didin's posts with tag: kulinari
Dalam sebulan saja, di Jakarta diberitakan lima orang meninggal dalam kecelakaan, kebanyakan sepeda motor, akibat jalan rusak atau berlubang. Kejadian naas berlangsung malam hari. Bagaimana tidak, jalanan rusak atau lubang bukan kecil saja, bisa sampai setengah lebar jalan. Apalagi jika hujan turun menggenang, maka lubang-lubang itu tak kelihatan. Jadi berkendaralah pelan-pelan. Namun ada kejadian juga, ketimpuk sama kendaraan atau motor lain yang sedang menghindari lubang.
Di Bandung demikian juga, musim penghujan yang terus berlangsung, memperparah jalanan yang telah rusak. Di TV lokal Jabar, juga diberitakan perihal jalan-jalan rusak ini. Beberapa jalan rusak atau berlubang yang pernah saya lewati adalah : Jalan masuk/keluar Cijambe (sepertinya baru ditambal kerikil-aspal), jalan di Dago Asri (ini parah polll padahal di depan rumah-rumah elitE), jalan Pungkur (katanya sampai ada yang meninggal), jalan masuk komplek-komplek Rancaekek (hati-hati ketika hujan, lubang tidak keliatan sama sekali), jalan Raya Cileunyi (ini jalan provinsi banyak kendaraan besar bis, truk antar kota, antar provinsi).
Nah, yang terakhir ini, di jalan Raya Cileunyi, hari Jum'at lalu saya dan abah ke Rancaekek dalam urusan ABRING, sekaligus juga silaturahmi ke rumah Mang (paman) abah. Mang yang satu ini keliatan 'dalam' pemikirannya, sepertinya cucokk berbagi berbagai hal dengan abah. Banyak hal kami dapatkan dalam obrolan, setelah urusan kripik dengan istrinya mang, kami pun pulang. Sudah pukul lima sore, lebih mungkin, hari kian gelap saja diliputi awan tebal pertanda hendak hujan.
Baru saja kita berjalan, hujan telah turun, cukup deras. Bergegas abah membungkus tasnya dengan jas hujan, karena ada Laptop barunya di tas itu. Tumben apik, katanya leubar laptop baru, mau dipake modal sekolah lagi, jadi kudu apik, ntar kalau laptopnya sudah lama akan keluar juga kebiasaannya, acuh.
Jalanan keluar komplek Rancaekek kencana bukan main.. bukan main rusaknya. Kami harus berkendara amat pelan, jalanan tergenang banjir sekitar 30-50 sentimeter, tak bisa keliatan lubang, akhirnya kami lolos ke jalan raya Cileunyi. Mampir sekejap membeli tahu sumedang, alhamdulillah menghangatkan perjalanan.
Hari menjelang malam, ditambah guyuran hujan, kendaraan-kendaraan berjalan lambat, cukup macet karena hujan dan air tergenang kurang lebih setengah meter. Dalam genangan, motor kerasa terganjal batu, oleng dan terjatuh ke kiri. Di tengah jalan dan genangan air, abah segera membetulkan posisi diri, saya nyebrang minggir ke jalan, tetapi motor tidak bisa di stater. Dalam keadaan lalu lintas padat, abah membawa motor agar bisa ke pinggir jalan yang tidak mengganggu pengendara lain. Kurang lebih 25 meter berjalan, kita menemukan tempat untuk nge-slag jalan lagi.
Alhamdulillah kita baik-baik saja dan tidak membuat kemacetan lalu lintas. Kepada otoritas, tolong diperhatkan jalanan rusak dan berlubang. Akan semakin rusak di musim hujan, jika tak segera dibetulkan.
Memang kudunya belajar kreatif memutar dagangan. ABRING Chips cuci gudang Ahad, 4 mei kemarin. Agar produknya tidak tersimpan di gudang dalam waktu lama (kalau begini kualitas bisa turun), dan sekalian sosialisasi makanan jenis 'baru'. Produk yang di-cuci gudang adalah kripik-kripik gurih, 4 item yaitu kripik ceker, paru, belut dan usus.
Kita jualan di Gasibu. Sekalian belajar, meskipun owner sebaiknya Go to the Detail. Bagi yang tidak tinggal di Bandung, Gasibu adalah lapangan, di depan gedung Gubernuran atau gedung Sate. Hari minggu biasanya dipakai joging,atau olahraga keluarga. Sekalian pula ratusan (atau bahkan ribuan) pedagang membuka lapak-lapak kecil atau besar menjajakan aneka barang dan makanan. Saling bersimbiosis, yang berolahraga merupakan pasar, sekaligus pedagang mempunyai daya tarik tersendiri, sehingga yang tak berniat olah raga pun tertarik datang untuk wisata belanja. Semakin menambah ramai saja.
Tidak banyak yang kita bawa, 70 pcs. Setelah shubuh, jam 5 pagi saya dan abah berangkat ke Gasibu, dengan membawa dua ero (tempat dari plastik yang seperti tempat naruh baju kering). Sesampai disana pedagang sedang menata barang dagangannya, belum begitu ramai. Saya mengambil tempat di depan gedung Telkom, di tengah-tengah jalan yang kira-kira kosong. Naruh kripik dalam dua ero. Sebelah kanan saya telah ada pedagang jilbab, sebelah kiri masih kosong, kemudian datang pedagang jilbab pula membawa dagangan dalam jumlah besar. Sekalian pula menjual dompet dan semacamnya. Di depan saya penjual sepatu, di belakang saya penjual bubur ayam. Sesudah kurang lebih 30 menit disana, datanglah 'bos' nya tempat tersebut, atau premannya, atau semacam itu. Rupanya pedangan di sebelah kiri kami protes karena tempat yg saya dudukin adalah 'tempat mereka' ^_^ Bang preman kemudian menyuruh kami mencari tempat lain, saya bilang, tempat ini sudah di kapling ya.. kok ga dari tadi saya dibilangin.. kata bang preman dia lagi sibuk diatas tadi. Memang berlaku 'konvensi' di tempat yang ramai seperti ini, jadi jangan main duduk aja he..he.. kecuali kalau tempatnya paling ujung atau tidak terlalu ramai. Tidak ada dasar hukumnya, hanya semacam pengertian tidak tertulis tentang siapa-siapa yang sudah 'terdaftar' dagang di tempat tersebut. Makanya ada raja rimbanya kan, tiap blok ada bang premannya ^_^
Alhamdulillah, pedagang asesoris yang baru datang di sebelah kanan kami berbaik hati, mempersilahkan kami di belakangnya, karena melihat juga bawaan kita cukup ringkas, tidak banyak. Akhirnya kami mendapat tempat, bersebelahan dengan tukang boneka, dan datang pula tukang cowet batu jauh dari Cipatat.
Dari sejak kami tiba sekitar pukul 5.15 hingga jam 7 pagi belum satupun dagangan terjual. Belum ada pula yang singgah di lapak kami. Kami tawarkan Ceker, baru di Bandung, tanpa tulang, rangu.. ceker, belut, paru, usus, bayah bayah.. Datang seorang nenek dan cucunya, bertanya, pergi.. datang pula ibu-ibu, bertanya pergi lagi..
Bang asesoris di belakang kami bertanya, apa tak ada tulisan yang menjelaskan dagangannya (maksudnya meni teriak-teriak dari tadi :D). Ada bang, itu dibawah, sekalian biar rame saja, begitu jawab saya. Bang asesoris bilang juga, kalau jual makanan yang sensasional (ga biasa maksudnya) bagus di Gasibu, orang suka tertarik, kayak dagangan ceker yang kita bawa ini. Mudah-mudahan ya Bang, Amiin...
Jam 8 semakin rame saja pengunjung berdatangan. Seorang Bapak menoleh ke lapak kami, memilih, pecah telor deh, beli 1 pcs ceker, 1 pcs paru, 1 pcs belut. Alhamdulillah. Datang lagi seorang Aa, 1 pcs belut. Kalau sudah begini jadi semangat, tambah dinaikin volume suaranya.. ceker..ceker, baru di Bandung, tanpa tulang, rangu.. belut paru usus bayah..bayah..
Datang lagi pembeli, datang lagi terus begitu.. hingga jam 8.30 datang keluarga (berlogat Minang), bertanya, milih, minta dikurangan harga lagi, kurangan lagi :D Dan akhirnya memborong 25 pcs kripik ABRING. Alhamdulillah..
Segera abah meminta saya berkemas kita pulang, padahal masih ada beberapa pcs lagi bayah, pengennya saya dihabiskan saja. Tetapi kata abah waktunya mepet, karena kita harus segera nganter katering rantangan. Kasian kan pelanggannya kalau nungguin sembari lapar.Di Gasibu sedikit sekali dikutip 'biaya', 2000 untuk parkir, 1000 ditarik oleh bang preman, 1000 ditarik oleh bank preman pula mungkin, tapi pakai karcis.
Terharu, meni terasa pisan, ...dan Dia berikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.. min haitsu laa yahtasib (At-Talaq:3) Dahulu, ketika bekerja di perusahaan, kurang 'ngeh' dengan ayat tersebut (serasa kurang syukur). Sekarang ketika belajar berdagang, meni kerasa pisan.. siapa pula yang melangkahkan kaki orang-orang itu membeli dagangan kita. Siapa pula yang menghantarkan orang-orang itu order.
========
Tips buat Reseller ABRING : - berdasarkan pengalaman, segmen paling kena adalah pekerja kantoran, tentu bisa diperluas lagi - kalau mau memperendah harga jual, salah satu caranya adalah memperkecil ukuran/porsinya - karena produknya unik, maka nilai keunikannya bisa disebutkan/diangkat
Siapa lagi yang daftar jadi Reselle ABRING ? kontak 0888-603-4082 email didinkaem@gmail.com
Untuk memperluas & memperbanyak akses mendapatkan produk-produk ABRING Chips, kami membuka peluang menjadi reseller produk ABRING. Melayani dalam dan luar negeri, partai besar, ekspor & eceran.
Produk Kripik Buah-buahan: Kripik nangka, mangga, nanas,rambutan, salak, apel, semangka, dll Pengolahan dengan Vacuum Fryer, tidak memakai minyak. Kemasan : 100 gram, 200 gram, 250 gram, atau sesuai permintaan Pembungkus: Aluminium Foil Kadaluarsa : 1 tahun
Aneka kripik gurih kualitas tinggi Kripik ceker, paru, belut, lele, usus, gendar, kentang, afghan pedes dll Kemasan : 100 gram, 200 gram, 250 gram, atau sesuai permintaan Pembungkus: Plastik 6 mm Kadaluarsa : 3-4 bulan
Abon Sapi Super rasa manis, pedes Abon Lele Super manis, pedes, bawang Kemasan : 100 gram, 200 gram, 250 gram, atau sesuai permintaan Pembukus : Plastik dobel 6 mm, keler/toples Kadaluarsa : 5-6 bulan
Kontak:0888-603-4082 email: didinkaem@gmail.com Yahoo ID: didinkaem
Description: Ingat pernah dapat di sajian seorang tetangga dulu, emang segerrrrr...
Ingredients: - melon 1 buah sedang - nenas 1 buah sedang - bengkoang 1/2 kg - nangka 1/4 kg - pepaya manis yg keras 1 buah kecil - nata de coco 1/2 kg - kelapa muda dan airnya 1 buah - 4 batang kayu manis - gula pasir 3/4 kg (atau secukupnya, sesuai selera) - air 4 liter - es batu
Directions: 1. Rebus air bersama kayu manis hingga mendidih. Biarkan dingin. 2. Kupas,Potong-potong buah sesuai selera, cuci bersih. Kelapa muda diserut, airnya ditambahkan ke air kayumanis. Ada yang menyukai semangka ditambahkan dalam es buah, disamping warna merahnya yang menawan, rasanya juga segar. Tapi ibu melarang, katanya tidak baik karena semangka yang dicampur gula/air gula menghasilkan gas berlebih di lambung (bener ga secara medis? belum ngecek lagi :D). 3. Kalau tidak suka atau tidak tersedia nata de coco, bisa diganti dengan kolang-kaling, tapi rebus dulu terpisah hingga lunak. 4. Kalau sudah siap tinggal plug n play, taruh buah-buahan ke dalam air kayu manis, tambahkan gula. Kalau saya lebih dahulu merebus gula pasir dg sedikit air, sehingga yg saya tambahkan adalah gula cair. Tambahkan es batu. 5. Sebagian orang suka menambahkan sirup rasa leci atau rasa pandan. Saya lebih suka menikmati aroma eksotik perpaduan kayu manis dan air kelapa muda :)
Nah, bisa untuk 15-20 teman, selamat menikmati (dalam mimpi :D) 
| Category: | | Barbecue & Grilling |
Description: (Nama masakannya baru ngarang, lah kan ga biasa namain masakan weee :P)
Ini tanda cinta untuk dua sahabat yang sedang menuntut ilmu di Jerman. Kangen masakan Indo Nan? he..he.. buru gih pulang :P ntar silaturahmi ke rumah ya, tak bikinin yg spesial deh buat Nanda dan Reni ;)
Karena mungkin butuh effort nemuin daun jeruk, lengkuas, sereh dan dedaunan ajaib khas negri ini, untuk menu 'Ayam Bakar Selera' kali ini, saya buang deh semua bahan-bahan itu. Tapi jangan khawatir, rasanya tetap sedap menggoda ;) Duh kalo Reni masakin tambah-tambah deh cintanya Nanda he..he..he..
Ingredients: 1 ekor ayam
Bumbu: 7 siung bawang putih 8 butir bawang merah 5-7 butir kemiri 3 buah cabe merah besar (wah ga ada yg di Jerman he..he.he.) 10-15 butir merica (atau boleh deh pake merica bubuk) (kalau suka tambahkan pala bubuk) 3 sendok makan kecap manis garam secukupnya (jangan banyak-banyak, keasinan ntar :D) 1 sendok teh kaldu ayam blok (ada ga? :D) 3 sendok makan mentega 2 sendok makan minyak goreng untuk menumis air 1/4 liter atau secukupnya sampai membuat ayam empuk.
Directions: 1. Potong ayam jadi 8-12 bagian, cuci bersih 2. Haluskan bawang putih, bawang merah, kemiri, cabe merah besar, merica 3. Panaskan minyak untuk menumis, tumis bumbu halus sampai wangi, jangan terburu-buru masukin ayam, ingat, kalau memakai bumbu bawang merah dihaluskan harus hati-hati, jika tidak ditumis sampai masak bisa merusak aroma dan rasa masakan. Kalau takut gosong/kering tambahkan sedikit air, biarkan bumbu matang. 4. masukkan air, masukkan ayam, masukkan kaldu blok. Biarkan ayam sampai setengah matang. Tambahkan kecap manis (kalau suka lebih manis, tambahkan lagi kecapnya) 5. Masak hingga air kesat/habis, nah sebelum diangkat, tambahkan menteganya, ini rahasia wanginya, ting ;) 6. Siapkan panggangan. Panggang deh :D
Sajikan dengan nasi hangat. Karena disono mungkin ga ada sambel trasi, pake sambel botolan aja :D Lalapannya, wah nemu surawung teu Nan? :P pake bonteng aja kali ya, sama daun selada :)
Resep telah teruji di dapur dkm-oke, jadi kalau di dapur sana ga teruji, ya jangan salahkan saya he..he..he.. :P
salam kangen :) 
Description: ngat Sari, jadi ingat kebersamaan kita dahulu, salah satunya dalam urusan gizi :D Sari senang sekali kentang. Karena sekarang kita berjauhan, dimasakin virtual aja ya Sar, miss u that much! [kangen salad buatanmu juga loh Sar :)]
Kali ini akan dipakai bubuk ajaib yaitu rempah-rempah yang selalu menakjubkan, Subhanalloh! [ingin sekali mengulas kekayaan rempah-rempah ini] Sensasi spicy dan eksotik akan dihadirkan oleh perpaduan lada putih alias merica dan keharuman pala. Praktis, tidak harus nguleg, yuk ah mulai, untuk porsi sedang saja ya :)
Ingredients: 1/2 kg kentang ukuran besar 1/4 kg daging has segar
Bumbu: 1 butir bawang bombay sedang 4 siung bawang putih 4 butir bawang merah 1/4 sdt merica bubuk 1/4 sdt pala bubuk 1 ruas jari jahe 1/2 sdt kaldu sapi blok 3 sdm kecap manis (atau sesuai selera) 1 buah cabe merah besar untuk garnish garam secukupnya gula secukupnya tepung sagu secukupnya air secukupnya minyak goreng untuk menggoreng kentang minyak wijen (kalau mau citarasa lebih khusus)
Directions: Cara membuat: - kupas kentang, cuci bersih, potong satu kentang menjadi 8 bagian memanjang, goreng cukup sampai matang. - cuci bersih daging, potong 2x4cm dg ketebalan 0,5cm, lumuri tipis dg sedikit sagu, sedikit saja. Inilah yg akan membuat daging tidak melengkung atau mengeras ketika ditumis langsung. [makasih Bu Nita atas tipsnya :)] - bawang bombay dirajang kasar, bawang putih, bawang merah, jahe, dirajang halus. Cabe merah besar diiris serong untuk garnish. - panaskan sedikit minyak untuk menumis, kalau suka sensasi rasa khas tambahkan minyak wijen. - masukkan bawang putih terlebih dahulu, kemudian jahe, tumis sebentar, masukkan rajangan bawang merah, kemudian bawang bombay. Untuk tumisan macam ini, atau jenis Chinese Food, tipsnya masukkan rajangan bawang putih dahulu, kemudian jahe (bila memakai jahe). Kelezatan cita rasa Chinesse Food tidak dari bahan masakan saja, tetapi perlu pengetahuan teknis, inilah yang membedakan hasil sajiannya.[dari Bu Nita lagi :D] - balik lagi ntar gosong loh :D masukkan daging, tambahkan sedikit air bolehlah kira-kira 1/2 cangkir teh. Masukkan merica, pala, kaldu blok, sedikit garam. Bila daging sudah empuk, masukkan kentangnya, tambahkan kecap manis sesuai selera. Dan sebelum diangkat masukkan irisan cabe merahnya. - hhmm...nyam..nyam.. warna kuning kentang, warna coklat daging, diseling warna merah cabe...kalau yang ini, saya suka digado/ditambul aja deh.. :D
Untuk resep ini, kentang bisa diganti sayur kaylan (the one I love most), tapi buang palanya dan kurangi kecapnya. 
Description: Ah kolak cantik lagi, dimana-mana ya gitu..kolak! he..he.. suka-suka yang bikin dong, itulah enaknya jadi inovator :P Masih ingat kolak untuk buka bersama IF'99 dulu kan? kita coba lagi yuk membuatnya...porsi rame-rame deh :)
Ingredients: - 1 kg ubi jalar (kalau ada yg oranye/merah) - 1/2 kg nangka matang kupasan - 1/2 kg kolang kaling - mutiara 1 bungkus (200gr), atau bisa diganti pacar china warna pink/hijau - kelapa 1 butir diambil santannya 1,5 liter - 5-7 lembar daun pandan - 3/4 kg gula putih - 1 sdt garam
Directions: - kupas ubi, cuci bersih, potong dadu, potong nangka 1x1cm, - kolang kaling diiris tipis memanjang, rebus terpisah - mutiara/pacar cina di masak terpisah - didihkan 3/4 lt air dan daun pandan, masukkan ubi sampai lunak - setelah ubi lunak, masukkan kolang kaling, masukkan nangka, tambahkan santan, gula pasir (manisnya sesuai selera) dan garam. - setelah mendidih bersama, angkat. Masukkan mutiara/pacar cinanya - kuahnya yang putih, ubi yang oranye, nangka yang kuning, kolang-kaling, dan mutiara/pacar cina berwarna pink, duhh itu dia cantiknya...dan tentu tak ketinggalan lezatnya... :) [promosi aja :P] 
Description: Ini pedesnya segar deh, cabe gendot yang dikuah santan
Ingredients: 500 gram cabe gendot (lombok udel versi jawa) 1/2 butir kelapa ambil jadi 1,5 gelas santan
Bumbu: 2 sdt garam (tambahkan jika kurang asin) 1 ruas jari kunyit 1 sdt ketumbar 5 siung bawang putih 3 butir bawang merah 2 buah cabe merah besar 3 lembar daun salam 25 gram gula aren 1 kaldu blok ayam (sy pake maggy ada logo halal-nya) 4 sdm kecap manis 4 sdm minyak goreng untuk menumis bumbu
Directions: - Cuci bersih cabe gendot, ujung batangnya jangan dibuang agar sangat etnik - ujung bawah buahnya belah sedikit untuk membuat pedas dan aromanya semakin keluar - haluskan semua bumbu, kecuali daun salam, kaldu blok, kecap manis bisa nanti kalau bumbu sudah ditumis - panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai matang, masukkan kaldu blog dan daun salam, tambahkan 3/4 gelas air - masukkan cabe jika mendidih tambahkan kecap - masukkan santan, aduk ketika mendidih jadi santan tidak pecah - kecilkan api, masak lebih lama sehingga cabe benar2 matang (bukan sekedar layu), kuah santan berkurang & mengental dan menimbulkan aroma wangi - dimakan dg nasi hangat saja sunggu lezat :)
Resep telah diujicoba di dapur DKM :) 
| Category: | | Appetizers & Snacks |
Description: Ini sebelum saya bersuamikan orang sunda, juga sebelum tujuh tahun lalu ke Bandung, di rumah, ibu saya memang sering menghidangkan makanan yang sangat sunda, entah lah dapat tau dari mana..
Kalau di jawa mengenal pecel dan rujak, di sunda ada padanannya namun berbeda yaitu lotek. Lotek atah sebagian besar isi sayurannya mentah. Kita buat untuk porsi dua/tiga orang aja ya...
Ingredients: 1 buah labu siam yg sedang besarnya di sepan/kukus 4 lonjor kacang panjang yang masih muda 1 butir bonteng/mentimun yg kecil 1 genggam taoge 1 genggam surawung/kemangi 1 genggam irisan kol 4 buah tahu digoreng kerupuk blek
Bumbu: 50 gram kacang tanah di goreng/sangrai 50 gram gula aren/gula merah 1 ruas jari kencur 1/2 siung bawang putih 3 buah cabe rawit merah (tambahkan sesuai selera pedasnya) 1/2 sdt terasi bakar 1/2 sdt garam 1 buah kentang ukuran sedang yg telah di goreng/disepan
Directions: - Cuci bersih semua sayuran dg air hangat, labu siam telah dikukus/direbus. - Siapkan bumbu, uleg terlebih dahulu garam, bawang putih, kencur, terasi, cabe rawit - tambahkan gula merah dan kacang, uleg - tambahkan kentang, hancurkan bersama bumbu - tambahkan sedikit air, bumbu harus tetap kental - masukkan kacang panjang yg telah dipotong2, pukul2 dg ulegkan, masukkan surawung - masukkan sayuran yang lain, beri potongan tahu - campur semuanya - hidangkan dg kerupuk, seger deh 
| Category: | | Appetizers & Snacks |
Description: Ini kudapan yang kadang juga bisa ditemui di warung-warung. Sederhana, gurih disantap dengan cabe rawit hijau (cengek). Kemarin sempat membuatnya untuk tambah-tambahan kudapan ta'jil.
Ingredients: 1 Bungkus Crackers isi 34 minyak goreng untuk menggoreng
Isi: 3 lonjor wortel 1 buah kentang sedang besarnya 100 gram daging ayam 2 sdm kanji
Bumbu: 3 siung bawang putih 2 butir bawan merah 10 butir merica garam secukupnya minyak goreng untuk menumis
Celupan: 1 butir telor 2 sdm tepung beras 1 sdm tepung kanji 1/4 gelas air sedikit garam campurkan semua jadi satu
Directions: - rajang wortel & kentang - rajang bawang putih & bawang merah - tumis bawang putih & bawang merah, masukkan daging ayam yang dirajang - setelah ayam layu masukkan rajangan wortel dan kentang, tambahkan sedikit air, garam, gula & merica yang dihaluskan. - setelah empuk, tambahkan kanji yang dicairkan
- setelah isi agak dingin, ambil satu crackers, taroh isi diatasnya (cukup ditengah) - tutup dengan crackers kembali, celupkan dalam celupan - goreng dalam minyak panas sebentar saja
Siap deh disantap dengan cengek ;) 
Description: Yang ini akang suka :) Mi goreng ade paling enak kan he..he.. Dalam membuat mi goreng ini, pilih mi dg tekstur bulat tebal. Kalau saya suka pakai merek Atom Bulan (promosi gratis nih:D)
Ingredients: 1 bungkus mie 10 butir baso sapi 250 gram daging ayam 500 gram kol 1 ikat sawi/sosin
Tambahan: 2 butir telor 200 gram terigu 3 sdm kanji 1/2 sdt garam campurkan semuanya dengan 1/2 gelas air goreng hingga matang, potong kecil2
Bumbu: 7 siung bawang putih 4 butir bawang merah 20 butir merica, haluskan 1 kaldu blok (saya pakai maggy) garam secukupnya 3 sdm saus tomat 4 sdm kecap manis minyak untuk menumis
Directions: - rendam mi dalam air (mentah)hingga lunak tapi tidak sampai lembek - rajang kol, potong2 sawi - potong2 tipis baso, daging ayam - rajang bawang putih, bawang merah - panaskan minyak, masukkan bawang putih, kemudian bawang merah - masukkan ayam - masukkan kol dan sawi - tambahkan kaldu ayam blok, garam dan merica, aduk rata - masukkan baso dan tambahan goreng tepung tadi - masukkan mi, tambahkan saos tomat dan kecap - aduk rata semuanya - angkat, siap sajikan 
| Category: | | Appetizers & Snacks |
Description: epikiran membuat skotel, mumpung suami lagi liburan sekalian untuk dibawa ke mertua ^_^ Sebenarnya yang menjadi rencana dibuat adalah onde-onde, karena tepung ketan dah lama ngendon di rumah, takut kadaluarsa. Tetapi pada saat yang sama, kepikiran juga bikin skotel, dan kayaknya suami lebih suka bikin yang satu ini ^_^
Pertama tentu belanja bahan-bahannya, karena harus membeli wijen untuk onde-onde, maka target utamanya mendapatkan wijen, di beberapa toko kelontong (yang terlihat seperti grosiran) di sepanjang Dago, wijen tak ditemui, sy duga karena ada toko khusus bahan kue di pasar simpang, sehingga mungkin bagi pedangang toko2 tadi tidak terlalu menguntungkan marginnya.
Setelah berkeliling dengan Spintrong kesayangan ^_^ akang memutuskan ke swalayan Borma yg sekarang jadi gede. Dah dapat wijen, makaroni, tepung roti, daging giling, kalau yang lain-lain dah tersedia di rumah (kelupaan deh beli oregano). Oh iya, sekalian beli loyang untuk ngukus. Makaroni skotelnya modifikasi, iya karena mau dipanggang belum punya oven, kalau di kukus aja kayak terlalu eneg, jadi kepikiran di kukus dulu, nanti dipotong-potong di guling-guling di tepung roti dan digoreng sebentar.
Ingredients: 250 gram Makaroni 250 gram daging giling 5 butir telur 2 gelas susu 50 gram tepung terigu di kasih air sedikit 100 gram keju, hancurkan/parut 1 butir bawang bombai besar, rajang merica, garam, secukupnya mentega/minyak sayur untuk mengolesi loyang biar ga lengket (saya tambahkan masako ayam)
Directions: - rebus makaroni sampai empuk - kocok telur, masukkan bawang bombai rajang, daging giling, merica, garam - tambahkan susu dan terigu dicairkan - masukkan makaroni, masukkan keju, karena makaroninya ga dimaksudkan untuk dipanggang, ya udah deh dicampurkan jadi satu, bukan ditabur diatasnya. - masukkan ke dalam loyang, kukus 30 menit (atau lebih) - agak dingin, keluarkan dari loyang. Kalau sudah dingin potong-potong - celup dalam telur kocok, gulingkan pada tepung roti, goreng sebentar sampai coklat keemasan
Siap disajikan deh dengan saos tomat botolan ^_^ 
 Description: Ini temennya Oseng waluh pada postingan sebelumnya ^_^
Ingredients: 10 kotak tahu kuning
Bumbu : 5 siung bawang putih rajang 7 siung bawang merah rajan 10 butir cengek potong-potong 1/2 sdt merica bubuk 1/2 sdt bubuk kaldu ayam/masako ayam 1 sdt garam
Directions: - panaskan minyak, tumis bawang putih, bawang merah - masukkan tahu, cengek, merica, garam, bubuk kaldu - aduk-aduk, hancurkan tahu dengan sothel (apa ya bhs indonesianya, itulah alat/sendok untuk menggoreng2 he..he.) - masak sampai air tahu agak mengering, nyemek-nyemek juga boleh ^_^
# Sambel Koret
wah lagi ga bikin hari ini, ga ada fotonya deh :D Gampang banged : rawit/cengek merah, garem, gula merah, terasi, rendos/uleg. kasih sedikiiit air. Soal takaran tergantung selera pedasnya, selera asinnya sama selera manisnya. 
 | Category: | | Soups & Stews | | Style: | | Other |
Description: Empat sekawan ini : oseng waluh, tahu biyek, asin sepat dan sambal koret, subhanalloh selalu ngangenin ^_^ Saya sering lihat Bu Eva menghidangkannya waktu saya ngontrak di rumahnya dulu ^_^
Sampai sekarang saya sering menghidangkannya, akang dan bapak juga suka banget ;) Sangat sederhana, sangat nyunda, dan menggugah selera ^_^
Ingredients: 1/2 kg waluh muda/waluh kecil. Waluh disebut juga labu siam, bludru ato rambusah klo di Malang
Bumbu : 3 siung bawang putih, rajang 5 siung bawang merah, rajang 7 siung rawit hijau / cengek, potong-potong 1/2 sdt terasi 2 sdt garam bubuk kaldu ayam secukupnya
Directions: - panaskan minyak, masukkan bawang putih, bawang merah, tumis - beri sedikit air, masukkan terasi, rajangan waluh - tambahkan garam dan bubuk kaldu ayam - ga perlu sampe terlalu empuk biar agak kriuk-kriuk ^_^ 
Assalamu'alaykum wr.wb.
MUTIARA CATERING hadir memberikan kemudahan untuk memilih dan menghidangkan sajian terbaik bagi Anda yang sedang menyelenggarakan acara atau kegiatan seperti Office Lunch Box, Meeting, Buka Bersama, Aqiqah, Reuni, Wisuda, Prom Night, Pelatihan, Seminar, serta berbagai acara kelembagaan atau kemahasiswaan untuk wilayah Bandung dan sekitarnya, diantar sampai ke tempat.
Kami menyediakan menu yang bervariasi yang dapat anda sesuaikan untuk kebutuhan acara Anda. Dengan tiga pilihan yaitu Tipe A Rp.7000,-/box, Tipe B Rp.10000,-/box dan Tipe C Rp.15.000,-/box
Menerima rantangan untuk rumahan atau anak kostan. Harga rantangan mulai 20.000 - 35.000.
Menu dapat didiskusikan berkenaan dengan budget/dana yang tersedia. Menu masakan juga dapat ditambahkan sesuai keinginan.
Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk informasi lebih lanjut hubungi MUTIARA CATERING
Ibu Didin 0888-603-4082 didinkaem@gmail.com Yahoo ID: didinkaem
Daging iga yang rencananya dibuat lontong kari sapi akhirnya harus di remake dan mendatangkan ide dibuat sayur orem-orem tapi orem-oremnya wong Pandan, walaupun kalau saya lebih mantab pake udang bukang daging sapi. Kalau kupat/lontongnya mah tinggal beli aja di pasar simpang ^_^
Orem-orem khas Batu, kalau musim lebaran ketupat, hampir setiap rumah menyediakannya. Isinya rame, bumbunya ga terlalu lekoh dan santannyapun jangan terlalu kental. Ini saya bikin porsi banyakan.
Bahan : 1/2 kg daging iga (krn kemarin terlanjur beli segini) 1/4 kg kentang, kupas, potong dadu, goreng 1/4 kg waluh (klo di jawa bludru/mukinah/rambusah) potong dadu 1 potong tempe (klo beli sekarang yg potongan Rp.500,-) potong dadu goreng 1 potong tahu putih (yg 10x10cm) potong dadu, goreng 1/4 kg taoge, cuci bersih segenggam udang rebon, cuci bersih tiriskan 1 L santan encer
Bumbu : 100 gram cabe keriting merah (bikin warna merah plus sekalian rasa pedas) 1 ruas jari kunyit, agar warna sayur cantik & berkilau 5 siung bawang putih 7-9 butir bawang merah 1 sdm ketumbar sangrai 5 butir kemiri sangrai 5 lembar daun jeruk 1 tangkai sereh, peprek 3 ruas jari lengkuas, peprek garam, gula merah secukupnya minyak goreng untuk menumis kalau saya ditambahin masako rasa ayam
Cara Membuat : - daging iga di rebus hingga kuah kaldunya tingal 250 mL - cabe keriting, kunyit, bawang merah, bawang putih haluskan (bisa diblender) - garam, kemiri, ketumbar haluskan terpisah - panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai wangi, tambahkan daun jeruk, sereh, lengkuas, ingat sampai wangi krn ini bumbu khas Indo, harus beres numisnya - masukkan udang rebon - masukkan bumbu ke kaldu daging iga, aduk-aduk - masukkan sayuran dan bahan lain - tambahkan santan encer - kalau sudah mendidih berkali-kali, angkat
Iris lontong dalam mangkuk/piring, sirami dengan Orem-orem, jangan lupa bagi-bagi ke sodara/ tetangga ^_^
Alhamdulillah, segala puji bagi-Mu Alloh.. pagi ini nikmat sekali makannya. Bada subuh jalan-jalan ke simpang (pake motor sih ^_^), belanja aneka sayur mayur yang murah meriah... waluhnya, seladah, kenikir, cabe gendotnya, tempe tahunya, ikan sepat (doyanan akang), teri, jagung, nangka, bumbu-bumbu, bawang merah, bawang putih, cabe, tomat. Pengen bikinin gudeg kalau akang pulang, belum pernah nyoba sendiri masak gudeg, kalau gule nangka mah jagoan ^_^. Tapi beberapa hari lalu juga kebayang-bayang terus sayur lodeh tempe (kalau bahasa kampung saya "Jangan Tempe") ditambah urapan (Krawu) I remember all the details, "Jangan Tahu Tempe" hmmm bikinan mbah dulu, wanginya, rasanya... #Lodeh Tahu TempeBahan : 1 potong tempe 5 buah tahu goreng (yang warna kulitnya coklat kayak tahu sumedang) 1/2 ons teri basah Bumbu : 3 siung bawang putih 5 butir bawang merah 2 buah cabe merah besar 7 buah cabe rawit (atau pedes sesukanya) 1 sdt ketumbar sangrai 3 lembar daun jeruk 1 ruas jari lengkuas geprek garam secukupnya gula merah secukupnya masako ayam (atau kaldu ayam blok) sedikit santan encer 1 gelas air 1 gelas minyak untuk menumis Cara Memasak : - potong dadu tempe, belah dua tahu - rendos/uleg semua bumbu - panaskan minyak, tumis bumbu masukkan daun jeruk + lengkuas - tumis hingga wangi, jangan buru2 menambahkan bahan lain - masukkan teri basah, tumis lagi, tambah sedikit air - masukkan semua air, masukkan tempe dah tahu, biarkan mendidih - setelah empuk & tempe tidak terlihat/terasa mentah, masukkan santan, aduk-aduk - angkat # Urap Sladah-Kenikir Bahan : 1 iket sladah (selada air tea) 1 iket kenikir Bumbu : 3 siung bawang putih 2 ruas jari kencur 3 lembar daun jeruk 7 buah cabe rawit (atau pedes sesukanya) 1/2 ons kacang tanah goreng 1/2 butir kelapa muda parut garam, gula merah secukupnya Cara Membuat : - bersihkan sayuran, rebus seperti biasa, tiriskan - rendos/uleg semua bumbu, campurkan dengan kelapa muda parut - panaskan sedikit minyak tumis bumbu urap. Bumbu urap bisa juga di kukus. Wah subhanalloh.. nikmatnya... Alhamdulillah... ade bayi juga senang kan masakan ibu ^_^ Nikmat-Mu yang manakah... kan kudustai.. Duh Alloh... makanan ini bener-bener membuat terharu.. hu hu hu hiks
 Yang ini akang suka :) Mi goreng ade paling enak kan he..he.. Dalam membuat mi goreng ini, pilih mi dg tekstur bulat tebal. Kalau saya suka pakai merek Atom Bulan (promosi gratis nih:D) Bahan: 1 bungkus mie 10 butir baso sapi 250 gram daging ayam 500 gram kol 1 ikat sawi/sosin Tambahan: 2 butir telor 200 gram terigu 3 sdm kanji 1/2 sdt garam campurkan semuanya dengan 1/2 gelas air goreng hingga matang, potong kecil2 Bumbu: 7 siung bawang putih 4 butir bawang merah 20 butir merica, haluskan 1 kaldu blok (saya pakai maggy) garam secukupnya 3 sdm saus tomat 4 sdm kecap manis minyak untuk menumis Cara Membuat: - rendam mi dalam air (mentah)hingga lunak tapi tidak sampai lembek - rajang kol, potong2 sawi - potong2 tipis baso, daging ayam - rajang bawang putih, bawang merah - panaskan minyak, masukkan bawang putih, kemudian bawang merah - masukkan ayam - masukkan kol dan sawi - tambahkan kaldu ayam blok, garam dan merica, aduk rata - masukkan baso dan tambahan goreng tepung tadi - masukkan mi, tambahkan saos tomat dan kecap - aduk rata semuanya - angkat, siap sajikan
 Ini kudapan yang kadang juga bisa ditemui di warung-warung. Sederhana,
gurih disantap dengan cabe rawit hijau (cengek). Kemarin sempat
membuatnya untuk tambah-tambahan kudapan ta'jil. Bahan: 1 Bungkus Crackers isi 34 minyak goreng untuk menggoreng Isi: 3 lonjor wortel 1 buah kentang sedang besarnya 100 gram daging ayam 2 sdm kanji Bumbu: 3 siung bawang putih 2 butir bawan merah 10 butir merica garam secukupnya minyak goreng untuk menumis Celupan: 1 butir telor 2 sdm tepung beras 1 sdm tepung kanji 1/4 gelas air sedikit garam campurkan semua jadi satu Cara Membuat: - rajang wortel & kentang - rajang bawang putih & bawang merah - tumis bawang putih & bawang merah, masukkan daging ayam yang dirajang - setelah ayam layu masukkan rajangan wortel dan kentang, tambahkan sedikit air, garam, gula & merica yang dihaluskan. - setelah empuk, tambahkan kanji yang dicairkan - setelah isi agak dingin, ambil satu crackers, taroh isi diatasnya (cukup ditengah) - tutup dengan crackers kembali, celupkan dalam celupan - goreng dalam minyak panas sebentar saja Siap deh disantap dengan cengek ;)
 Ini sebelum saya bersuamikan orang sunda,
juga sebelum tujuh tahun lalu ke Bandung, di rumah, ibu saya memang
sering menghidangkan makanan yang sangat sunda, entah lah dapat tau
dari mana.. Nah dua hidangan ini suederhana, termasuk dalam daftar favorit saya 1. Lotek Atah (Lotek Mentah) Kalau
di jawa mengenal pecel dan rujak, di sunda ada padanannya namun berbeda
yaitu lotek. Lotek atah sebagian besar isi sayurannya mentah. Kita buat
untuk porsi dua/tiga orang aja ya... Bahan: 1 buah labu siam yg sedang besarnya di sepan/kukus 4 lonjor kacang panjang yang masih muda 1 butir bonteng/mentimun yg kecil 1 genggam taoge 1 genggam surawung/kemangi 1 genggam irisan kol 4 buah tahu digoreng kerupuk blek Bumbu: 50 gram kacang tanah di goreng/sangrai 50 gram gula aren/gula merah 1 ruas jari kencur 1/2 siung bawang putih 3 buah cabe rawit merah (tambahkan sesuai selera pedasnya) 1/2 sdt terasi bakar 1/2 sdt garam 1 buah kentang ukuran sedang yg telah di goreng/disepan Cara Membuat: - Cuci bersih semua sayuran dg air hangat, labu siam telah dikukus/direbus. - Siapkan bumbu, uleg terlebih dahulu garam, bawang putih, kencur, terasi, cabe rawit - tambahkan gula merah dan kacang, uleg - tambahkan kentang, hancurkan bersama bumbu - tambahkan sedikit air, bumbu harus tetap kental - masukkan kacang panjang yg telah dipotong2, pukul2 dg ulegkan, masukkan surawung - masukkan sayuran yang lain, beri potongan tahu - campur semuanya - hidangkan dg kerupuk, seger deh 2. Sayur Cabe Ini pedesnya segar deh, cabe gendot yang dikuah santan Bahan: 500 gram cabe gendot (lombok udel versi jawa) 1/2 butir kelapa ambil jadi 1,5 gelas santan Bumbu: 2 sdt garam (tambahkan jika kurang asin) 1 ruas jari kunyit 1 sdt ketumbar 5 siung bawang putih 3 butir bawang merah 2 buah cabe merah besar 3 lembar daun salam 25 gram gula aren 1 kaldu blok ayam (sy pake maggy ada logo halal-nya) 4 sdm kecap manis 4 sdm minyak goreng untuk menumis bumbu Cara Membuat: - Cuci bersih cabe gendot, ujung batangnya jangan dibuang agar sangat etnik - ujung bawah buahnya belah sedikit untuk membuat pedas dan aromanya semakin keluar - haluskan semua bumbu, kecuali daun salam, kaldu blok, kecap manis bisa nanti kalau bumbu sudah ditumis - panaskan minyak, tumis bumbu halus sampai matang, masukkan kaldu blog dan daun salam, tambahkan 3/4 gelas air - masukkan cabe jika mendidih tambahkan kecap - masukkan santan, aduk ketika mendidih jadi santan tidak pecah -
kecilkan api, masak lebih lama sehingga cabe benar2 matang (bukan
sekedar layu), kuah santan berkurang & mengental dan menimbulkan
aroma wangi - dimakan dg nasi hangat saja sunggu lezat :) Resep telah diujicoba di dapur DKM :)
| |