Sementara, mahasiswa swasta ini, membayar cukup mahal, secara umum juga kapasitas inputan kurang dari mahasiswa perguruan tinggi negeri, kadang menghadapi kuliah juga cukup kesulitan, akibatnya lama juga waktu kuliahnya, nanti kalau IPK nya tidak begitu tinggi, semakin kecillah daya saingnya sehingga terbataslah kesempatan kerjanya. Ternyata, apa yang saya alami ini, dialami pula oleh mairodi, temen kuliah abah, yang kebetulan untuk kepentingan memulai bisnisnya, dia sering bertandang ke rumah. Mairodi ini adalah MR.A di jurusan Teknik Fisika ITB angkatan 98, setiap semester IPK nya diatas 3,5. Mai juga menjadi dosen luar biasa di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Mengajar mata kuliah yang cukup horor, yaitu Kalkulus II, Mekanika dan Kontrol. Pilu juga hatinya, karena lingkungan akademis yang memang cukup berbeda dari kampusnya kuliah dulu. Bab integral dan diferensial saja begitu sulit diterima mahasiswanya. Nilai-nilai ujian juga cukup rendah, sehingga mairodi mengambil inisiatif kebijakan menggunakan sebaran rata-rata statistik dalam memberikan nilai akhir. Sebab jika memakai standar absolut misalnya >75 = A, maka tentu hampir-hampir tidak ada yang memperoleh A, hampir-hampir pula lebih separoh mahasiswanya tidak lulus mata kuliah. Mai mempertimbangkan betapa tingginya biaya kuliah mahasiswa swasta, kasihan pula jika tak lulus-lulus. Mai juga lebih banyak memotivasi mahasiswanya di setiap perkuliahan, ditanya masing-masing, apa orientasi hidupnya, apa tujuan kuliahnya, kemana langkahnya setelah kuliah. Kemudian dipesankannya, kalau mau nilai tinggi di kuliah, belajarlah baik-baik, kalau mau bisnis, bisnis yang betul. Ah mai, bijak juga kau rupanya... Kembali ke mahasiswa saya diatas, saya menjadi maklum dengan keadannya, tetapi tetap saya harus berusaha bersikap adil, karena ada sekian puluh mahasiswa lain dikelasnya, yang tentu mempunyai usaha dan kapasitas berbeda-beda. Untuk nilai akhir, saya kompilasikan nilai tugas, UTS, dan UAS, kemudian ditarik rata-rata kelas, dan kemudian daftar nilai akhir dapat dibuat. Akhirnya mahasiswa penulis pesan tersebut lulus, dengan nilai C. Dan saya pun berpikir untuk tidak menindaklanjuti pesan pendeknya. Kali lain, kalau di calling lagi menjadi dosen luar biasa, dan waktunya memungkinkan, tentu saya bersedia.... ada banyak hal yang ingin dilakukan lagi disana.
Kemajuan teknologi digital termasuk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berlangsung begitu cepatnya. Dari segi perangkat lunak maupun perangkat kerasnya, seolah-olah sebentar-sebentar selalu saja ada yang baru. Salah satunya teknologi telepon genggam yang semakin mengakomodasi berbagai kebutuhan dan gaya hidup, dari yang seneng bermusik, berkirim video, sampai admin jaringan, dapat memanfaatkan telepon genggam untuk menjalankan aktifitasnya. Teknologi perangkat kerasnya sangat mendukung, semakin cepat, semakin besar kapasitas, dan semakin murah. Tetapi layanan yang jalan diatas teknologi tersebut masih kurang bervariasi, ibarat jalan tol, tetapi yang lewat diatasnya masih becak, bemo, bajaj.. Layanan yang menggunakan SMS cukup banyak diiklankan, berbagai perusahaan Content Provider (CP) menawarkan berbagai layanan baik informasi religi, hiburan, quiz, musik hingga konten aneh-aneh yang justeru membanjiri layanan informasi SMS. CP berduit yang mampu bikin iklan di TV banyak mengiklankan layanan SMS ramal meramal, gosip Menggosip, quiz meng quiz, bentuknya macam-macam, dari mulai Ki dukun ini sampai Ki ramal itu yang meramalkan nomor handphone, tanggal lahir, peruntungan, cukup mengerikan. Ada pula quiz-quiz yang menawarkan hadiah-hadiah menggiurkan, dengan pertanyaan-pertanyaan konyol, aroma perjudian kental disini. Boleh percaya boleh tidak, layanan SMS sekonyol apapun, ada pasarnya, ada peminatnya. Dari sekian puluh juta pelanggan operator selular, selalu ada sekian nol koma nol sekian persen pasar layanan SMS tersebut. Itu sebabnya banyak CP membuat berbagai layanan, kalau satu layanan sekian puluh ribu pelanggan SMS harian, maka kalau sekian layanan maka sekian kali sekian puluh ribu pelanggan SMS harian untuk satu perusahaan CP. Apalagi dengan tarif premium seribu atau dua ribu rupiah, maka keuntungan CP tersebut setelah dipotong bagi hasil dengan operator seluler atau pihak ketiga, jika diakumulasi akan signifikan. Makanya yang bermodal ga sayang iklan jor-joran di TV, atau bikin kuis-kuis dengan ikon artis-artis. Tetapi semakin lama, banjir layanan konten SMS takhyul dan gosip dan semacamnya akan menjadi antiklimaks bisnis konten itu sendiri. Orang jadi jengah, publik memberi apresiasi buruk terhadap layanan konten SMS, apalagi sering dikomplain CP tidak memberikan informasi UNREG atau berhenti langganan konten SMS dengan lebih jelas atau lebih baik. Beberapa layanan konten SMS menawarkan langganan berita, tips ekonomi, keuangan, hadist, doa, dsj. Dan Halal Guide juga memiliki layanan konten SMS, ketik REG HG kirim ke 2425, berhenti ketik UNREG HG kirim ke 2425. Pelanggan SMS Halal Guide saat ini kurang lebih 20.000 membership. Tantangan buat Halal Guide apakah mampu memberikan layanan lebih baik, menjaring pelanggan lebih banyak di tengah persaingan bisnis konten, ataukah Halal Guide punya terobosan baru baik dari segi layanannya maupun media layanannya ? Plan : Content Provider for Corporate ----...... pangkalnya jauh ujungnya belum tiba (lyric Sekeping Hati)......----
Dalam sebulan saja, di Jakarta diberitakan lima orang meninggal dalam kecelakaan, kebanyakan sepeda motor, akibat jalan rusak atau berlubang. Kejadian naas berlangsung malam hari. Bagaimana tidak, jalanan rusak atau lubang bukan kecil saja, bisa sampai setengah lebar jalan. Apalagi jika hujan turun menggenang, maka lubang-lubang itu tak kelihatan. Jadi berkendaralah pelan-pelan. Namun ada kejadian juga, ketimpuk sama kendaraan atau motor lain yang sedang menghindari lubang.
Di Bandung demikian juga, musim penghujan yang terus berlangsung, memperparah jalanan yang telah rusak. Di TV lokal Jabar, juga diberitakan perihal jalan-jalan rusak ini. Beberapa jalan rusak atau berlubang yang pernah saya lewati adalah : Jalan masuk/keluar Cijambe (sepertinya baru ditambal kerikil-aspal), jalan di Dago Asri (ini parah polll padahal di depan rumah-rumah elitE), jalan Pungkur (katanya sampai ada yang meninggal), jalan masuk komplek-komplek Rancaekek (hati-hati ketika hujan, lubang tidak keliatan sama sekali), jalan Raya Cileunyi (ini jalan provinsi banyak kendaraan besar bis, truk antar kota, antar provinsi).
Nah, yang terakhir ini, di jalan Raya Cileunyi, hari Jum'at lalu saya dan abah ke Rancaekek dalam urusan ABRING, sekaligus juga silaturahmi ke rumah Mang (paman) abah. Mang yang satu ini keliatan 'dalam' pemikirannya, sepertinya cucokk berbagi berbagai hal dengan abah. Banyak hal kami dapatkan dalam obrolan, setelah urusan kripik dengan istrinya mang, kami pun pulang. Sudah pukul lima sore, lebih mungkin, hari kian gelap saja diliputi awan tebal pertanda hendak hujan.
Baru saja kita berjalan, hujan telah turun, cukup deras. Bergegas abah membungkus tasnya dengan jas hujan, karena ada Laptop barunya di tas itu. Tumben apik, katanya leubar laptop baru, mau dipake modal sekolah lagi, jadi kudu apik, ntar kalau laptopnya sudah lama akan keluar juga kebiasaannya, acuh.
Jalanan keluar komplek Rancaekek kencana bukan main.. bukan main rusaknya. Kami harus berkendara amat pelan, jalanan tergenang banjir sekitar 30-50 sentimeter, tak bisa keliatan lubang, akhirnya kami lolos ke jalan raya Cileunyi. Mampir sekejap membeli tahu sumedang, alhamdulillah menghangatkan perjalanan.
Hari menjelang malam, ditambah guyuran hujan, kendaraan-kendaraan berjalan lambat, cukup macet karena hujan dan air tergenang kurang lebih setengah meter. Dalam genangan, motor kerasa terganjal batu, oleng dan terjatuh ke kiri. Di tengah jalan dan genangan air, abah segera membetulkan posisi diri, saya nyebrang minggir ke jalan, tetapi motor tidak bisa di stater. Dalam keadaan lalu lintas padat, abah membawa motor agar bisa ke pinggir jalan yang tidak mengganggu pengendara lain. Kurang lebih 25 meter berjalan, kita menemukan tempat untuk nge-slag jalan lagi.
Alhamdulillah kita baik-baik saja dan tidak membuat kemacetan lalu lintas. Kepada otoritas, tolong diperhatkan jalanan rusak dan berlubang. Akan semakin rusak di musim hujan, jika tak segera dibetulkan.
Memang kudunya belajar kreatif memutar dagangan. ABRING Chips cuci gudang Ahad, 4 mei kemarin. Agar produknya tidak tersimpan di gudang dalam waktu lama (kalau begini kualitas bisa turun), dan sekalian sosialisasi makanan jenis 'baru'. Produk yang di-cuci gudang adalah kripik-kripik gurih, 4 item yaitu kripik ceker, paru, belut dan usus.
Kita jualan di Gasibu. Sekalian belajar, meskipun owner sebaiknya Go to the Detail. Bagi yang tidak tinggal di Bandung, Gasibu adalah lapangan, di depan gedung Gubernuran atau gedung Sate. Hari minggu biasanya dipakai joging,atau olahraga keluarga. Sekalian pula ratusan (atau bahkan ribuan) pedagang membuka lapak-lapak kecil atau besar menjajakan aneka barang dan makanan. Saling bersimbiosis, yang berolahraga merupakan pasar, sekaligus pedagang mempunyai daya tarik tersendiri, sehingga yang tak berniat olah raga pun tertarik datang untuk wisata belanja. Semakin menambah ramai saja.
Tidak banyak yang kita bawa, 70 pcs. Setelah shubuh, jam 5 pagi saya dan abah berangkat ke Gasibu, dengan membawa dua ero (tempat dari plastik yang seperti tempat naruh baju kering). Sesampai disana pedagang sedang menata barang dagangannya, belum begitu ramai. Saya mengambil tempat di depan gedung Telkom, di tengah-tengah jalan yang kira-kira kosong. Naruh kripik dalam dua ero. Sebelah kanan saya telah ada pedagang jilbab, sebelah kiri masih kosong, kemudian datang pedagang jilbab pula membawa dagangan dalam jumlah besar. Sekalian pula menjual dompet dan semacamnya. Di depan saya penjual sepatu, di belakang saya penjual bubur ayam. Sesudah kurang lebih 30 menit disana, datanglah 'bos' nya tempat tersebut, atau premannya, atau semacam itu. Rupanya pedangan di sebelah kiri kami protes karena tempat yg saya dudukin adalah 'tempat mereka' ^_^ Bang preman kemudian menyuruh kami mencari tempat lain, saya bilang, tempat ini sudah di kapling ya.. kok ga dari tadi saya dibilangin.. kata bang preman dia lagi sibuk diatas tadi. Memang berlaku 'konvensi' di tempat yang ramai seperti ini, jadi jangan main duduk aja he..he.. kecuali kalau tempatnya paling ujung atau tidak terlalu ramai. Tidak ada dasar hukumnya, hanya semacam pengertian tidak tertulis tentang siapa-siapa yang sudah 'terdaftar' dagang di tempat tersebut. Makanya ada raja rimbanya kan, tiap blok ada bang premannya ^_^
Alhamdulillah, pedagang asesoris yang baru datang di sebelah kanan kami berbaik hati, mempersilahkan kami di belakangnya, karena melihat juga bawaan kita cukup ringkas, tidak banyak. Akhirnya kami mendapat tempat, bersebelahan dengan tukang boneka, dan datang pula tukang cowet batu jauh dari Cipatat.
Dari sejak kami tiba sekitar pukul 5.15 hingga jam 7 pagi belum satupun dagangan terjual. Belum ada pula yang singgah di lapak kami. Kami tawarkan Ceker, baru di Bandung, tanpa tulang, rangu.. ceker, belut, paru, usus, bayah bayah.. Datang seorang nenek dan cucunya, bertanya, pergi.. datang pula ibu-ibu, bertanya pergi lagi..
Bang asesoris di belakang kami bertanya, apa tak ada tulisan yang menjelaskan dagangannya (maksudnya meni teriak-teriak dari tadi :D). Ada bang, itu dibawah, sekalian biar rame saja, begitu jawab saya. Bang asesoris bilang juga, kalau jual makanan yang sensasional (ga biasa maksudnya) bagus di Gasibu, orang suka tertarik, kayak dagangan ceker yang kita bawa ini. Mudah-mudahan ya Bang, Amiin...
Jam 8 semakin rame saja pengunjung berdatangan. Seorang Bapak menoleh ke lapak kami, memilih, pecah telor deh, beli 1 pcs ceker, 1 pcs paru, 1 pcs belut. Alhamdulillah. Datang lagi seorang Aa, 1 pcs belut. Kalau sudah begini jadi semangat, tambah dinaikin volume suaranya.. ceker..ceker, baru di Bandung, tanpa tulang, rangu.. belut paru usus bayah..bayah..
Datang lagi pembeli, datang lagi terus begitu.. hingga jam 8.30 datang keluarga (berlogat Minang), bertanya, milih, minta dikurangan harga lagi, kurangan lagi :D Dan akhirnya memborong 25 pcs kripik ABRING. Alhamdulillah..
Segera abah meminta saya berkemas kita pulang, padahal masih ada beberapa pcs lagi bayah, pengennya saya dihabiskan saja. Tetapi kata abah waktunya mepet, karena kita harus segera nganter katering rantangan. Kasian kan pelanggannya kalau nungguin sembari lapar.Di Gasibu sedikit sekali dikutip 'biaya', 2000 untuk parkir, 1000 ditarik oleh bang preman, 1000 ditarik oleh bank preman pula mungkin, tapi pakai karcis.
Terharu, meni terasa pisan, ...dan Dia berikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.. min haitsu laa yahtasib (At-Talaq:3) Dahulu, ketika bekerja di perusahaan, kurang 'ngeh' dengan ayat tersebut (serasa kurang syukur). Sekarang ketika belajar berdagang, meni kerasa pisan.. siapa pula yang melangkahkan kaki orang-orang itu membeli dagangan kita. Siapa pula yang menghantarkan orang-orang itu order.
========
Tips buat Reseller ABRING : - berdasarkan pengalaman, segmen paling kena adalah pekerja kantoran, tentu bisa diperluas lagi - kalau mau memperendah harga jual, salah satu caranya adalah memperkecil ukuran/porsinya - karena produknya unik, maka nilai keunikannya bisa disebutkan/diangkat
Siapa lagi yang daftar jadi Reselle ABRING ? kontak 0888-603-4082 email didinkaem@gmail.com
Untuk memperluas & memperbanyak akses mendapatkan produk-produk ABRING Chips, kami membuka peluang menjadi reseller produk ABRING. Melayani dalam dan luar negeri, partai besar, ekspor & eceran.
Produk Kripik Buah-buahan: Kripik nangka, mangga, nanas,rambutan, salak, apel, semangka, dll Pengolahan dengan Vacuum Fryer, tidak memakai minyak. Kemasan : 100 gram, 200 gram, 250 gram, atau sesuai permintaan Pembungkus: Aluminium Foil Kadaluarsa : 1 tahun
Aneka kripik gurih kualitas tinggi Kripik ceker, paru, belut, lele, usus, gendar, kentang, afghan pedes dll Kemasan : 100 gram, 200 gram, 250 gram, atau sesuai permintaan Pembungkus: Plastik 6 mm Kadaluarsa : 3-4 bulan
Abon Sapi Super rasa manis, pedes Abon Lele Super manis, pedes, bawang Kemasan : 100 gram, 200 gram, 250 gram, atau sesuai permintaan Pembukus : Plastik dobel 6 mm, keler/toples Kadaluarsa : 5-6 bulan
Kontak:0888-603-4082 email: didinkaem@gmail.com Yahoo ID: didinkaem
Jum'at kemarin, page view Halal Guide kembali mengalami kenaikan signifikan, jika biasanya per hari rata-rata empat puluh ribu-an page view, maka tanggal 25 april 2008 lalu mencapai angka 63.882.
Beberapa hal yang perlu diperbaiki: - menambahkan extension related links/ related article - menambahkan extension komentar (hmmmm.. perlu ga ya? ^_^)
Senaja, saya 'menahan' perempuan itu lebih lama di Bandung. Alhamdulillah beliaunya juga mau 'menahan' diri lebih lama ^_^ Meskipun mungkin cucu beliau yang lain sudah kangen, atau aktifitas kemasyarakatannya yang juga sudah beliau kangenin. Bukannya saya hendak mengajaknya jalan-jalan kemana-mana, meskipun pengen juga. Tetapi saya hendak berguru lagi terutama tentang kecekatan beliau dalam bekerja (trengginas). Saya membutuhkan latihan soal (ato best practise gitchu ^_^) tentang bagaimana perempuan menata urusannya agar beres ^_^ Beliau seorang ibu sekaligus wanita bekerja/berpenghasilan dari menjalankan kebun & ladang warisan orang tuanya serta kebun hasil pembelian setelah menikah. Dalam banyak hal urusan kerumahtanggan, sepanjang ingatan saya dapat saya simpulkan, beres. Dalam pengelolaan keuangan, dapat saya ingat juga beres. Seperti kata petuah, Bergurulah pada Guru, bukan pada Buku ^_^ (tanpa menyampingkan buku loh  ) Karena saya khawatir dan tak hendak memiliki perasaan sebagai perempuan paling sibuk di dunia karena mengurus anak dan ditail-ditail rumah tangga  . Pun, saya tak mau juga merasa perempuan paling dinamis dan sibuk di dunia karena berpenghasilan. Sehingga dengan perasaan-perasaan itu maka (biasanya) keluhan demi keluhan akan mudah keluar. Meskipun terkadang juga ada ^_^ Saya ingin belajar menunaikan kewajiban  Beberapa hal yang saya pelajari sampai saat ini: - Bangun lebih malam, apalagi jika ingin keluar rumah lebih pagi, harus dibereskan urusan lebih pagi lagi - Anak bangun diberi ASI, jam 6 pagi sudah selesai dimandiin, makanan untuk si kecil sudah disiapin, jangan lupa diminumin madu. - kerja paralel, sembari masak, alat masak yang sudah selesai langsung dicuci. Selesai masak peralatan dapur ikutan bersih. - belanja untuk dapur jangan tiap hari, bisa dirapel. Sehingga sore atau malam kalau ada waktu bisa dicicil/disiapin dulu yang akan dimasak pagi harinya. - Baju kotor taruh di bak cuci, jangan bergelantungan di kamar, biar yang nyuci langsung tau kalau ada cucian. - Kalau ada keperluan di luar rumah untuk pekerjaan, berangkat lebih pagi. Sehingga bisa pulang lebih siang (ini mah karena sayanya wiraswasta ^_^). Kalau pagi anak sudah bersih, kenyang, ditinggalin pas jamnya tidur, main. Jam 2 keatas biasanya kangen mimik. - Bekerja fokus, yang harus dilakukan mana saja, dipentingkan, jangan kemana-mana. - Sampai rumah cuci tangan, kalau perlu ganti baju, raih anak. - Rajin berdoa, rajin puasa apalagi kalau dah punya anak (toweng  ) Lupa lagi.. to be continued..
Halal Guide (HG) mendapat komplain atas pencantuman picture sosis untuk artikel sosis http://www.halalguide.info/content/view/832/38/Pemilik foto sudah mengajukan komplain dan HG dan Rizki sebagai representasi HG sudah mengirimkan permohonan maaf dan mengganti foto. Alhamdulillah masalah terselesaikan baik-baik. Memang harus lebih berhati-hati pasang memasang gambar. Dan untuk artikel tersebut sayalah yang mempubilkasikannya :( Sekarang hits HG sudah mencapai 1 juta/months, Alhamdulillah. Jadi kita harus lebih prof nih soal konten ^_^
| |