didin's posts with tag: langkah
Pemilihan walikota Bandung untuk pertama kalinya secara langasung, periode 2008 - 2013 telah berlangsung pada hari Minggu, 10 Agustus 2008 kemarin. Hasil perhitungan cepat menunjukkan pasangan nomor 1 Dada Rosada - Ayi Vivananda (incumbent) yang diusung Golkar, PDIP, PAN, Demokrat dan partai-partai lainnya memenangkan (telak) pilkada ini. Demikian pula data-data yang masuk ke KPUD, menunjukkan pasangan Dada - Ayi menang terus hampir di 30 kecamatan se-kota Bandung dengan perolehan suara yang cukup jauh 60%-nan, sekitar dua kali lipat perolehan pasangan nomor 2 Taufikurrahman - Abu Syauqi yang diusung oleh (hanya) PKS. Sedang pasangan nomor 3 Hudaya - Nahadi dari jalur independen tak sampai mendapatkan 10% suara. Meski ada kecewa, karena ada turut terlibat memperjuangkan pasangan TRENDI dari PKS, tetapi untuk kemenangan Dada - Ayi, tentu berlapang dada menerima, yach terima saja lah, kita siap kalah, tapi jauh lebih siap untuk menang :D Kekalahan pasangan TRENDI, tak berarti mengalahkan upaya turut (sedikit) berkontribusi untuk kota Bandung. Ya ga ya ga ya ga...  Subhanallah, perjuangan Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) PKS Bandung. Memobilisasi kader-kadernya. Mulai dari rapat-rapat marathon, penguatan mental dan fisik kader melalui berbagai acara semacam outbound, su'ul maal pengumpulan dana kampanye dari kantong-kantong tipis kader, penempelan atribut oleh bapak-bapak hingga larut subuh, Direct Selling oleh ibu-ibu, saling impor & ekspor kader untuk melakukan direct selling dan sosialisasi calon. Semoga Allah memperhatikan setiap upayanya sebagai amal ibadah dan membalasinya dengan kebaikan yang berlipat ganda. Catatan penting pelaksanaan Pilkada Bandung 2008:- Resistensi aparat birokrat dalam hal ini RW/RT cukup kuat terhadap PKS. Salah satu calon mempunyai daya jelajah dan akses kepada aparat lebih besar melalui struktur birokrasi. Duuh kerasa deh waktu direct selling, temen-temen TRENDI yang lain mengalami pula di RT masing-masing, beda dengan jaman HADE.
- Money Politics masih dominan, terutama kepada struktur aparat RW/RT dengan kontraprestasi yang cukup 'wah' oleh salah satu calon. Pengawasan dari KPUD dan Panwaslu ternyata lemah soalan ini, harapannya agar tetap ada proses hukum terkait politik uang, meskipun bisa jadi yang terkena delik calon yang memenangkan pilkada. Sebagai pendidikan politik dan pijakan yang bagus untuk pemilu mendatang.
- Masyarakat Sunda mempunyai budaya 'someah' atau ramah, murah senyum, suka basa basi atau ngobrol. Para calon harus memdapatkan poin ini untuk dapat dipilih.
- Kader PKS harus lebih 'nyunda' di tanah sunda, dalam pengertian terlibat lebih di masyarakat dan ramah. (Tapi kalau demen ngobrolnya itu loh aduh susyahhhhh bangeds....)
InsyaAllah Ramadhan segera menjelang, ramadhan ke-3 berkeluarga. Meskipun tiga-tiganya nyaris tidak dapat berkumpul bersama abah. Ramadhan pertama abah mengerjakan tugas di Medan, ramadhan kedua melahirkan di Batu, abah di Jakarta, ramadhan ketiga abah meneruskan studinya. Agak tidak ngeh bagaimana suasana ramadhan sekeluarga, insyaAllah semoga ramadhan yang lain bisa bersama.  Teman-teman terdengar sudah meneguhkan tekad dan menyiapkan rencana-rencana, untuk memperjuangkan pendapatan terbaik di bulan penuh rahmat. Tentu tak mau ketinggalan, BismilLah, menyusun niat, meneguhkan tekad menjalani Ramadhan yang terbaik. Meskipun yang sudah-sudah berujung sesal, karena seperti menyia-nyiakan Ramadhan, tidak sungguh-sungguh berjuang.  Seharusnya kali ini ibu lebih punya alasan, untuk lebih gigih di bulan Ramadhan. Sudah ada amanah yang ngegemesyyyiiinn. Investasi dunia akhirat. Ramadhan ini, mba nana insyaAllah akan melihat ibu lebih akrab dengan Al-Qur'an. Kalau sekarang pipinya sahaja yang mirip Muhammad Husein Thabathabai, mudah-mudahan sedikit-sedikit akan ada kemiripan lainnya di bidang Al-Qur'an. Tergantung emaknya nich, serius ga, serius ga, serius ga.... *)&^%$#@(*& ================================ Sebagai salah satu persiapan, dibawah ini kutipan Khutbah Rasulullah SAW menjelang Ramadhan, insyaAllah meski tiap tahun kita membacanya, tak akan ada kebosanan. Semoga menjadi peneguh langkah untuk beroleh sebanyak-banyak kebaikan di bulan Ramadhan. insyaAllah..amiinnn... Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya. Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin. Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.” Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain. Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
Semester lalu saya menjadi dosen luar biasa disebuah universitas swasta yang tertua di Bandung. Disebut dosen luar biasa karena bukan dosen atau pegawai tetap universitas tersebut. Saya mengajar mata kuliah ke-Informatika-an. Memang benar seperti banyak rumor tentang gaji dosen di negeri ini, kalau nerima slip gaji teh meni ngelus dada, keciiilll banged hi hi hi  bisa-bisa memang habis buat bensin, karena jarak kampus yang cukup jauh dari rumah, dari ujung ke ujung. Tetapi sekalinya berada dikelas, saya merasa sangat terlibat dengan mahasiswa. Saya bisa memberikan bab demi bab materi perkuliahan, sekaligus menanamkan berbagai wacana, menyiapkan jembatan korelasi mata kuliah mereka dengan praktek dunia nyata, agar setidaknya mahasiswa mendapat peta. Dan tentu saja, sebagaimana mata kuliah ke-IF-an dulu di ITB, saya memberikan tugas besar berkelompok, untuk memberikan kesempatan mahasiswa menambah keahlian di bidangnya. Walaupun resikonya nambah kerjaan mengoreksi tugas mahasiswa. Cukup terkejut sewaktu memeriksa berkas ujian akhir semester (UAS), seorang mahasiswa memberikan pesan pendek di akhir lembar jawabannya: Butuh nilai lulus, karena ingin 0 SKS. Agar TA nya lancar. Mohon maklum adanya karena keterbatasan waktu & biaya Makasih Bu. TTD Pertama kali yang terlintas di benak adalah, waduh ini mahasiswa main-main dengan mata kuliah saya. Enak aja gitu loh... Kemudian berangsur-angsur, seperti slide presentasi, banyak hal berkelebatan. Mulai dari masa-masa kuliah, lingkungan yang akademis, temen-temen yang intelek, forum-forum pembicaraan & diskusi yang ramai dan penuh antusiasme. Kuliah yang cukup membayar sekali di awal semester, dengan biaya yang terhitung terjangkau kala itu, karena perguruan tinggi negeri. Ah teman-temanku.. kalian sungguh beruntung! jago-jago, punya akses lebih terhadap banyak hal, hayoooo mana tanggung jawabnya, kontribusi dong kontribusi.. Sementara, mahasiswa swasta ini, membayar cukup mahal, secara umum juga kapasitas inputan kurang dari mahasiswa perguruan tinggi negeri, kadang menghadapi kuliah juga cukup kesulitan, akibatnya lama juga waktu kuliahnya, nanti kalau IPK nya tidak begitu tinggi, semakin kecillah daya saingnya sehingga terbataslah kesempatan kerjanya. Ternyata, apa yang saya alami ini, dialami pula oleh mairodi, temen kuliah abah, yang kebetulan untuk kepentingan memulai bisnisnya, dia sering bertandang ke rumah. Mairodi ini adalah MR.A di jurusan Teknik Fisika ITB angkatan 98, setiap semester IPK nya diatas 3,5. Mai juga menjadi dosen luar biasa di salah satu perguruan tinggi swasta di Bandung. Mengajar mata kuliah yang cukup horor, yaitu Kalkulus II, Mekanika dan Kontrol. Pilu juga hatinya, karena lingkungan akademis yang memang cukup berbeda dari kampusnya kuliah dulu. Bab integral dan diferensial saja begitu sulit diterima mahasiswanya. Nilai-nilai ujian juga cukup rendah, sehingga mairodi mengambil inisiatif kebijakan menggunakan sebaran rata-rata statistik dalam memberikan nilai akhir. Sebab jika memakai standar absolut misalnya >75 = A, maka tentu hampir-hampir tidak ada yang memperoleh A, hampir-hampir pula lebih separoh mahasiswanya tidak lulus mata kuliah. Mai mempertimbangkan betapa tingginya biaya kuliah mahasiswa swasta, kasihan pula jika tak lulus-lulus. Mai juga lebih banyak memotivasi mahasiswanya di setiap perkuliahan, ditanya masing-masing, apa orientasi hidupnya, apa tujuan kuliahnya, kemana langkahnya setelah kuliah. Kemudian dipesankannya, kalau mau nilai tinggi di kuliah, belajarlah baik-baik, kalau mau bisnis, bisnis yang betul. Ah mai, bijak juga kau rupanya... Kembali ke mahasiswa saya diatas, saya menjadi maklum dengan keadannya, tetapi tetap saya harus berusaha bersikap adil, karena ada sekian puluh mahasiswa lain dikelasnya, yang tentu mempunyai usaha dan kapasitas berbeda-beda. Untuk nilai akhir, saya kompilasikan nilai tugas, UTS, dan UAS, kemudian ditarik rata-rata kelas, dan kemudian daftar nilai akhir dapat dibuat. Akhirnya mahasiswa penulis pesan tersebut lulus, dengan nilai C. Dan saya pun berpikir untuk tidak menindaklanjuti pesan pendeknya. Kali lain, kalau di calling lagi menjadi dosen luar biasa, dan waktunya memungkinkan, tentu saya bersedia.... ada banyak hal yang ingin dilakukan lagi disana.
Singkat, Mba Dian Eka : ............ namun yang menjadi masalah, tetap saja para aleg perempuan belum maksimal bekerja dalam memperjuangkan hak dan kewajiban sebagai perempuan dalam bernegara serta perjuangannya kepada kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan. Bahkan di antara mereka perempuan hanya sebagai wujud fisik, akan tetapi jiwa laki-laki lebih mendominasi. ................... karena itulah muncul wacana pencerdasan politik kepada perempuan yang kelak duduk di legislatif adalah mereka yang jiwanya perempuan. atau mereka yang dalam kesehariannya memang bergaul dan berjuang mengurusi perempuan. ............................ DR.Dewi Fortuna Anwar : Kita seharusnya keluar dari pembahasan kuota 30% atau bukan 30% keterwakilan perempuan di parlemen, atau ranah politik. Yang perlu dikaji adalah bagaimana perspektif gender membawa perubahan. Apakah dengan keterwakilan perempuan ada perubahan terhadap isu-isu yang mempunyai ruh gender disana. Seperti apakah bumi dan lingkungan semakin ramah, anak-anak tercukupi gizi dan pengasuhan.......(kalimat D.F Anwar adalah cerita/diskusi dengan abah, diolah sendiri oleh penulis ).. ------------------------ Smart woman, beautifull minds, belum sempat elaborasi lebih jauh... hendak ber-week-end dengan serombongan pasukan perempuan, yang pasti bodorrrr....
Menyegarkan kembali ingatan, termasuk visi keluarga. Sedang mutaba'ah, terlalu banyak yang dilewatkan beberapa waktu ini...Harus merevisi kembali agenda, harus. Dikutip dari http://www.dakwatuna.com/2007/mendidik-anak-meraih-sukses-keluarga/Dalam memberikan pendidikan kepada anak, yang harus menjadi titik tekan adalah: 1. Mengikatnya dengan (suasana) Al-Qur’an 2. Menjadikannya terus menerus merasa dalam pengawasan Allah swt. 3. Menumbuhkan cinta kepada Nabi saw., keluarga dan para sahabatnya. Menjadikan mereka sebagai sumber panutan dan rujukan hidup 4. Membiasakannya mencintai segala hal yang diridhai Allah; dan menjadikanya benci terhadap yang dimurkai Allah. 5. Membekalinya dengan keterampilan memimpin dan berjuang. 6. Membekalinya dengan keterampilan hidup. 7. Membekalinya dengan keterampilan belajar. 8. Menjadikannya mampu menggunakan berbagai sarana kehidupan (sain dan teknologi).
Kemajuan teknologi digital termasuk teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berlangsung begitu cepatnya. Dari segi perangkat lunak maupun perangkat kerasnya, seolah-olah sebentar-sebentar selalu saja ada yang baru. Salah satunya teknologi telepon genggam yang semakin mengakomodasi berbagai kebutuhan dan gaya hidup, dari yang seneng bermusik, berkirim video, sampai admin jaringan, dapat memanfaatkan telepon genggam untuk menjalankan aktifitasnya. Teknologi perangkat kerasnya sangat mendukung, semakin cepat, semakin besar kapasitas, dan semakin murah. Tetapi layanan yang jalan diatas teknologi tersebut masih kurang bervariasi, ibarat jalan tol, tetapi yang lewat diatasnya masih becak, bemo, bajaj.. Layanan yang menggunakan SMS cukup banyak diiklankan, berbagai perusahaan Content Provider (CP) menawarkan berbagai layanan baik informasi religi, hiburan, quiz, musik hingga konten aneh-aneh yang justeru membanjiri layanan informasi SMS. CP berduit yang mampu bikin iklan di TV banyak mengiklankan layanan SMS ramal meramal, gosip Menggosip, quiz meng quiz, bentuknya macam-macam, dari mulai Ki dukun ini sampai Ki ramal itu yang meramalkan nomor handphone, tanggal lahir, peruntungan, cukup mengerikan. Ada pula quiz-quiz yang menawarkan hadiah-hadiah menggiurkan, dengan pertanyaan-pertanyaan konyol, aroma perjudian kental disini. Boleh percaya boleh tidak, layanan SMS sekonyol apapun, ada pasarnya, ada peminatnya. Dari sekian puluh juta pelanggan operator selular, selalu ada sekian nol koma nol sekian persen pasar layanan SMS tersebut. Itu sebabnya banyak CP membuat berbagai layanan, kalau satu layanan sekian puluh ribu pelanggan SMS harian, maka kalau sekian layanan maka sekian kali sekian puluh ribu pelanggan SMS harian untuk satu perusahaan CP. Apalagi dengan tarif premium seribu atau dua ribu rupiah, maka keuntungan CP tersebut setelah dipotong bagi hasil dengan operator seluler atau pihak ketiga, jika diakumulasi akan signifikan. Makanya yang bermodal ga sayang iklan jor-joran di TV, atau bikin kuis-kuis dengan ikon artis-artis. Tetapi semakin lama, banjir layanan konten SMS takhyul dan gosip dan semacamnya akan menjadi antiklimaks bisnis konten itu sendiri. Orang jadi jengah, publik memberi apresiasi buruk terhadap layanan konten SMS, apalagi sering dikomplain CP tidak memberikan informasi UNREG atau berhenti langganan konten SMS dengan lebih jelas atau lebih baik. Beberapa layanan konten SMS menawarkan langganan berita, tips ekonomi, keuangan, hadist, doa, dsj. Dan Halal Guide juga memiliki layanan konten SMS, ketik REG HG kirim ke 2425, berhenti ketik UNREG HG kirim ke 2425. Pelanggan SMS Halal Guide saat ini kurang lebih 20.000 membership. Tantangan buat Halal Guide apakah mampu memberikan layanan lebih baik, menjaring pelanggan lebih banyak di tengah persaingan bisnis konten, ataukah Halal Guide punya terobosan baru baik dari segi layanannya maupun media layanannya ? Plan : Content Provider for Corporate ----...... pangkalnya jauh ujungnya belum tiba (lyric Sekeping Hati)......----
Dalam sebulan saja, di Jakarta diberitakan lima orang meninggal dalam kecelakaan, kebanyakan sepeda motor, akibat jalan rusak atau berlubang. Kejadian naas berlangsung malam hari. Bagaimana tidak, jalanan rusak atau lubang bukan kecil saja, bisa sampai setengah lebar jalan. Apalagi jika hujan turun menggenang, maka lubang-lubang itu tak kelihatan. Jadi berkendaralah pelan-pelan. Namun ada kejadian juga, ketimpuk sama kendaraan atau motor lain yang sedang menghindari lubang.
Di Bandung demikian juga, musim penghujan yang terus berlangsung, memperparah jalanan yang telah rusak. Di TV lokal Jabar, juga diberitakan perihal jalan-jalan rusak ini. Beberapa jalan rusak atau berlubang yang pernah saya lewati adalah : Jalan masuk/keluar Cijambe (sepertinya baru ditambal kerikil-aspal), jalan di Dago Asri (ini parah polll padahal di depan rumah-rumah elitE), jalan Pungkur (katanya sampai ada yang meninggal), jalan masuk komplek-komplek Rancaekek (hati-hati ketika hujan, lubang tidak keliatan sama sekali), jalan Raya Cileunyi (ini jalan provinsi banyak kendaraan besar bis, truk antar kota, antar provinsi).
Nah, yang terakhir ini, di jalan Raya Cileunyi, hari Jum'at lalu saya dan abah ke Rancaekek dalam urusan ABRING, sekaligus juga silaturahmi ke rumah Mang (paman) abah. Mang yang satu ini keliatan 'dalam' pemikirannya, sepertinya cucokk berbagi berbagai hal dengan abah. Banyak hal kami dapatkan dalam obrolan, setelah urusan kripik dengan istrinya mang, kami pun pulang. Sudah pukul lima sore, lebih mungkin, hari kian gelap saja diliputi awan tebal pertanda hendak hujan.
Baru saja kita berjalan, hujan telah turun, cukup deras. Bergegas abah membungkus tasnya dengan jas hujan, karena ada Laptop barunya di tas itu. Tumben apik, katanya leubar laptop baru, mau dipake modal sekolah lagi, jadi kudu apik, ntar kalau laptopnya sudah lama akan keluar juga kebiasaannya, acuh.
Jalanan keluar komplek Rancaekek kencana bukan main.. bukan main rusaknya. Kami harus berkendara amat pelan, jalanan tergenang banjir sekitar 30-50 sentimeter, tak bisa keliatan lubang, akhirnya kami lolos ke jalan raya Cileunyi. Mampir sekejap membeli tahu sumedang, alhamdulillah menghangatkan perjalanan.
Hari menjelang malam, ditambah guyuran hujan, kendaraan-kendaraan berjalan lambat, cukup macet karena hujan dan air tergenang kurang lebih setengah meter. Dalam genangan, motor kerasa terganjal batu, oleng dan terjatuh ke kiri. Di tengah jalan dan genangan air, abah segera membetulkan posisi diri, saya nyebrang minggir ke jalan, tetapi motor tidak bisa di stater. Dalam keadaan lalu lintas padat, abah membawa motor agar bisa ke pinggir jalan yang tidak mengganggu pengendara lain. Kurang lebih 25 meter berjalan, kita menemukan tempat untuk nge-slag jalan lagi.
Alhamdulillah kita baik-baik saja dan tidak membuat kemacetan lalu lintas. Kepada otoritas, tolong diperhatkan jalanan rusak dan berlubang. Akan semakin rusak di musim hujan, jika tak segera dibetulkan.
Memang kudunya belajar kreatif memutar dagangan. ABRING Chips cuci gudang Ahad, 4 mei kemarin. Agar produknya tidak tersimpan di gudang dalam waktu lama (kalau begini kualitas bisa turun), dan sekalian sosialisasi makanan jenis 'baru'. Produk yang di-cuci gudang adalah kripik-kripik gurih, 4 item yaitu kripik ceker, paru, belut dan usus.
Kita jualan di Gasibu. Sekalian belajar, meskipun owner sebaiknya Go to the Detail. Bagi yang tidak tinggal di Bandung, Gasibu adalah lapangan, di depan gedung Gubernuran atau gedung Sate. Hari minggu biasanya dipakai joging,atau olahraga keluarga. Sekalian pula ratusan (atau bahkan ribuan) pedagang membuka lapak-lapak kecil atau besar menjajakan aneka barang dan makanan. Saling bersimbiosis, yang berolahraga merupakan pasar, sekaligus pedagang mempunyai daya tarik tersendiri, sehingga yang tak berniat olah raga pun tertarik datang untuk wisata belanja. Semakin menambah ramai saja.
Tidak banyak yang kita bawa, 70 pcs. Setelah shubuh, jam 5 pagi saya dan abah berangkat ke Gasibu, dengan membawa dua ero (tempat dari plastik yang seperti tempat naruh baju kering). Sesampai disana pedagang sedang menata barang dagangannya, belum begitu ramai. Saya mengambil tempat di depan gedung Telkom, di tengah-tengah jalan yang kira-kira kosong. Naruh kripik dalam dua ero. Sebelah kanan saya telah ada pedagang jilbab, sebelah kiri masih kosong, kemudian datang pedagang jilbab pula membawa dagangan dalam jumlah besar. Sekalian pula menjual dompet dan semacamnya. Di depan saya penjual sepatu, di belakang saya penjual bubur ayam. Sesudah kurang lebih 30 menit disana, datanglah 'bos' nya tempat tersebut, atau premannya, atau semacam itu. Rupanya pedangan di sebelah kiri kami protes karena tempat yg saya dudukin adalah 'tempat mereka' ^_^ Bang preman kemudian menyuruh kami mencari tempat lain, saya bilang, tempat ini sudah di kapling ya.. kok ga dari tadi saya dibilangin.. kata bang preman dia lagi sibuk diatas tadi. Memang berlaku 'konvensi' di tempat yang ramai seperti ini, jadi jangan main duduk aja he..he.. kecuali kalau tempatnya paling ujung atau tidak terlalu ramai. Tidak ada dasar hukumnya, hanya semacam pengertian tidak tertulis tentang siapa-siapa yang sudah 'terdaftar' dagang di tempat tersebut. Makanya ada raja rimbanya kan, tiap blok ada bang premannya ^_^
Alhamdulillah, pedagang asesoris yang baru datang di sebelah kanan kami berbaik hati, mempersilahkan kami di belakangnya, karena melihat juga bawaan kita cukup ringkas, tidak banyak. Akhirnya kami mendapat tempat, bersebelahan dengan tukang boneka, dan datang pula tukang cowet batu jauh dari Cipatat.
Dari sejak kami tiba sekitar pukul 5.15 hingga jam 7 pagi belum satupun dagangan terjual. Belum ada pula yang singgah di lapak kami. Kami tawarkan Ceker, baru di Bandung, tanpa tulang, rangu.. ceker, belut, paru, usus, bayah bayah.. Datang seorang nenek dan cucunya, bertanya, pergi.. datang pula ibu-ibu, bertanya pergi lagi..
Bang asesoris di belakang kami bertanya, apa tak ada tulisan yang menjelaskan dagangannya (maksudnya meni teriak-teriak dari tadi :D). Ada bang, itu dibawah, sekalian biar rame saja, begitu jawab saya. Bang asesoris bilang juga, kalau jual makanan yang sensasional (ga biasa maksudnya) bagus di Gasibu, orang suka tertarik, kayak dagangan ceker yang kita bawa ini. Mudah-mudahan ya Bang, Amiin...
Jam 8 semakin rame saja pengunjung berdatangan. Seorang Bapak menoleh ke lapak kami, memilih, pecah telor deh, beli 1 pcs ceker, 1 pcs paru, 1 pcs belut. Alhamdulillah. Datang lagi seorang Aa, 1 pcs belut. Kalau sudah begini jadi semangat, tambah dinaikin volume suaranya.. ceker..ceker, baru di Bandung, tanpa tulang, rangu.. belut paru usus bayah..bayah..
Datang lagi pembeli, datang lagi terus begitu.. hingga jam 8.30 datang keluarga (berlogat Minang), bertanya, milih, minta dikurangan harga lagi, kurangan lagi :D Dan akhirnya memborong 25 pcs kripik ABRING. Alhamdulillah..
Segera abah meminta saya berkemas kita pulang, padahal masih ada beberapa pcs lagi bayah, pengennya saya dihabiskan saja. Tetapi kata abah waktunya mepet, karena kita harus segera nganter katering rantangan. Kasian kan pelanggannya kalau nungguin sembari lapar.Di Gasibu sedikit sekali dikutip 'biaya', 2000 untuk parkir, 1000 ditarik oleh bang preman, 1000 ditarik oleh bank preman pula mungkin, tapi pakai karcis.
Terharu, meni terasa pisan, ...dan Dia berikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.. min haitsu laa yahtasib (At-Talaq:3) Dahulu, ketika bekerja di perusahaan, kurang 'ngeh' dengan ayat tersebut (serasa kurang syukur). Sekarang ketika belajar berdagang, meni kerasa pisan.. siapa pula yang melangkahkan kaki orang-orang itu membeli dagangan kita. Siapa pula yang menghantarkan orang-orang itu order.
========
Tips buat Reseller ABRING : - berdasarkan pengalaman, segmen paling kena adalah pekerja kantoran, tentu bisa diperluas lagi - kalau mau memperendah harga jual, salah satu caranya adalah memperkecil ukuran/porsinya - karena produknya unik, maka nilai keunikannya bisa disebutkan/diangkat
Siapa lagi yang daftar jadi Reselle ABRING ? kontak 0888-603-4082 email didinkaem@gmail.com
Untuk memperluas & memperbanyak akses mendapatkan produk-produk ABRING Chips, kami membuka peluang menjadi reseller produk ABRING. Melayani dalam dan luar negeri, partai besar, ekspor & eceran.
Produk Kripik Buah-buahan: Kripik nangka, mangga, nanas,rambutan, salak, apel, semangka, dll Pengolahan dengan Vacuum Fryer, tidak memakai minyak. Kemasan : 100 gram, 200 gram, 250 gram, atau sesuai permintaan Pembungkus: Aluminium Foil Kadaluarsa : 1 tahun
Aneka kripik gurih kualitas tinggi Kripik ceker, paru, belut, lele, usus, gendar, kentang, afghan pedes dll Kemasan : 100 gram, 200 gram, 250 gram, atau sesuai permintaan Pembungkus: Plastik 6 mm Kadaluarsa : 3-4 bulan
Abon Sapi Super rasa manis, pedes Abon Lele Super manis, pedes, bawang Kemasan : 100 gram, 200 gram, 250 gram, atau sesuai permintaan Pembukus : Plastik dobel 6 mm, keler/toples Kadaluarsa : 5-6 bulan
Kontak:0888-603-4082 email: didinkaem@gmail.com Yahoo ID: didinkaem
Saat tulisan ini diposting, sedang ramai dipublikasikan si Roti Bicara (BreadTalk) yang dipertanyakan (lagi) kehalalannya. Setelah kasus dua tahun lalu ramai, Roti Bicara memperoleh sertifikasi halal. Tetapi perlu diketahui bahwa sertifikat halal kadaluarsa setiap dua tahun, dan harus dilakukan proses-proses untuk memperoleh sertifikat halal kembali. Hal ini sebagai sarana kendali agar pemegang sertifikat halal tidak melalaikan aspek halalan-thoyyiban. Akan tetapi justeru, ada beberapa komentar publik yang 'menghujat' MUI (LP POM MUI), bukannya 'menuntut' Roti Bicara mensertifikasi halal. Dibawah ini adalah postingan di milis Halal-Baik-Enak, sebagai tanggapan singkat saya : === Assalamu'alaykum wr.wb. Soalan BreadTalk yang belum memperbaharui lagi sertifikat halalnya, dan kemudian MUI (LPPOM MUI) -nya yang 'diserang' oleh beberapa pandangan publik, sungguh memprihatinkan. Sedikit urun pandangan, Saya menganggap kasus diatas --salah satunya-- adalah soalan 'pemenangan' wacana di publik. LP POM MUI tentu telah memiliki seperangkat sistem sertifikasi halal yang --selama ini-- cukup teruji. Alangkah lebih terakselerasi kalau semakin banyak suara, konten-konten, pengetahuan, wacana, press release, perbincangan, isu, counter opinion, dan sejenisnya, tentang Halal Life Style yang berada di titik-titik informasi yang bisa diakses publik. Terutama saat ini yang paling sering dipertanyakan soalan Foods Drugs Cosmetics. Harapan saya, corong informasi & sosialisasi LP POM MUI lebih beragam, mudah diakses, dan 'bertaji'. Banyak peran yang bisa diambil oleh banyak fihak, diantaranya mungkin: - LP POM MUI sangat kita harapkan seseringnya mengeluarkan Press Release yang official dalam ruang lingkup wewenang dan tugasnya, apalagi untuk hal-hal yang menyangkut kebutuhan umat akan 'keselamatan' produk konsumsinya. (Kok saya berasumsi rakjat umat Islam siap mendukung LP POM MUI ^_^) - Pengelolas situs Halal Guide (dan situs sejenis) lebih meningkatkan kualitas (dan kuantitas) layanannya. (sambil nunjuk ke diri sendiri :D) Sehingga semakin terakses luas, lebih mudah dan mutakhir. - Manfaatkan media maya (internet) sebaik-baiknya. Ada komunitas blogger yang powerful untuk berbagi wacana. Semakin banyak konten Islami (Halal Life Style) yang ditulis, semakin mudah orang mengakses. (baik karena nyasar maupun gugling :D) FYI, banyak bangeds ibu-ibu Multiply en blog-blog lain yang ternyata juga pembuat dan pedagang aneka kue dan penganan. Kebayang kalau beliau-beliau ini difasilitasi pengetahuannya tentang bahan-bahan halal, dipertemukan dengan vendor (supplier bahan) dst..dst..dst.. - Halal Watch, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, apa lagi, apa lagi, hayo hayo kita akselerasi berkiprah di wilayah masing-masing, biar rame ^_^ wassalam, Ibu Didin Pengelola www.HalalGuide.info NB: Halal Guide juga akan bikin akun di multiply, biar makin lengket dg banyak komunitas ^_^
Senaja, saya 'menahan' perempuan itu lebih lama di Bandung. Alhamdulillah beliaunya juga mau 'menahan' diri lebih lama ^_^ Meskipun mungkin cucu beliau yang lain sudah kangen, atau aktifitas kemasyarakatannya yang juga sudah beliau kangenin. Bukannya saya hendak mengajaknya jalan-jalan kemana-mana, meskipun pengen juga. Tetapi saya hendak berguru lagi terutama tentang kecekatan beliau dalam bekerja (trengginas). Saya membutuhkan latihan soal (ato best practise gitchu ^_^) tentang bagaimana perempuan menata urusannya agar beres ^_^ Beliau seorang ibu sekaligus wanita bekerja/berpenghasilan dari menjalankan kebun & ladang warisan orang tuanya serta kebun hasil pembelian setelah menikah. Dalam banyak hal urusan kerumahtanggan, sepanjang ingatan saya dapat saya simpulkan, beres. Dalam pengelolaan keuangan, dapat saya ingat juga beres. Seperti kata petuah, Bergurulah pada Guru, bukan pada Buku ^_^ (tanpa menyampingkan buku loh  ) Karena saya khawatir dan tak hendak memiliki perasaan sebagai perempuan paling sibuk di dunia karena mengurus anak dan ditail-ditail rumah tangga  . Pun, saya tak mau juga merasa perempuan paling dinamis dan sibuk di dunia karena berpenghasilan. Sehingga dengan perasaan-perasaan itu maka (biasanya) keluhan demi keluhan akan mudah keluar. Meskipun terkadang juga ada ^_^ Saya ingin belajar menunaikan kewajiban  Beberapa hal yang saya pelajari sampai saat ini: - Bangun lebih malam, apalagi jika ingin keluar rumah lebih pagi, harus dibereskan urusan lebih pagi lagi - Anak bangun diberi ASI, jam 6 pagi sudah selesai dimandiin, makanan untuk si kecil sudah disiapin, jangan lupa diminumin madu. - kerja paralel, sembari masak, alat masak yang sudah selesai langsung dicuci. Selesai masak peralatan dapur ikutan bersih. - belanja untuk dapur jangan tiap hari, bisa dirapel. Sehingga sore atau malam kalau ada waktu bisa dicicil/disiapin dulu yang akan dimasak pagi harinya. - Baju kotor taruh di bak cuci, jangan bergelantungan di kamar, biar yang nyuci langsung tau kalau ada cucian. - Kalau ada keperluan di luar rumah untuk pekerjaan, berangkat lebih pagi. Sehingga bisa pulang lebih siang (ini mah karena sayanya wiraswasta ^_^). Kalau pagi anak sudah bersih, kenyang, ditinggalin pas jamnya tidur, main. Jam 2 keatas biasanya kangen mimik. - Bekerja fokus, yang harus dilakukan mana saja, dipentingkan, jangan kemana-mana. - Sampai rumah cuci tangan, kalau perlu ganti baju, raih anak. - Rajin berdoa, rajin puasa apalagi kalau dah punya anak (toweng  ) Lupa lagi.. to be continued..
Assalamu'alaykum wr.wb.
MUTIARA CATERING hadir memberikan kemudahan untuk memilih dan menghidangkan sajian terbaik bagi Anda yang sedang menyelenggarakan acara atau kegiatan seperti Office Lunch Box, Meeting, Buka Bersama, Aqiqah, Reuni, Wisuda, Prom Night, Pelatihan, Seminar, serta berbagai acara kelembagaan atau kemahasiswaan untuk wilayah Bandung dan sekitarnya, diantar sampai ke tempat.
Kami menyediakan menu yang bervariasi yang dapat anda sesuaikan untuk kebutuhan acara Anda. Dengan tiga pilihan yaitu Tipe A Rp.7000,-/box, Tipe B Rp.10000,-/box dan Tipe C Rp.15.000,-/box
Menerima rantangan untuk rumahan atau anak kostan. Harga rantangan mulai 20.000 - 35.000.
Menu dapat didiskusikan berkenaan dengan budget/dana yang tersedia. Menu masakan juga dapat ditambahkan sesuai keinginan.
Harga dapat berubah sewaktu-waktu. Untuk informasi lebih lanjut hubungi MUTIARA CATERING
Ibu Didin 0888-603-4082 didinkaem@gmail.com Yahoo ID: didinkaem
| |