didin's posts with tag: mutiara-mutiara

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag mutiara-mutiara
Blog EntryBersiap Ramadhan ke-3Aug 8, '08 4:38 AM
for everyone
InsyaAllah Ramadhan segera menjelang, ramadhan ke-3 berkeluarga. Meskipun tiga-tiganya nyaris tidak dapat berkumpul bersama abah. Ramadhan pertama abah mengerjakan tugas di Medan, ramadhan kedua melahirkan di Batu, abah di Jakarta, ramadhan ketiga abah meneruskan studinya. Agak tidak ngeh bagaimana suasana ramadhan sekeluarga, insyaAllah semoga ramadhan yang lain bisa bersama.

Teman-teman terdengar sudah meneguhkan tekad dan menyiapkan rencana-rencana, untuk memperjuangkan pendapatan terbaik di bulan penuh rahmat. Tentu tak mau ketinggalan, BismilLah, menyusun niat, meneguhkan tekad menjalani Ramadhan yang terbaik. Meskipun yang sudah-sudah berujung sesal, karena seperti menyia-nyiakan Ramadhan, tidak sungguh-sungguh berjuang.

Seharusnya kali ini ibu lebih punya  alasan, untuk lebih gigih di bulan Ramadhan. Sudah ada amanah yang ngegemesyyyiiinn. Investasi dunia akhirat. Ramadhan ini, mba nana insyaAllah akan melihat ibu lebih akrab dengan Al-Qur'an. Kalau sekarang pipinya sahaja yang mirip Muhammad Husein Thabathabai, mudah-mudahan sedikit-sedikit akan ada kemiripan lainnya di bidang Al-Qur'an. Tergantung emaknya nich, serius ga, serius ga, serius ga.... *)&^%$#@(*&

================================
Sebagai salah satu persiapan, dibawah ini kutipan Khutbah Rasulullah SAW menjelang Ramadhan, insyaAllah meski tiap tahun kita membacanya, tak akan ada kebosanan. Semoga menjadi peneguh langkah untuk beroleh sebanyak-banyak kebaikan di bulan Ramadhan. insyaAllah..amiinnn...

Khutbah Rasulullah Menjelang Ramadhan

Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.

Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”

Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.


Blog EntryUsia Mba Nana yang Kesatu TahunJul 16, '08 9:19 PM
for everyone
Jauh sebelumnya, ibu berpikir beberapa kali, untuk memutuskan apakah ada acara khusus di hari ulangan tanggal kelahiran mba nana yang pertama. Nilai rasa sebuah acara ulang tahun baru-baru ini saja terbangun. Ibu lahir dan besar dalam didikan kampung. Tidak pernah ada perayaan ulang tahun untuk ibu, baik yang pertama, selanjutnya, maupun yang ketujuhbelas. Semua hari itu berlangsung biasa saja, dan anak-anak sepermainan pun juga tak banyak yang ngeh dengan acara ulang tahun.

Ibu menanyakan ke abah perihal ini. Menurutnya kurang lebih begini: kalau dari tinjauan syariah, tidak ada tuntunan mengenai acara ulang tahun. Kalau momentum perenungan untuk muhasabah atas umur yang bertambah, sebenarnya setiap hari usia bertambah, berarti setiap hari adalah momen perenungan, dan lagi mba nana sekarang tentu belum bisa merenung  Tetapi di budaya ibu hidup sekarang (di kota), acara ulang tahun (saling memberi ucapan, kado, makanan) mendapatkan apresiasi yang baik, sebagai bentuk perhatian dan menghidupkan silaturahmi. Pada umumnya juga orang senang diingat hari ulang tahunnya, diberi ucapan selamat, atau kado. Untuk ulang tahun mba nana yang kesatu ini, ibu boleh membuat acara, asal jangan isrof (berlebihan) selanjutnya cukup antara kita sebagai orang tua dan anak saja.

Maka pada rabu, 16 Juli 2008, di hari ulang tahun mba nana yang pertama, ibu membuat makanan untuk dibagikan kepada tetangga yang berkekurangan, dan tetangga sederetan jalan. Nasi putih & kuning, tak bertema, campur-campur agar dapat disantap sekeluarga anak-anak dan orang tua. Dengan ubo rampe: chicken katsu, sambel goreng kentang, tumis buncis cabe ijo, mi goreng, telur suwir, abon, dan sambel oncom serta bonteng sbg pelengkapnya. Dialas daun pisang ditaruh besek agar mudah diantar-antar. Semoga berkenan.

Alhamdulillah, jazakumullah, hatur nuhun, terima kasih.. mba nana mendapat banyak perhatian dan kado-kado. Dari aki mainan gerobak baso goyang lidah, dari enin piyama dan singlet, dari uwak yuke odong-odong, dari keluarga buah batu baju dan kaos-kaos serta mainan. Dan dari ibu DVD player, biar nonton video bisa lebih asyik, ga di notebook ibu lagi. insyaAllah, akan ada hari (yang lebih) ibu istimewakan buat mba, bukan ulang tahun 

Blog EntryAda yang SendiriJul 4, '08 9:54 PM
for everyone
dia memang suka menyendiri
dia juga sering berjuang sendirian
dia mengecap rasa juga sendirian
mungkin itu sebabnya, di alam batinnya
dia senang berdialog dengan Tuhannya
juga sendirian
dia memang lebih senang tidak diganggu

dulu dia berpikir bahwa takdirnya adalah sendiri
aneh, padahal dia tak pernah sendiri
lama-lama dia mengharap bahwa dia tidak sendiri
ah dia terlalu berharap, kasian
lama-lama dia juga merasakan bahwa dia sebenarnya
sendiri
sekarang dia benar-benar sendiri
sendiri yang sebenarnya

berbahaya
harapannya telah melambungkannya
tapi kenyataan telah menjatuhkannya
ah kasian
dia ingin merusak dirinya
tapi bodoh
dia hanya ingin cari perhatian
ah kasian

** kalau sendirinya Abu Dzar Al Ghifari ? Allah memuliakannya

Category:Other
Singkat,

Mba Dian Eka :
............
namun yang menjadi masalah, tetap saja para aleg perempuan belum maksimal bekerja dalam memperjuangkan hak dan kewajiban sebagai perempuan dalam bernegara serta perjuangannya kepada kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan. Bahkan di antara mereka perempuan hanya sebagai wujud fisik, akan tetapi jiwa laki-laki lebih mendominasi.
...................
karena itulah muncul wacana pencerdasan politik kepada perempuan yang kelak duduk di legislatif adalah mereka yang jiwanya perempuan. atau mereka yang dalam kesehariannya memang bergaul dan berjuang mengurusi perempuan.
............................

DR.Dewi Fortuna Anwar :
Kita seharusnya keluar dari pembahasan kuota 30% atau bukan 30% keterwakilan perempuan di parlemen, atau ranah politik. Yang perlu dikaji adalah bagaimana perspektif gender membawa perubahan. Apakah dengan keterwakilan perempuan ada perubahan terhadap isu-isu yang mempunyai ruh gender disana. Seperti apakah bumi dan lingkungan semakin ramah, anak-anak tercukupi gizi dan pengasuhan.......(kalimat D.F Anwar adalah cerita/diskusi dengan abah, diolah sendiri oleh penulis )..

------------------------
Smart woman, beautifull minds, belum sempat elaborasi lebih jauh...
hendak ber-week-end dengan serombongan pasukan perempuan, yang pasti bodorrrr....

Blog EntryRevisi Agenda Tarbiyatul AuladJun 26, '08 11:31 PM
for everyone
Menyegarkan kembali ingatan, termasuk visi keluarga. Sedang mutaba'ah, terlalu banyak yang dilewatkan beberapa waktu ini...Harus merevisi kembali agenda, harus.
 
Dikutip dari http://www.dakwatuna.com/2007/mendidik-anak-meraih-sukses-keluarga/

Dalam memberikan pendidikan kepada anak, yang harus menjadi titik tekan adalah:

1. Mengikatnya dengan (suasana) Al-Qur’an

2. Menjadikannya terus menerus merasa dalam pengawasan Allah swt.

3. Menumbuhkan cinta kepada Nabi saw., keluarga dan para sahabatnya. Menjadikan mereka sebagai sumber panutan dan rujukan hidup

4. Membiasakannya mencintai segala hal yang diridhai Allah; dan menjadikanya benci terhadap yang dimurkai Allah.

5. Membekalinya dengan keterampilan memimpin dan berjuang.

6. Membekalinya dengan keterampilan hidup.

7. Membekalinya dengan keterampilan belajar.

8. Menjadikannya mampu menggunakan berbagai sarana kehidupan (sain dan teknologi).

Blog EntryKeterbatasan AksesJun 8, '08 6:57 PM
for everyone
Satu dua kali saya menjumpai mba Larti sedang membaca koran bekas di depan kamarnya. Saya memintanya membaca buku-buku atau majalah yang ada di rak buku. Tipikal orang --pedalaman-- Jawa, pemalu, maka saya berikan setumpuk majalah Tarbawi, Ummi, dan Annida untuk ditaroh di kamarnya. Saya fikir mungkin mba Larti akan lebih  menyukai bacaan-bacaan seperti itu sekarang, daripada buku-buku saya atau abah yang lain, mungkin nanti, semoga. Maka setiap selesai pekerjaannya, atau menunggui mba nana yang tertidur di kereta, dibacanya majalah-majalah itu.
 
Alhamdulillah sekarang mba Larti telah berjilbab, dan semakin bertambah pengertiannya tentang hijab. Kalau ada tamu, buru-buru dikenakannya jilbab. InsyaAlloh, semoga kian hari jilbabnya kian rapih.

Saya dapati mba Larti termasuk pembelajar yang cepat. Sekali dua kali melihat saya masak, dia bisa melakukannya sendiri lain kali. Saya tawari les jahit, mba Larti bilang tidak mempunyai ketelatenan kalau menjahit. Dia katakan mau menekuni masak dari mba Didin. Siapa tahu suatu saat bisa buka warung makan. Amin.

Dengan susah payah bapak-ibunya berhasil menyelesaikan pendidikan mba Larti hingga SMP di pelosok Karanganyar. Mungkin mba Larti bisa ambil paket sekolah terbuka untuk mengejar pendidikan SMA-nya.

Saya bayangkan seandainya mba Larti terfasilitasi, bisa jadi naik berkali lipat potensinya. Buat mereka, akses ke pendidikan sulit, akses ke buku-buku sulit, akses ke kursus juga tak tahu sehingga akses ke pekerjaan juga semakin terbatas.

arrgghh... kapan internet yang membagikan sekian juta sumberdaya pengetahuan ini dapat diakses dengan mudah dan mencerdaskan saudara-saudara kita di pelosok desa. Di kotapun internet masih tergolong mahal, apalagi yang unlimited, kadang ngos-ngosan koneksinya.

Blog EntryJuni Ke-2Jun 8, '08 3:44 PM
for everyone
Sudah dua juni bersamanya, seperti yang dikatakannya, travelling a journey of life and love, untuk berkumpul dan mendapat kesudahan yang lebih baik dalam surga-Nya. Berarti sebulan ke depan akan dua tahun mengenalnya. Alhamdulillah..

Juni pertama sudah sembilan bulan kandungan istrinya, sehingga bersiap melahirkan di tempat orangtuanya, terpisah jauh darinya. Pada juni itu, di awal bulan suaminya di opname di rumah sakit di Jakarta, kondisi fisiknya menurun, demam menggigil, mimisan, badan capek. Bukan DB, bukan malaria, entah apa, dokternya tak menemukan diagnosa pastinya, yang dipastikan adalah kondisi fisik menurun. Istrinya tak berdaya menemaninya, sedih hatinya.

Setelah lima hari di opname, dia bertugas di Medan, beberapa hari. Sepulang dari Medan, menurun lagi kondisi fisiknya, kali ini dia di opname di rumah sakit di Bandung, agar dekat dengan orang tua dan keluarga, sehingga ada yang mengurusi. Demam menggigil, mimisan. Lagi-lagi dokter tak mendapat diagnosa yang pasti, bukan DB, bukan malaria, bukan tipus. Memang dia biasa mimisan kalau capek, tak dalam kondisi sakitpun begitu. Kata dokternya ada orang yang punya selaput membran di hidungnya tipis, sehingga gampang mimisan. Pada opname di bulan juni, istrinya tak berdaya menemaninya, perkiraan persalinan semakin dekat.

Sesudahnya di pertengahan bulan Juli istrinya menunjukkan tanda persalinan, dia sedang di markas tim sukses cagub Jakarta waktu itu, segera dia terbang subuh menemui istrinya. Malamnya dia menemani istrinya persalinan, hingga berlanjut lima hari ikut nginep di rumah sakit menemani istrinya yang  operasi.

Kali ini juni kedua, akhir mei istrinya opname suspect DB, dia nginep juga di rumah sakit. Selang seminggu dia yang sakit, suspect DB dan dia opname di rumah sakit. Istrinya tak bisa 24 jam menemani, seperti yang selalu dia lakukan jika istrinya nginep di rumah sakit, karena putrinya masih memerlukan ibunya.

Dia katakan pada istrinya, orang beriman boleh sakit badannya, boleh mengerang sedikit, tapi batinnya senantiasa sehat dan waras.

Blog EntryBBM di Republik WarasMay 12, '08 7:56 PM
for everyone
Beberapa waktu ini pejabat Republik Cakadut semakin menyadari betapa acak adut tatanan perikehidupan di negerinya. Para sesepuh juga sudah memberikan petuah bahawa nama Cakadut telah memberikan aura yang jelek bagi masa depan negeri, telah menaungi jiwa anak-anak yang baru lahir dengan kejahatan. Karena itu disepakatilah merubah nama menjadi Republik Waras. Dengan demikian diharapkan terjadi perbaikan dan kemajuan negeri.

Satu per satu perikehidupan mulai ditata kembali. Satu persoalan yang kian menghimpit dan mendesak adalah perihal bahan bakar minyak. Pejabat ekonomi Republik Waras dibuat pusing tujuh keliling. Harga minyak dunia terus saja membumbung. Dan sepertinya bakal demikian, karena minyak bumi diasumsikan sebagai barang langka yang akan terus menipis dan habis. Asumsi ini terus mendongkrak harga minyak di bursa komoditi. Sementara sumber energi lain sedang dalam taraf penelitian dan pengembangan yang belum diproduksi secara masal. Dengan demikian sudah dapat diambil kesimpulan, mau tidak mau, harga minyak di pasar dunia akan terus naik dan naik. Sementara kebutuhan pemakaian BBM tak mau menunggu.

Mahasiswa juga sudah berdemo melakukan pembelaan kepada rakjat dan menolak kenaikan BBM, sayangnya ada mahasiswa yang melakukan aksi penyanderaan mobil berplat merah yang mereka katakan sebagai milik rakjat (yang berarti juga merupakan miliknya), menaiki mobil tersebut hingga penyok, memblokir jalan dengan membakar ban. Apa tujuan aksi tersebut?

Sementara Presiden Republik Waras dalam kebimbangan, menjelang Pemilihan Umum, kebijakan menaikkan harga BBM merupakan kebijakan tidak populer, yang dapat memerosotkan perolehan suara di pemilu mendatang. kenaikan BBM menyebabkan ikutan kenaikan produk lainnya, bahkan jika hanya isu BBM akan naik, maka harga barang 'disesuaikan' oleh para pedagang. Tetapi jika tidak segera diambil kebijakan maka cadangan kas negara dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara kian kosong, bisa-bisa defisit alias minus.

Tim ekonomi dan tim pembisik presiden menyelenggarakan rapat kerja marathon selama tiga hari tiga malam. Tidak tanggung-tanggung, di kilang minyak Balongan, dengan harapan menghirup aroma minyak dan menjiwai perminyakan sampai ke sumsum tulang. Kali ini mereka kompak untuk menggulirkan kebijakan 'BBM TSP' atau BBM Tepat Sasaran Penggunaan. Bapak Presiden dipaksa untuk mengeksekusi kebijakan ini atau seluruh tim ekonomi dan pembisik akan mundur secara bersamaan.

BBM TSP ini berisi hal-hal sebagai berikut:
1. Pencabutan subsidi untuk BBM peruntukan kendaraan bermotor di wilayah ibukota dan kota satelit sekitar ibukota. Dikarenakan konsumsi paling rakus BBM kendaraan adalah untuk mobil-mobil mewah di ibukota dan mobil-mobil lebih dari satu yang dimiliki keluarga ibukota. Karena mampu membeli kendaraan mewah, berarti harus mampu membayar bensin tanpa subsidi. Kalau tidak, sesuaikan pemakain BBM dengan kebutuhan dan anggaran anda.
2. Kebijakan BBM tanpa subsidi untuk industri besar tetap dilanjutkan, karena industri besar cukup mempunyai daya saing dan bahkan akan mendorong keunggulan pengelolaan.
3. Pemberian subsidi untuk kendaraan peruntukan pengangkutan orang, barang dan jasa dalam kota, antar kota, antar provinsi. Petakan pola konsumsi kendaraan jenis angkutan barang & jasa, data nomor polisi kendaraan, pemilik dan peruntukan. Terlalu rumit dalam aplikasi? TIDAK! Turunkan eksekusi kebijakan ini sebagai otonomi daerah hingga tingkat Kabupaten/Kota. Pemerintah daerah yang bersangkutan paling tahu pemetaan wilayahnya.
4. Pemberian subsidi untuk BBM bagi nelayan. Berdayakan koperasi dan pelelangan, BBM dapat di-hutangkan sebagai modal kerja, dengan pembayaran adil dari hasil tangkapan ikan.
5. Perkuat kebijakan pemakaian Kompor Gas dan Elpiji dengan penyediaan isi ulang yang mudah dan murah, menindak agen yang menimbun gas dan terus sosialisaikan cara dan prosedur penggunaan Kompor Gas Elpiji.
6. Sebagai akibat kenaikan harga minyak dunia, tentunya ada kenaikan pendapatan negara. Sebagai komitmen, kenaikan pendapatan sektor minyak diperuntukkan dalam tiga sektor yaitu subsidi pendidikan, kesehatan, dan pertanian.

ReviewReviewReviewReviewReviewSebagian Grote PostwegMay 12, '08 5:28 AM
for everyone
Category:Books
Genre: History
Author:dkm - oke
Jum'at minggu lalu, saya keluar rumah tepat senja kala. Terpaksa, mencari-cari supermarket buka yang masih menyisakan daging atau ayam. Dari rumah di Cijambe Ujung Berung, berkendara menuju arah barat, tepat menjemput letak matahari tenggelam.

Tampak lain, pendaran warna jingga memang benar-benar jingga, berspektrum hingga jingga muda di kejauhan. Sedikit cahaya matahari membuat kilatan di ujung pandangan. Udara masih terasa kehangatannya. Subhanalloh, seperti dalam filem saja.

Jalan raya Ujung Berung - Cicaheum ke Ahmadyani, Cicadas, Kosambi, Asia-Afrika, Sudirman dan terus ke Cimahi cukup sering terlewati. Ternyata, jalan ini menyimpan cerita yang bersinambung dengan terbentuknya kota Bandung. Ketika Parahyangan masih berupa hutan belantara, dengan danau-danau kecil yang mulai mengering, jalan yang saya lewati jum'at lalu masih berupa jalan setapak yang dilewati para wali (songo) menuju arah Sunda Kelapa.

Di kalangan penduduk pribumi, Bandung pada abad ke-17 dikenal dengan Tatar Ukur. Sultan Agung di Mataram mengamanatkan tugas kepada Dipati Ukur untuk menggempur benteng Kompeni di Jaketra. Karena itulah Kompeni mengutus mata-mata seorang India (Christen Swarten/kristen hitam) bernama Julian de Silva, untuk memperhatikan wilayah yang masih terbilang daerah tak bertuan (terra incognita), karena dikhawatirkan Tatar Ukur bisa menjadi sarang pemberontak.

"Ada sebuah negeri dinamakan Bandong yang terdiri atas 25 sampai 30 rumah," demikian tulis Julian de Silva pada tahun 1641. Memang, wilayah (kota) Bandung bisa dikatakan 'baru' karena pusat-pusat kerajaan Sunda-Galuh tidak pernah berada di kota Bandung yang sekarang.

Seratus tahun kemudian, pada 1741 Kompeni Belanda menempatkan serdadunya di Tatar Bandung, berapa orang? hanya satu yaitu Kopral Arie Top dengan jabatan Komandan Militer. Setahun kemudian jumlah orang kulit putih yang menjadi warga Tatar Bandung naik tiga kali lipat alias bertambah tiga orang yaitu kakak beradik Ronde dan Jan Geysbergen serta seorang Kopral Kompeni tak jelas namanya yang dibuang ke 'neraka' Bandung sebagai hukuman karena membuat kesalahan gede sepeti 'cong ti pauw'(nipu) dan 'liong sep'(nilep/korupsi). Bayangkan Tatar Bandung di kala itu, masih belantara liar yang dijadikan neraka pembuangan.

Tak dinyana, si Kopral punya jiwa bisnis, bersama dua temannya sukses besar jadi juragan kayu. Jadilah 'Paradise in Exhile' hidup di sorga pengasingan. Sejak tersiar kabar itu, berduyun orang Eropa yang mengadu peruntungan di Tatar Bandung. Maka Komandan Militer Arie Top yang makin pusing segera mengirim laporan ke Batavia.

Pada tahun 1786 dibangun jalan setapak yang bisa dilewati kuda yang menghubungkan Batavia-Bogor-Cianjur-Bandung. Terutama untuk kepentingan ekonomi Kompeni Belanda, yaitu mengangku hasil perkebungan kopi yang baru dibuka oleh Pieter Engelhard di lereng selatan gunung Tangkubanperahu.

Baru ketika Daendels berkuasa menjadi Gubernur Jendral Hindia Belanda (1808-1811), pembangunan infrastruktur pulau Jawa menjadi perhatian. Tujuan adalah memperbaiki pertahanan Belanda di Pulau Jawa dari kemungkinan serangan Inggris. Terutama pertahanan di wilayah pedalaman (jauh dari pelabuhan). Untuk itulah Daendles membangun Jalan Raya Pos (Grote Postweg) yang membentang dari Anyer ke Panarukan. Jalan raya Ujung Berung - Cicaheum merupakan sebagian dari rute Grote Postweg. Meskipun pada akhirnya, pertahanan Belanda jebol juga oleh Inggris melalui kota Semarang, hingga Belanda menyerah kepada Inggris di Tuntang, 18 September 1811.

Rupa-rupa cerita masih banyak, kali ini cukup sekian dulu, bisa kita lanjutkan kemudian. Sumber cerita dari 'Wajah Bandoeng Tempo Doeloe' yang ditulis dengan kocak oleh Eyang Haryoto Kunto.

Blog EntryCinta Bersemi Sedari MulaMay 9, '08 6:41 PM
for everyone
Mungkin ada juga benarnya kata sebagian orang bahwa anak perempuan lebih cenderung kepada bapaknya, mungkin kemiripannya atau sifat-sifatnya. Tanpa disadari, sayapun lebih punya banyak kemiripan dengan Bapak.

Demikian halnya mba nana, she looks like her father a lot ^_^
the way she observes, the way she moves, sleeps...

Setiap hendak tidur, mereka bermain asyik sekali, hingga akhirnya lelah, dan mba pun mendekat ke sisi ibu, mimik beranjak tidur.

Mba telah dapat memanggil bah..abah.. hingga abahnya suka terharu mendengar suara panggilannya yang merdu.

Malam, ketika tak dijumpainya abah untuk bermain sebelum tidur, nampak gelisah saja. Berguling kesana kemari, bah..abah. .dipanggilnya. Kalau ibu menyebut abah ditengoknya ke pintu kalau-kalau abah datang.

Blog EntryBukan Istrinya Pak Didin loh :DApr 28, '08 11:54 PM
for everyone
Karena bukan terlahir di tanah Parahyangan, saya kurang ngeh kalau nama pemberian orang tua saya Didin Kristinawati Misnu, atau Didin, identik dengan nama laki-laki ^_^

Baru teman-teman kuliah saya di Bandung, yang ngerasa unik nama akhwat kok Didin ^_^
tetapi ada untungnya juga, jadi agak mudah diingat, ato rada beken gitu he.he.. (ga juga siy)

Di sebuah milis (tempat saya 'bertemu' suami) juga awalnya jarang yang ngeh kalo Didin yang ini akhwat, akibatnya kalau berbalas wacana para lelaki dan bapak-bapak tersebut memakai gaya bahasa 'cowok' he..he.. Lagi-lagi ada untungnya, jadi ga pake gaya 'jaim' dalam berbalas wacana ^_^

Ustadz Syamsul yang mengisi khutbah nikah kita juga sempet kepleset salah sebut nama, bingung mas didin atau mbak yugi he..he..

Pas syukuran nikahan di Cijambe (di tanah Parahyangan) pembawa acara, bapak-bapak aseli Cijambe juga sempet kagok sekali menyebut mba didin ^_^

Seringkali juga, penelepon untuk beberapa urusan pekerjaan, memanggil Ibu Didin, tetapi kalau kemudian berhubungan dengan suami saya, disebutnya Pak Didin


Lagi-lagi, karena kekeliruan tersebut, kami malah lebih mudah diingat he..he..
Jadi Didin yang ini (yang nulis di multiply ini) bukan istrinya Pak Didin, tapi istrinya Pak Yugi, sehingga di arisan RT, saya ditulis dan disebut sebagai Ibu Yugi

Blog EntryIn your profound sleepApr 22, '08 1:30 AM
for everyone
selalu meluluhkanku
membuatku menghitung-hitung
adakah aku berbuat salah
sudahkah kudapat keridhoanmu


Lihatlah ilustrasi pertama ini:

Saya dan abah mengisi bensin untuk motor. Ada dua lajur kiri dan kanan dari kotak bensin untuk tiap motor mengantri. Karena pagi itu cukup ramai, maka lajur kanan terlihat oleh kami (dan setiap motor yang baru datang) terdapat dua antrian. Sebut saja lajur 1 dan lajur 2. Abah mengantri di lajur 1 (lajur yang paling dalam/dekat dengan kotak bensin) sebagai antrian ke-empat , di lajur 2 (lajur yang lebih luar) ada empat motor mengantri. Saya berdiri disamping motor abah yang mengantri, kemudian abah menyuruh saya pindah ke depan (ke paling ujung depan antrian, motor keluar), karena tempat itu cukup teduh oleh bayangan. Dari tempat itu saya mulai mengamati motor-motor yang datang.

Mba pengisi bensin mengisi bensin secara zig zag. Lajur 1 kemudian lajur 2, baris berikutnya lajur 1 kemudian lajur 2, dan seterusnya. Sampai di giliran abah sebagai baris ke empat mengisi bensin. Saya melihat motor datang mengantri di belakang abah, demikian sampai kira-kira tiga motor dibelakang abah. Pada saat baris ke-3 lajur 2  selesai diisi bensin (sesaat sebelum abah giliran diisi bensin), datang satu motor mengantri di lajur 2, kemudian kosong tak ada lagi motor dibelakangnya. Sementara di belakang abah, tiga motor mengantri sedari tadi pengamatan saya.

Begitu motor abah selesai diisi bensin, mba-nya akan mengisi zig zag lagi ke motor lajur 2 (yang dalam pengamatan saya baru datang). Spontan saya bilang ke mba-nya, mbak itu lebih duluan (sambil menunjuk motor di belakang abah). Oh itu ya, demikian kata mba nya. Selanjutnya kamipun berlalu melanjutkan perjalanan.

Di perjalanan, peristiwa tersebut berlanjut jadi obrolan. Abah tidak setuju dengan tindakan yang saya ambil diatas. Argumentasi abah, telah diberlakukan aturan oleh mba pengisi bensin ada dua lajur antrian, dan diisi zig-zag. Mba-nya tentu kesulitan melihat motor mana yang duluan, prosedur dia adalah mengisi zig zag. Sedangkan pemilik motor (seharusnya) otomatis mengikuti lajur antrian, dimana yang lebih kosong, ngantri di lajur tersebut. Menurut abah, saya, dengan pengetahuan yang terbatas terhadap sistem meng-interupsi sebuah aturan. Argumentasi saya adalah, saya mengamati sedari tadi, bahwa motor di belakang abah itu mengantri lebih lama. Rasa keadilan saya menyuruh saya melakukan tindakan diatas.

Demikianlah, sampai pada poin yang hendak disampaikan abah adalah: Idealisme menuntut/mendapatkan RASA KEADILAN sahaja tidak cukup, harus ada pengetahuan dan bukti material untuk mendapatkan PENEGAKAN KEADILAN. Karena apa, karena kita berada di alam dunia, alam materi, dimana keadilan manusia itu harus terukur, terbuktikan dengan bukti-bukti materi. Demikianlah para qodhi, para hakim memutuskan keadilan (dunia).

Ilustrasi kedua:

Sepulang dari peperangan Sayyidina Ali bin Abi Tholib melepas baju besinya. Hasan putranya bertanya, "Ayah hendak diapakan baju perangnya?"
"Ini sebentar lagi akan kita bersihkan nak, mungkin ada yang bisa bantu." Kedua laki-laki mulia itu kemudian masuk rumah. Sejurus kemudian mereka keluar hendak membersihkan baju perang, ternyata sudah tak ada lagi baju perangnya. Sayyidina Ali mencari-cari baju perang tersebut, karena tentu akan dibutuhkan untuk sewaktu-waktu Rasulullah menyerukan panggilan jihad. Sedih hati Sayyidina Ali.

Sampai di sebuah pasar. Sayyidina Ali melihat baju besinya sedang dijajakan oleh seorang Yahudi. Diamat-amatilah ciri-cirinya, detail-detailnya. Benar ini baju perang milikku batinnya. Didatangkannya Hasan, diminta Hasan melihat baju perang itu. Hasan juga mengiyakan, ini adalah baju perang yang dilihatnya waktu itu. Dimintalah baju perang itu dari Yahudi, tetapi si Yahudi mengelak, dia mengklaim bahwa itu baju perangnya. Masing-masing bersi-keukeuh dengan argumennya. Sampai akhirnya perkara tersebut dihadapkan ke pengadilan, agar Qadli yang adil yang akan memberikan keputusan.

Di ruang sidang.

Pucat pasilah si Yahudi, kecutlah hatinya, gemetaran batinnya. Pikirannya melayang kemana-mana. Bagaimana mungkin aku akan menang di pengadilan Islam ini, lawanku adalah pemimpin yang disegani,  hakimnya adalah hakim Islam. Sedang aku seorang Yahudi, bagaimana mungkin aku menang.

Bapak Hakim masuk dengan langkah tenang, wajah teduh, dan aura keimanan memancar menyejukkan. 

"Ali bin Abi Tholib, sebagai penuntut silahkan anda menceritakan perkaranya."
Sayyidina Ali menceritakan kejadiannya, kemudian menghadirkan Hasan puteranya sebagai saksi. Kemudian giliran si Yahudi maju dengan argumentasinya. Perkara ini semakin pelik saja.

Hakim yang bijak berkata, "Baik, setelah saya pelajari perkara ini, Ali bin Abi Thalib, anda sebagai penuntut, hingga detik ini tak ada bukti materi yang bisa anda ajukan. Anda hanya menceritakan dan menuntut rasa keadilan Anda. Kemudian Anda mengajukan Hasan sebagai saksi. Kesaksian Hasan saya tolak, karena Hasan adalah putra anda yang akan berpihak kepada Anda. Jadi dalam perkara ini, Yahudilah yang menang."

Sayyidina Ali tersenyum gembira dengan keputusan hakim. Meskipun kalah, suka citalah hatinya, karena hakim Islam ini bertindak benar. Sementara si Yahudi terkejut bukan kepalang. Dia tahu betul, bahwa dialah yang sebenarnya mencuri baju besi Sayyidina Ali, walaupun Ali tidak punya bukti materi. Lebih terkejut lagi, karena dia seorang Yahudi yang minoritas di Madinah, bisa menang perkara di pengadilan Islam. Terpesonalah hati Yahudi ini dengan pancaran cahaya keadilan Islam.

Epilog:

Memang, di alam dunia ini, takaran keadilan adalah takaran bukti-bukti materiil, demikianlah -mungkin- Alloh mengaturnya. Sementara, penuntutan rasa keadilan seringnya tidak cukup hanya sampai pada tataran idealisme, harus disertai dengan pengetahuan, dengan ilmu, dengan bukti materiil. Tetapi diatas itu semua, ada disana, pengadilan Alloh yang Maha Adil. Bagi yang terabaikan rasa keadilannya di dunia ini, Alloh tidak pernah tidur, Dia Maha Tahu. Bagi yang menginjak-injak rasa keadilan, Alloh tidak pernah tidur, Dia Maha Tahu. Maka memang tak ada lagi alasan untuk tidak beriman kepada hari Akhir. Wallohu'alam.

Blog EntryBukan Tak BiasaApr 14, '08 5:51 PM
for everyone
Terawangannya menyimpan hal-hal mendasar, yang penting. Nampak sebagai sesuatu yang besar. Besar ditengah segala remeh temeh yang makin populer.

Laki-laki itu bukan tak biasa. Dia membutuhkan banyak sekali dukungan istrinya. Pemikirannya, langkah-langkahnya, menyerap banyak sekali energi, dan mungkin, akan terus begitu.

Laki laki itu, istrinya adalah kekuatannya, sekaligus kelemahannya.

Blog EntryRoti Bicara itu (Lagi)Apr 10, '08 11:29 AM
for everyone
Saat tulisan ini diposting, sedang ramai dipublikasikan si Roti Bicara (BreadTalk) yang dipertanyakan (lagi) kehalalannya. Setelah kasus dua tahun lalu ramai, Roti Bicara memperoleh sertifikasi halal. Tetapi perlu diketahui bahwa sertifikat halal kadaluarsa setiap dua tahun, dan harus dilakukan proses-proses untuk memperoleh sertifikat halal kembali. Hal ini sebagai sarana kendali agar pemegang sertifikat halal tidak melalaikan aspek halalan-thoyyiban.

Akan tetapi justeru, ada beberapa komentar publik yang 'menghujat' MUI (LP POM MUI), bukannya 'menuntut' Roti Bicara mensertifikasi halal.

Dibawah ini adalah postingan di milis Halal-Baik-Enak, sebagai tanggapan singkat saya :

===
Assalamu'alaykum wr.wb.

Soalan BreadTalk yang belum memperbaharui lagi sertifikat halalnya, dan kemudian MUI (LPPOM MUI) -nya yang 'diserang' oleh beberapa pandangan publik, sungguh memprihatinkan.

Sedikit urun pandangan,
Saya menganggap kasus diatas --salah satunya-- adalah soalan 'pemenangan' wacana di publik. LP POM MUI tentu telah memiliki seperangkat sistem sertifikasi halal yang --selama ini-- cukup teruji. Alangkah lebih terakselerasi kalau semakin banyak suara, konten-konten, pengetahuan, wacana, press release, perbincangan, isu, counter opinion, dan sejenisnya, tentang Halal Life Style yang berada di titik-titik informasi yang bisa diakses publik. Terutama saat ini yang paling sering dipertanyakan soalan Foods Drugs Cosmetics.

Harapan saya, corong informasi & sosialisasi LP POM MUI lebih beragam, mudah diakses, dan 'bertaji'. Banyak peran yang bisa diambil oleh banyak fihak, diantaranya mungkin:
- LP POM MUI sangat kita harapkan seseringnya mengeluarkan Press Release yang official dalam ruang lingkup wewenang dan tugasnya, apalagi untuk hal-hal yang menyangkut kebutuhan umat akan 'keselamatan' produk konsumsinya. (Kok saya berasumsi rakjat umat Islam siap mendukung LP POM MUI ^_^)
- Pengelolas situs Halal Guide (dan situs sejenis) lebih meningkatkan kualitas (dan kuantitas) layanannya. (sambil nunjuk ke diri sendiri :D) Sehingga semakin terakses luas, lebih mudah dan mutakhir.
- Manfaatkan media maya (internet) sebaik-baiknya. Ada komunitas blogger yang powerful untuk berbagi wacana. Semakin banyak konten Islami (Halal Life Style) yang ditulis, semakin mudah orang mengakses. (baik karena nyasar maupun gugling :D) FYI, banyak bangeds ibu-ibu Multiply en blog-blog lain yang ternyata juga pembuat dan pedagang aneka kue dan penganan. Kebayang kalau beliau-beliau ini difasilitasi pengetahuannya tentang bahan-bahan halal, dipertemukan dengan vendor (supplier bahan) dst..dst..dst..
- Halal Watch, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, apa lagi, apa lagi, hayo hayo kita akselerasi berkiprah di wilayah masing-masing, biar rame ^_^

wassalam,
Ibu Didin
Pengelola www.HalalGuide.info
NB: Halal Guide juga akan bikin akun di multiply, biar makin lengket dg banyak komunitas ^_^

Blog EntryCap GajahApr 9, '08 12:17 AM
for everyone
Keluaran cap gajah ini memang unik. Padepokannya memang sudah mempunyai tradisi panjang sebagai pencetak segelintir elit, elit politik, elit ekonomi, elit ilmuwan. Itu juga karena tradisi padepokan cap gajah yang menerima orang-orang elit hasil kompetisi yang cukup sengit.

Umumnya, calon murid padepokan sudah merupakan jago kandang di tempat masing-masing. Ada yang menguasai jurus seribu langit, jurus bangau emas, jurus tapak seribu atau jurus hitung mundur. Jagoan-jagoan pilih tanding yang cukup kenamaan di kandangnya masing-masing. Sehingga para jagoan ini sudah lama akrab dengan pujian, sanjungan, pangkat dan gelar sebagai kepala suku.

Karena di padepokan berhimpun jagoan dari berbagai negeri, maka akselerasi jurus-jurus berlangsung dinamis, cepat, dan atraktif. Tak heran kalau dijumpai lingkaran kecil para murid yang sedang mempelajari jurus baru yang sedang mereka dalami.

Keluaran cap gajah ini memang unik. Salah satu yang bisa dikenali dari keluaran cap gajah adalah aura ini: PERCAYA DIRI, walaupun kadang berlebihan dan sok iye.  Terjunkan mereka di belantara masalah, mereka senang tantangan, mereka akan PD dan berusaha bertahan hidup. Terjunkan mereka di kericuhan, mereka senang tantangan, jurus-jurus ampuhnya biasanya manjur.

Tradisi keilmuan membuat mereka mudah belajar jurus-jurus baru. Yang mendalami jurus tapak seribu, biasanya mudah juga menyerap jurus bangau emas. Sehingga biasanya di tempatnya yang baru, keluaran cap gajah ini melaju karirnya.

Lingkungan dimana keluaran cap gajah ini berada, biasanya merasakan determinasi yang kuat sosok cap gajah ini. Cap gajah biasanya mampu memberi pengaruh signifikan terhadap lingkungannya. Baik melalui wacana-wacananya maupun tindak tanduknya. Andai lebih banyak cap gajah yang menyebarkan diri ke pelosok-pelosok, tidak berdesakan di kota yang sudah pengap.

Hanya saja, tak semua keluaran cap gajah sadar akan potensi dirinya. Bahkan tak semua keluaran cap gajah sadar akan tanggung jawabnya. Tanggung jawabnya untuk berkontribusi lebih (dan lebih) karena karunia ke-elitan-nya.

Keluaran cap gajah memang boleh memilih, memilih jalan hidupnya, memilih jalan kemanfaatannya, atau, bisa jadi jalan kebinasaannya. Keluaran cap gajah juga manusia.


Blog EntryDi-Ajar (Lagi)Apr 7, '08 2:37 AM
for everyone
Senaja, saya 'menahan' perempuan itu lebih lama di Bandung. Alhamdulillah beliaunya juga mau 'menahan' diri lebih lama ^_^ Meskipun mungkin cucu beliau yang lain sudah kangen, atau aktifitas kemasyarakatannya yang juga sudah beliau kangenin.

Bukannya saya hendak mengajaknya jalan-jalan kemana-mana, meskipun pengen juga. Tetapi saya hendak berguru lagi terutama tentang kecekatan beliau dalam bekerja (trengginas).  Saya membutuhkan latihan soal (ato best practise gitchu ^_^)  tentang bagaimana perempuan menata urusannya agar beres ^_^

Beliau seorang ibu sekaligus wanita bekerja/berpenghasilan dari menjalankan kebun & ladang warisan orang tuanya serta kebun hasil pembelian setelah menikah. Dalam banyak hal urusan kerumahtanggan, sepanjang ingatan saya dapat saya simpulkan, beres. Dalam pengelolaan keuangan, dapat saya ingat juga beres.

Seperti kata petuah, Bergurulah pada Guru, bukan pada Buku ^_^ (tanpa menyampingkan buku loh)

Karena saya khawatir dan tak hendak memiliki perasaan sebagai perempuan paling sibuk di dunia karena mengurus anak dan ditail-ditail rumah tangga . Pun, saya tak mau juga merasa perempuan paling dinamis dan sibuk di dunia karena berpenghasilan. Sehingga dengan perasaan-perasaan itu maka (biasanya) keluhan demi keluhan akan mudah keluar. Meskipun terkadang juga ada  ^_^

Saya ingin belajar menunaikan kewajiban

Beberapa hal yang saya pelajari sampai saat ini:
- Bangun lebih malam, apalagi jika ingin keluar rumah lebih pagi, harus dibereskan urusan lebih pagi lagi
- Anak bangun diberi ASI, jam 6 pagi sudah selesai dimandiin, makanan untuk si kecil sudah disiapin, jangan lupa diminumin madu.
- kerja paralel, sembari masak, alat masak yang sudah selesai langsung dicuci. Selesai masak peralatan dapur ikutan bersih.
- belanja untuk dapur jangan tiap hari, bisa dirapel. Sehingga sore atau malam kalau ada waktu bisa dicicil/disiapin dulu yang akan dimasak pagi harinya.
- Baju kotor taruh di bak cuci, jangan bergelantungan di kamar, biar yang nyuci langsung tau kalau ada cucian.
- Kalau ada keperluan di luar rumah untuk pekerjaan, berangkat lebih pagi. Sehingga bisa pulang lebih siang (ini mah karena sayanya wiraswasta ^_^). Kalau pagi anak sudah bersih, kenyang, ditinggalin pas jamnya tidur, main. Jam 2 keatas biasanya kangen mimik.
- Bekerja fokus, yang harus dilakukan mana saja, dipentingkan, jangan kemana-mana.
- Sampai rumah cuci tangan, kalau perlu ganti baju, raih anak.
- Rajin berdoa, rajin puasa apalagi kalau dah punya anak (toweng )

Lupa lagi.. to be continued..

Blog EntryShould be Kept UnspokenApr 5, '08 3:44 AM
for everyone
Salah satu tulisan abah yang terngiang-ngiang ^_^
Sudah mengalami editan oleh saya, tanpa bermaksud mengurangi makna tujuannya, karena sebenarnya adalah berbalas wacana di sebuah milis ^_^

====

Saya punya guru (yang juga guru kawan-kawan saya yang lain di sekolah) yang kaya akan ilmu... rumahnya tinggal di pelosok gang di kota Bandung.. Dengan kapasitasnya ilmunya yang luas menurut saya beliau ini bisa saja untuk memilih jadi orang kaya.. he is very2 competent, briliant & genius engineer.. great opportunities are widely opened for him.

Saking kayanya sang guru dengan ilmu, saya selalu rindu sewaktu-waktu berjumpanya kalau sedang di bandung dan mengupdate ilmunya yang terbaru.. Berbagi pengalaman hidup yang saya temui saya mintakan perspektifnya atau hasil penelitian dan pengamatannya terhadap sebuah atau sejumlah fenomena. Karena kekayaan ilmu yang dimilikinya maka selalu saja ada insight baru yang menginspirasi saya untuk berkarya di alam nyata.

Pada prinsipnya sang guru tersebut membagikan ilmunya kepada siapa saja yang mendatanginya.. akan tetapi apabila di kemudian diskusi diketahui sang murid menyimpan ambisi (niatan) untuk kaya (harta) maka sang guru akan menghemat proses transfer ilmunya. Mengapa? karena orang-orang yang memiliki niatan kaya secara harta akan membahayakan kemanusiaan. dan cenderung memanipulasi kebenaran demi tujuan utamanya (harta tea).. dan untuk hal ini dia sudah membuktikan nya secara empirik baik pada kawan-kawannya seperjuangan maupun pada murid2nya terkemudian.. Untuk hal ini saya pernah mengulas perbedaan tabiat natural yang signifikan antara pemilik kekayaan material dengan pemilik kekayaan moral (immaterial)

Alasan lain akan ilfil nya guru saya ini kepada bocah-bocah yang berniat kaya harta adalah, karena menurut beliau niatan untuk kaya should be keep unspoken.. dia sudah instinctive, fitrah serta kecenderungan asasi manusia sedari lahir yang pada dosis tertentu akan beririsan dengan syahwat yang melenakan dan merusak.

Tidak perlu di publikasikan juga manusia sudah punya kecenderungan untuk possesive terhadap harta. Bahkan dalam banyak porsi ajaran islam tentang harta cenderung mengangkat aspek kehati-hatian daripada perangsangan untuk mengakuisisinya. Atau meminjam pernyataannya DR Daud Rasyid, "Lalu apakah pantas seorang pemimpin merangsang anggotanya untuk mengejar harta, sementara Nabi Saw menyuruh ummatnya agar berhati-hati dengan harta dan dunia?!"

Saya bukan hanya menghormati attitude sang guru ini, bahkan lebih jauh dari itu, entah kenapa saya sangat terpengaruh dengan pendirian beliau ttg harta ini yang menurut saya mengagumkan.. meski dalam hal-hal lain tidak jarang juga kita "bertengkar" karena perbedaan pandangan.

IMHO mimpi, cita-cita, obsesi, ambisi apalagi sampai NIAT untuk menjadi kaya (materi) TIDAK lah sah baik itu sebagai ghoyyah (tujuan utama) maupun terhadap niatan2 antara dalam task-task kecil seorang muslim karena sifatnya yang melenakan.

<dipotong>

Blog EntryIbu pindahan ke http://ibu.wanakalapa.netNov 30, '07 5:33 AM
for everyone
Untuk silaturahmi selanjutnya ibu dan keluarga pindah ke alamat http://ibu.wanakalapa.net
^_^

Blog EntryMenggambarkanmuNov 21, '07 11:55 PM
for everyone
punya sikap,
seperti yang selalu kau lakukan
do not overtaken by events
kadang aku keder dengan pendirianmu
tapi aku sangat menghormatimu

sederhana,
gampang makannya
tidur dimana saja
kasur keras dan bantal keras

sembarangan,
baju, buku, kacamata, tas
dimana saja
kadang kesel, kau ketawain, cuek

apa adanya,
tidak suka memakai topeng

bodor,
ada-ada saja
bisaan bikin kita ketawa

sayang mba nana,
main-main, gendong, mandiin, bersihin eeknya

tidak mau diganggu pada jam kerja
aku dikalahkan untuk panggilan tugasmu

tidak punya 'ambisi'
aneh, tidak berminat jadi yang ter..

sepertinya aku mulai mengenalimu
tapi selamanya aku harus menta'arufimu

Pages:1234
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.