didin's posts with tag: mba nana

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag mba nana
Blog EntryUsia Mba Nana yang Kesatu TahunJul 16, '08 9:19 PM
for everyone
Jauh sebelumnya, ibu berpikir beberapa kali, untuk memutuskan apakah ada acara khusus di hari ulangan tanggal kelahiran mba nana yang pertama. Nilai rasa sebuah acara ulang tahun baru-baru ini saja terbangun. Ibu lahir dan besar dalam didikan kampung. Tidak pernah ada perayaan ulang tahun untuk ibu, baik yang pertama, selanjutnya, maupun yang ketujuhbelas. Semua hari itu berlangsung biasa saja, dan anak-anak sepermainan pun juga tak banyak yang ngeh dengan acara ulang tahun.

Ibu menanyakan ke abah perihal ini. Menurutnya kurang lebih begini: kalau dari tinjauan syariah, tidak ada tuntunan mengenai acara ulang tahun. Kalau momentum perenungan untuk muhasabah atas umur yang bertambah, sebenarnya setiap hari usia bertambah, berarti setiap hari adalah momen perenungan, dan lagi mba nana sekarang tentu belum bisa merenung  Tetapi di budaya ibu hidup sekarang (di kota), acara ulang tahun (saling memberi ucapan, kado, makanan) mendapatkan apresiasi yang baik, sebagai bentuk perhatian dan menghidupkan silaturahmi. Pada umumnya juga orang senang diingat hari ulang tahunnya, diberi ucapan selamat, atau kado. Untuk ulang tahun mba nana yang kesatu ini, ibu boleh membuat acara, asal jangan isrof (berlebihan) selanjutnya cukup antara kita sebagai orang tua dan anak saja.

Maka pada rabu, 16 Juli 2008, di hari ulang tahun mba nana yang pertama, ibu membuat makanan untuk dibagikan kepada tetangga yang berkekurangan, dan tetangga sederetan jalan. Nasi putih & kuning, tak bertema, campur-campur agar dapat disantap sekeluarga anak-anak dan orang tua. Dengan ubo rampe: chicken katsu, sambel goreng kentang, tumis buncis cabe ijo, mi goreng, telur suwir, abon, dan sambel oncom serta bonteng sbg pelengkapnya. Dialas daun pisang ditaruh besek agar mudah diantar-antar. Semoga berkenan.

Alhamdulillah, jazakumullah, hatur nuhun, terima kasih.. mba nana mendapat banyak perhatian dan kado-kado. Dari aki mainan gerobak baso goyang lidah, dari enin piyama dan singlet, dari uwak yuke odong-odong, dari keluarga buah batu baju dan kaos-kaos serta mainan. Dan dari ibu DVD player, biar nonton video bisa lebih asyik, ga di notebook ibu lagi. insyaAllah, akan ada hari (yang lebih) ibu istimewakan buat mba, bukan ulang tahun 

Blog EntrySufor Jaga-jagaJul 14, '08 10:08 PM
for everyone
Beginilah kalau ibu-ibu kurang ilmu, jadi berabe ngurus anak. Kali ini soal susu. Di usianya yang satu tahun (insyaAlloh besok), ibu dah berencana pilih susu tertentu untuk tambahan asupan susu, yang katanya oke banged sesuai namanya yang pakai embel-embel Royal. Sebenarnya sehari-hari frekuensi pemakaian susu formula amat jarang, Alhamdulillah Allah beri kemudahan, mba nana bisa ASI kapanpun dia mau. Mba dibikinin sufor jika siang ibu tidak ada di rumah lebih dari tiga jam (kadang-kadang kalau dagang atau miting ga bisa bawa anak, miting apaaan nih). Jadi dalam seminggu mungkin sekali atau dua kali, itupun sering terbuang ga dihabisin. Ibu siasatin beli yang kemasan terkecil 150 gram, dalam dua minggupun teteup aja ngebuang lagi-ngebuang lagi. Jadi sebenarnya ngebeli untuk dibuang, pemborosan

Bahkan di catatan perkembangan terakhir, ibu masih menuliskan mau coba sufor tertentu sebagai cadangan/jaga-jaga kalau ibu siang kudu ada acara, yang harganya sekaleng 900 gram --saat ini-- 160 ribuan. Sampai dini hari ini ketika ibu menimba ilmu kesana kemari di jagad maya di sini, di sini, disini dan beberapa lagi, ternyata oh ternyata, ibu teh ga harus serepot itu memikirkan sufor tambahan. Karena pola makan dan jenis asupan yang ibu berikan selama ini dah oke, dah memadai gitchu loh.. (yahhh... selama ini ibu keder diomelin orang-orang kalau ga nyediain sufor)

Ibu mengingat-ingat lagi, ibunya ibu (mba putri) di kampung dulu ngasih ASI dan makanan pendamping ke bayinya, setelah disapih (2 tahun) diberikan susu sapi segar yang dibeli di peternakan sapi tetangga sebelah, namanya juga di kampung, tinggal bawa mug besar beli susu segar tiap pagi. Pertanyaan ibu (ibunya mba nana) adalah apakah pencernaan bayi cukup kuat diberi susu sapi murni (istilahnya whole milk). Kalau bukti empiris, ya tiga-tiga anaknya mbah putri oke-oke saja. Tapi ibu kan lebih intelek dari mbah (walopun mungkin ga lebih cerdas dr mbah) jadi harus punya informasi yang lebih lengkap dong. Ibu cari info ke sana kemari...

Kesimpulannya kurang lebih:

# Susu terutama memenuhi kebutuhan kalsium, jadi bagus minum susu. Tetapi asupan gizi dari sayur, protein, buah, karbohidrat tidak dapat begitu saja digantikan susu. Jadi tentu ga bener kalau minum susu ga makan gpp, atau kalo dah 6 botol sehari ga makan gpp

# Kandungan sufor yang ditambahkan zat macam-macam, terutama adalah strategi pemasaran, tidak terlalu signifikan. Susu itu sendiri sudah mengandung segala kebaikan nilai susu. Jadi jangan mudah termakan iklan.

# Anak satu tahun keatas sudah mendapat asupan gizi yang cukup variatif, bahkan mungkin sudah makan makanan orang dewasa, maka konsumsi susu (tambahan) justru berkurang, kata dokter jadi 300-400cc perhari. Variasi susu bisa dari yoghurt, keju, ice cream.

# Hanya di Indonesia susu mempunyai banyak kategori: susu formula 1, susu formula 2, susu formula 3, susu anak,susu dewasa, susu lansia. Umumnya di berbagai negara, susu hanya dikategorikan menjadi dua yaitu susu formula untuk bayi dibawah 1 tahun yang tidak mendapatkan ASI, dan susu umum yaitu susu sapi atau whole milk, baik yg murni maupun diproses. Jadi susu dinyatakan relatif SAMA untuk usia diatas 1 tahun, kalau ada tambahan zat macam-macam, itu tidak signifikan. Yg lebih siginifikan adalah menyesuaikan kebutuhan antara susu rendah lemak, dan susu penuh lemak/full cream. Kata teman di luar negeri anaknya dilatih minum susu murni, karena adanya juga itu.

# Mba nana mendapat asupan makan berimbang 3 kali sehari, dengan dua kali selingan, dan ASI sepuasnya. Apalagi mba sekarang doyan yoghurt dan es krim. Jadi sayang juga kalau ibu buang-buang persediaan sufor. Jadi bagaimana kalau ibu coba susu UHT ? semoga mba doyan dan tidak alergi, dan ibu bisa mengalokasikan anggaran sufor untuk yang lain

Blog EntryRevisi Agenda Tarbiyatul AuladJun 26, '08 11:31 PM
for everyone
Menyegarkan kembali ingatan, termasuk visi keluarga. Sedang mutaba'ah, terlalu banyak yang dilewatkan beberapa waktu ini...Harus merevisi kembali agenda, harus.
 
Dikutip dari http://www.dakwatuna.com/2007/mendidik-anak-meraih-sukses-keluarga/

Dalam memberikan pendidikan kepada anak, yang harus menjadi titik tekan adalah:

1. Mengikatnya dengan (suasana) Al-Qur’an

2. Menjadikannya terus menerus merasa dalam pengawasan Allah swt.

3. Menumbuhkan cinta kepada Nabi saw., keluarga dan para sahabatnya. Menjadikan mereka sebagai sumber panutan dan rujukan hidup

4. Membiasakannya mencintai segala hal yang diridhai Allah; dan menjadikanya benci terhadap yang dimurkai Allah.

5. Membekalinya dengan keterampilan memimpin dan berjuang.

6. Membekalinya dengan keterampilan hidup.

7. Membekalinya dengan keterampilan belajar.

8. Menjadikannya mampu menggunakan berbagai sarana kehidupan (sain dan teknologi).

Blog EntryCinta Bersemi Sedari MulaMay 9, '08 6:41 PM
for everyone
Mungkin ada juga benarnya kata sebagian orang bahwa anak perempuan lebih cenderung kepada bapaknya, mungkin kemiripannya atau sifat-sifatnya. Tanpa disadari, sayapun lebih punya banyak kemiripan dengan Bapak.

Demikian halnya mba nana, she looks like her father a lot ^_^
the way she observes, the way she moves, sleeps...

Setiap hendak tidur, mereka bermain asyik sekali, hingga akhirnya lelah, dan mba pun mendekat ke sisi ibu, mimik beranjak tidur.

Mba telah dapat memanggil bah..abah.. hingga abahnya suka terharu mendengar suara panggilannya yang merdu.

Malam, ketika tak dijumpainya abah untuk bermain sebelum tidur, nampak gelisah saja. Berguling kesana kemari, bah..abah. .dipanggilnya. Kalau ibu menyebut abah ditengoknya ke pintu kalau-kalau abah datang.

Blog EntryASI Desa dan ASI KotaOct 24, '07 1:13 AM
for everyone
Di hari-hari ini semakin banyak saja ibu-ibu yang sadar dan peduli untuk memberikan ASI terutama menyusui eksklusif selama 4-6 bulan. Berbagai seminar digelar, brosur-brosur, tabloid, majalah, iklan di TV saling mendukung kampanye menyusui eksklusif. Kesuksesan ini juga diatributkan untuk Ibu Utami Rusli yang bisa dikatakan lokomotif gerakan menyusui eksklusif (dan sekarang sedang mengkampanyekan menyusui dini).

Ibu-ibu muda masa kini bersiap-siap menyusui eksklusif, membaca banyak bahan, berdiskusi, dan menyediakan berbagai fasilitas pendukungnya. Yang berkarirpun tak ketinggalan, dengan ASI perasan, menyusui eksklusif tetap bisa dijalankan. Kabarnya ada ibu direktur yang menyewa satu lantai perkantoran agar dekat dengan bayinya sehingga bisa mencurahkan perhatian dan memberikan ASI ditengah kesibukan. Artis-artis pun semakin banyak yang sadar memberikan ASI. Artis ini dijadikan ikon kampanye menyusui eksklusif. Di masa kini, menyusui eksklusif menjadi bagian gaya hidup. Tentunya Baby Care / Day Care semakin cerah prospek bisnisnya ^_^

Ibu-ibu muda yang teredukasi atau yang memiliki akses informasi tentu telah mengantongi keyakinan akan berbagai manfaat ASI. Terutama menyusui eksklusif 4-6 bulan. Ibu-ibu ini sebagian besar berada di perkotaan, atau ibu-ibu yang mengenyam pendidikan tinggi. Disamping berbagai kebaikan untuk kesehatan fisik dan perkembangan psikologis bayi, dengan menyusui eksklusif, ibu-ibu ini mendapatkan kebanggaan. Hari ini menyusui eksklusif cukup bergengsi. Tentunya kita semua berbahagia dengan fenomena ini. Karena kebaikan-kebaikan yang diperoleh ibu dan bayi serta rasa hormat dan penghargaan dari suami dan keluarga ^_^

Hal menarik ini telah lama akrab dengan ibu-ibu di desa. Umumnya ibu-ibu desa akan 'otomatis' menyusui anaknya baik itu ibu rumahan maupun ibu desa berkarir (menarik juga kalau nanti karir ibu desa dibicarakan ^_^).

Meskipun tidak tahu secara detail (dan ilmiah) tentang kebaikan ASI, ibu desa percaya apabila anak tidak disusui akan sawan (gampang sakit-sakitan). Ibu-ibu desa juga merasa mempunyai kewajiban menyusui anak terutama untuk alasan ekonomi. Dengan ASI, maka bapak-bapak sangat terbantu, tentu karena harga susu formula yang hampir sulit dijangkau oleh mereka. Ibu desa akan sedih dan merasa bersalah membebani ekonomi keluarga jika ASI nya gagal keluar atau anak tidak berselera pada ASI. Sebab itu pula ibu desa berusaha merawat ASI sebaik-baiknya hingga dapat menyusui hingga dua tahun. Terlihat tangan ibu yang baru melahirkan berwarna kuning. Pertanda memeras jamu. Ramuannya sangat mudah, saya sudah mencobanya. Kunyit, kencur, pucuk daun jambu, pucuk daun beluntas, pucuk daun simbukan, asam jawa, sedikit garam, sedikit gula dan air. Cuci bersih, tumbuk, peras dan minum. Takarannya mah semau-maunya saja, sejumput sejumput juga boleh. Alhasil, ASI jadi seger, menghilangkan bau badan ibu dan bayi, bayi lebih lahap, pencernaan bayi lebih baik, dan ibu juga doyan makan he..he..

Sayangnya kalau di desa, meskipun memakai ASI, bayi baru lahirpun sudah diberikan makanan tambahan seperti lotek pisang, atau lotek nasi. Ada yang beralasan agar bayi tetap kenyang sehingga tidak rewel, karena ibu harus bekerja di dapur, di pasar, atau di sawah. Khawatirnya pencernaan bayi baru lahir masih terus menyempurnakan diri, sehingga kasihan juga jika dipaksa langsung makan makanan selain ASI.

Jadi kalau di desa titik kritisnya pada bayi baru lahir yang sudah diberi makanan lotek. Kalau di kota titik kritisnya pada 'ASI eksklusif minded' 4-6 bulan, bulan selanjutnya --kebanyakan-- tidak begitu concern lagi memberi ASI. Mungkin kalau Bu Utami kampanye lagi soal ASI plus makanan tambahan bisa jadi ibu kota lebih semangat memberi ASI pasca 6 bulan ^_^

Kalau mba nana ASI desa apa ASI kota ?
mmmhhh sesuai kebutuhan mba na aja deh, kalau masih cukup ASI saja ya pake ASI saja, kalau waktunya ditambah ya ditambah..  (diplomatis sekali :D)

LinkCatetan Mba NanaSep 13, '07 7:52 PM
for everyone
Link: http://mbaknana.wanakalapa.net

langkah-langkah kecil ^_^

Blog EntrySelapan Cinta IbuAug 22, '07 7:07 AM
for everyone
Kalau di kampung (Jawa) selapan berarti 36 hari usia bayi. Usia yang menganggap ibu dan bayi sudah cukup 'kuat' dan 'normal'. Sehingga misalnya, bayi boleh dibawa jalan-jalan abis subuh keliling kampung (padahal udara di Batu brrrrrr...), usia dimana ibu sudah boleh keluar rumah untuk belanja dan aktifitas harian lainnya. 20 Agustus lalu mba Na selapan, tubuhnya cukup berisi 3750gr-58cm. Mbah membagikan sedekah nasi (dan lauknya tentu :D) ke tetangga sekitar.

Seminggu setelah kelahiran Mba Na masih merupakan hari yang -cukup- melelahkan bagi semua orang ^_^ Abah mendampingi ibu 4 x 24 jam di rumah sakit (jazakalloh ya abah..) kondisi ibu lemah dan tidak stabil apalagi dengan polah ibu yang grudak gruduk ga bisa kalem he..he.. Hari ke-5 ibu dan mba Na pulang, abah kembali ke Jkt (hiks). Untuk memberi ASI mba Na dipegangin mbah sementara ibu duduk nyandar, kasihan deh mba Na nya pasti kelelahan posisi begitu, mbah juga capek, ibu juga apalagi kalo malam he..he..

Setelah aqiqah hari ke-7 Alhamdulillah kondisi ibu cepat membaik, meskipun masih ada luka operasi. Sehingga ibu bisa sendiri memberi ASI. Mba Na sudah mempunyai reflek menghisap tangan atau jari-jarinya kalau lapar (subhanalloh ya.. ini ilmu Alloh yg diinstalkan). Gadis kecil baik hati ini mungkin tau ibunya masih pemulihan pasca operasi jadi tidak rewel ^_^ klo kata abah mba Na cukup qonaah he..he.. nangisnya sebentar aja klo pas basah, eek, atau minta ASI. Ibu jadi belajar klo bayi cepat 'ditangani' tidak akan jadi rewel. Mba Na sudah punya jadwal bangun malam, kurang lebih tiap tiga jam. Sikap mba Na yang cukup nrimo ini suka bikin ibu terenyuh ^_^

Sekarang mba Na punya kosakata eh..eh.. heu..heu..eerrggh...aarrghhh. Penglihatannya semakin jelas, jadi sudah bisa ngeliat ibu dan mengikuti gerak pindah ibu. Mba Na suka sama boneka Galileo (yg indosat tea). Kadang klo ibu ke belakang, Galileo  menemani mba Na yg lagi melek.

dah adzan... udahan dulu...  

robbana hablana min azwajiina wa dzurriyatina qurrota a'yun wa ja'alna lil muttaqiina imaama..

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.