didin's posts with tag: perempuan

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag perempuan
Blog EntryCatatan Pilwakot Bandung 2008Aug 12, '08 5:32 PM
for everyone
Pemilihan walikota Bandung untuk pertama kalinya secara langasung, periode 2008 - 2013 telah berlangsung pada hari Minggu, 10 Agustus 2008 kemarin. Hasil perhitungan cepat menunjukkan pasangan nomor 1 Dada Rosada - Ayi Vivananda (incumbent) yang diusung Golkar, PDIP, PAN, Demokrat dan partai-partai lainnya memenangkan (telak) pilkada ini. Demikian pula data-data yang masuk ke KPUD, menunjukkan pasangan Dada - Ayi menang terus hampir di 30 kecamatan se-kota Bandung dengan perolehan suara yang cukup jauh 60%-nan, sekitar dua kali lipat perolehan pasangan nomor 2 Taufikurrahman - Abu Syauqi yang diusung oleh (hanya) PKS. Sedang pasangan nomor 3 Hudaya - Nahadi dari jalur independen tak sampai mendapatkan 10% suara.  

Meski ada kecewa, karena ada turut terlibat memperjuangkan pasangan TRENDI dari PKS, tetapi untuk kemenangan Dada - Ayi, tentu berlapang dada menerima, yach terima saja lah, kita siap kalah, tapi jauh lebih siap untuk menang :D Kekalahan pasangan TRENDI, tak berarti mengalahkan upaya turut (sedikit) berkontribusi untuk kota Bandung. Ya ga ya ga ya ga...

Subhanallah, perjuangan Tim Pemenangan Pemilu Daerah (TPPD) PKS Bandung. Memobilisasi kader-kadernya. Mulai dari rapat-rapat marathon, penguatan mental dan fisik kader melalui berbagai acara semacam outbound, su'ul maal pengumpulan dana kampanye dari kantong-kantong tipis kader, penempelan atribut oleh bapak-bapak hingga larut subuh, Direct Selling oleh ibu-ibu, saling impor & ekspor kader untuk melakukan direct selling dan sosialisasi calon. Semoga Allah memperhatikan setiap upayanya sebagai amal ibadah dan membalasinya dengan kebaikan yang berlipat ganda.

Catatan penting pelaksanaan Pilkada Bandung 2008:
  • Resistensi aparat birokrat dalam hal ini RW/RT cukup kuat terhadap PKS. Salah satu calon mempunyai daya jelajah dan akses kepada aparat lebih besar melalui struktur birokrasi. Duuh kerasa deh waktu direct selling, temen-temen TRENDI yang lain mengalami pula di RT masing-masing, beda dengan jaman HADE.
  • Money Politics masih dominan, terutama kepada struktur aparat RW/RT dengan kontraprestasi yang cukup 'wah' oleh salah satu calon. Pengawasan dari KPUD dan Panwaslu ternyata lemah soalan ini, harapannya agar tetap ada proses hukum terkait politik uang, meskipun bisa jadi yang terkena delik calon yang memenangkan pilkada. Sebagai pendidikan politik dan pijakan yang bagus untuk pemilu mendatang.
  • Masyarakat Sunda mempunyai budaya 'someah' atau ramah, murah senyum, suka basa basi atau ngobrol. Para calon harus memdapatkan poin ini untuk dapat dipilih.
  • Kader PKS harus lebih 'nyunda' di tanah sunda, dalam pengertian terlibat lebih di masyarakat dan ramah. (Tapi kalau demen ngobrolnya itu loh aduh susyahhhhh bangeds....) 

Blog EntryPilkada Jatim 2009: Ada Khofifah, Ada PakdeJul 19, '08 11:19 PM
for everyone
Bagaimanapun, darah Jawa Timur terkhusus kebudayaan Arekan yang mengalir dalam diri ini sulit dipisahkan. Meskipun sudah hampir sepuluh tahun hijrah ke Parahyangan, bahkan menyandang status istri sebagai bagian keluarga kerajaan Sunda, yo tetep ae ngakune arek Malang. [he..he.. intro yang menyesatkan, padahal juga ga asli-asli Jatim banged, masih ada turunan Mataram Jateng, back to topik Pilkada Jatim 2009]

Lima calon siap bertarung pada hari Rabu tanggal 23 Juli 2008 yaitu :
1. Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (12 parpol)
2. Sutjipto-Ridwan Hisjam (PDIP)
3. Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Partai Golkar)
4. Achmady-Suhartono (PKB Gus Dur)
5. Soekarwo-Saifullah Yusuf (PD-PAN&PKS)

Kelima calon tersebut bisa dikatakan Nahdliyin, jadi rebutan suara bakal berlangsung sengit di Jatim sebagai kantong Nahdliyin. Dari kelima calon tersebut, yang menarik perhatian saya adalah nomor 1 dan nomor 5.

Calon no.1 menarik karena yang dijagokan menjadi gubernur adalah perempuan, yaitu Khofifah Indar Parawansa. Karir politik tertingginya sampai sekarang adalah Menteri Pemberdayaan Perempuan. Menurut pandangan pribadi saya, kans calon nomor 1 ini bakal agak tipis, meskipun bisa jadi kuda hitam, karena basis dukungan Nahdhiyin (dalam format partai) cukup besar seperti PPP dan PKNU. Pada hemat saya, wong Jatim itu berkarakter dinamis, taktis, ekspresif, terbuka dann.... maskulin, maksudnya cowok bangeds. Secara psikologis dan budaya, akan cukup sulit diterima kalau pimpinan daerahnya perempuan. Tahu tari Remo (ngremo)? kalau yang membawakannya perempuan, maka tetep kudu dandan kelaki-lakian, pake kumis, jambang, ga ada gemulai-gemulainya. Dalam pengalaman saya, wong Jatim itu lebih berkarakter mengayomi perempuan (ngeman-eman). Di sisi lain, calon nomor 1 ini agaknya kurang begitu populer di Jatim.

Calon nomor 5. Pakde Karwo dan Gus Ipul, Pakde cukup populer di Jatim, karena karirnya sebagai birokrat dan jabatannya sebagai Sekda propinsi. Basis massanya di daerah cukup kuat sebagai akibat jabatannya. Pada penjaringan internal di PDIP, pakde bahkan mengalahkan aleg nasional Sutjipto. Sedang Gus Ipul, karir politik tertingginya adalah sebagai Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (bener ga nulisnya?). Mesin politik Gus Ipul telah bekerja sedari beberapa waktu lalu, karena Gus Ipul adalah ketua GP Anshor sampai saat ini. Meskipun didukung partai-partai yang tidak terlalu signifikan di Jatim, pasangan nomor 5 ini bisa jadi menjadi pemenangnya. Sebagai arek Jatim yang sekarang ber-KTP Parahyangan, saya menjagokan pasangan nomor 5 ini, insyaAllah, semoga menang

Category:Other
Singkat,

Mba Dian Eka :
............
namun yang menjadi masalah, tetap saja para aleg perempuan belum maksimal bekerja dalam memperjuangkan hak dan kewajiban sebagai perempuan dalam bernegara serta perjuangannya kepada kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan. Bahkan di antara mereka perempuan hanya sebagai wujud fisik, akan tetapi jiwa laki-laki lebih mendominasi.
...................
karena itulah muncul wacana pencerdasan politik kepada perempuan yang kelak duduk di legislatif adalah mereka yang jiwanya perempuan. atau mereka yang dalam kesehariannya memang bergaul dan berjuang mengurusi perempuan.
............................

DR.Dewi Fortuna Anwar :
Kita seharusnya keluar dari pembahasan kuota 30% atau bukan 30% keterwakilan perempuan di parlemen, atau ranah politik. Yang perlu dikaji adalah bagaimana perspektif gender membawa perubahan. Apakah dengan keterwakilan perempuan ada perubahan terhadap isu-isu yang mempunyai ruh gender disana. Seperti apakah bumi dan lingkungan semakin ramah, anak-anak tercukupi gizi dan pengasuhan.......(kalimat D.F Anwar adalah cerita/diskusi dengan abah, diolah sendiri oleh penulis )..

------------------------
Smart woman, beautifull minds, belum sempat elaborasi lebih jauh...
hendak ber-week-end dengan serombongan pasukan perempuan, yang pasti bodorrrr....

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.