didin's posts with tag: sosio-ekonomi

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag sosio-ekonomi
Category:Other
Singkat,

Mba Dian Eka :
............
namun yang menjadi masalah, tetap saja para aleg perempuan belum maksimal bekerja dalam memperjuangkan hak dan kewajiban sebagai perempuan dalam bernegara serta perjuangannya kepada kebijakan yang lebih berpihak pada perempuan. Bahkan di antara mereka perempuan hanya sebagai wujud fisik, akan tetapi jiwa laki-laki lebih mendominasi.
...................
karena itulah muncul wacana pencerdasan politik kepada perempuan yang kelak duduk di legislatif adalah mereka yang jiwanya perempuan. atau mereka yang dalam kesehariannya memang bergaul dan berjuang mengurusi perempuan.
............................

DR.Dewi Fortuna Anwar :
Kita seharusnya keluar dari pembahasan kuota 30% atau bukan 30% keterwakilan perempuan di parlemen, atau ranah politik. Yang perlu dikaji adalah bagaimana perspektif gender membawa perubahan. Apakah dengan keterwakilan perempuan ada perubahan terhadap isu-isu yang mempunyai ruh gender disana. Seperti apakah bumi dan lingkungan semakin ramah, anak-anak tercukupi gizi dan pengasuhan.......(kalimat D.F Anwar adalah cerita/diskusi dengan abah, diolah sendiri oleh penulis )..

------------------------
Smart woman, beautifull minds, belum sempat elaborasi lebih jauh...
hendak ber-week-end dengan serombongan pasukan perempuan, yang pasti bodorrrr....

ReviewReviewReviewReviewNgopi nya dan Nge-teh nyaMay 13, '08 8:30 PM
for everyone
Category:Books
Genre: History
Author:dkm - oke
Awalnya saya kurang ngeh ketika ibu kos jaman kuliah dahulu menggunakan istilah "ngopi dulu euy.." atau "ieu meni eweuh opieun.." Karena selama ini ngopi ya minum kopi bukan? tetapi di Priangan 'ngopi' mencakup perihal berbagai bentuk acara makan makanan kecil, bahkan jikapun kopi tak dihidangkan.

Istilah 'ngopi' lahir dan melekat dalam kebudayaan Sunda, seiring dengan budidaya tanaman kopi yang pernah mewarnai kehidupan Priangan pada masa lalu.

Pada masa 'Perang Jawa', perang Belanda melawan Pangeran Diponegoro pada tahun 1825 - 1830, Pemerintah Hindia Belanda mengalami kebangkrutan hingga 20.000.000 gulden. Sehingga Belanda kalang kabut mencari uang sebanyak-banyaknya dalam tempo sesingkat-singkatnya untuk mengisi kas yang kosong. Pemerintah Kerajaan Belanda setuju dengan rencana Van den Bosch yaitu Cultuurstelsel atau Tanam Paksa. Dan tanah Priangan paling banyak menghasilkan kopi dan teh.
Sedang di Jawa Tengah dan Jawa Timur banyak terdapat pabrik gula sehingga mendapat julukan 'Negeri Gula' (Suikerland).

Itu pula sebabnya, di tanah Sunda segelas teh tawar diberikan cuma-cuma di warung-warung sebagai teman makan. Sedang orang wetan tentu bertanya-tanya dalam hati jika bertamu ke rumah orang Sunda dan 'hanya' disuguhkan teh tanpa gula. Sementara orang Sunda juga geleng-geleng kepala jika harus membayar segelas teh tawar jika makan di warung Jawa. Demikianlah yang satu bertanam teh, yang satu menghasilkan gula.

Dan selama 40 tahun Tanam Paksa itu Belanda mengeruk keuntungan 823 juta gulden, yang mengisi penuh kas Pemerintah Hindia Belanda, sisa melimpah diangkut ke Kerajaan Belanda digunakan untuk membangun gedung-gedungnya, jalan kereta api, industri, armada kapal, persenjataan tentara, bahkan juga untuk biaya perangnya dengan Belgia.

Blog EntryIntegritasApr 12, '07 5:40 AM
for everyone
Integritas merupakan serapan dari bahasa inggris integrity, yang diserap dari bahasa latin integritas (jadi orang indo menyerap dari bhs.latin langsung apa dr. bhs inggris? ) Bukan itu yang ingin disampaikan, saya cukup tertarik dengan kesan integritas yang dimiliki oleh dosen IPDN Inu Kencana Syafei.

Tetapi sebelumnya, karena definisi integritas juga dipunyai dalam konteks pemrograman, komputer, sistem, maka yang saya maksudkan adalah integritas dalam konteks kepribadian. Saya belum mencari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Dalam bahasa Inggris integrity (noun) didefinisikan sebagai:
1. Steadfast adherence to a strict moral or ethical code.
2. The state of being unimpaired; soundness.
3. The quality or condition of being whole or undivided; completeness.

Kalau didefinisikan dalam bahasa Indonesia, integritas dalam konteks moral dan kepribadian dapat didefinisikan sebagai:
1. Perilaku konsisten serta berpegang teguh pada prinsip kebenaran untuk menjalankan apa yang dikatakan secara bertanggung jawab.
2. Kesatuan kata dengan perbuatan.

Dalam sebuah institusi atau badan usaha, definisi integritas ini dijabarkan dalam perilaku-perilaku yang dapat diobservasi sebagai indikator performansi kerja seperti :
  • Jujur, mengungkapkan fakta, informasi sesuai keadaan sebenarnya
  • Komitmen, bertindak sesuai yang dijanjikan/dikatakan
  • Amanah, menjaga rahasia
  • Konsisten, perbuatan sesuai dengan perkataan
Di sebuah bank, integritas menjadi salah satu moral code pegawai yang dijabarkan sebagai :
  • Disiplin dan taat terhadap aturan dan etika yang berlaku
  • Berpegang teguh pada kebenaran meskipun harus melawan arus
  • Jujur dan bersedia mengakui kesalahan dan tidak melempar kesalahan kepada pihak lain
Kembali kepada Inu Kencana Syafei, saya menilai beliau dari sikapnya menyikapi kasus yang terjadi di lingkungannya yaitu civitas IPDN yang saya peroleh dari kata-kata beliau dalam wawancara di berbagai televisi swasta. Wallohu'alam, saya doakan semoga menjadi amal kebaikan dan keistiqomahan sampai nanti.

Bapak Inu mengungkapkan fakta-fakta di 'rumah'nya sendiri. Apakah ini membuka aib, dalam kasus ini tentu sama sekali tidak, mengungkapkan kebenaran ini didasari oleh motivasi dan tujuan tidak saja untuk perbaikan, tetapi oleh sebuah panggilan terhadap kebenaran, oleh sebuah penunaian tanggung jawab. Dan lebih dari itu pengungkapan kebenaran ini menjadi WAJIB, karena permasalahannya menyangkut nyawa hidup anak manusia, menyangkut keberlangsungan pendidikan dan segala efek fisik, psikis, kepribadian dan perilaku yang akan membentuk seorang manusia (Kekacrutan Pendidikan Praja). Ini menyangkut pembentukan peradaban!

Beberapa ungkapan dalam wawancara Pak Inu saya ingat kurang lebih seperti berikut :
Q : Mengapa bapak berani mengungkapkan fakta-fakta kekerasan di IPDN ?
I : Begini mbak, sepanjang hidup ini saya mencari kebenaran, kemudian saya temukan kebenaran yaitu Alloh, maka ketika ada keburukan, ada kejahatan, maka itu melanggar kebenaran, melanggar Alloh. Karena itulah saya berani mengungkapkan kebenaran. Sebab begini, orang benar pasti berani, tapi orang berani belum tentu benar (suit..suit.. ini beneran loh pak inu bersiul he..he..)

[Jadi inget As-Saja'ah yang diungkapkan Al-Banna, salah satunya Ashoroohatu fiil haq, keberanian berterusterang dalam kebenaran, yang tidak mungkin muncul tanpa dasar keimanan]

Pada wawancara di televisi lainnya :
Q : Pak Inu, bapak menyerahkan data 35 praja meninggal di IPDN sementara dari IPDN mengakui hanya 10 praja, bagaimana tanggapan bapak ?
I : (pak inu menjelaskan tentang nama 3 praja yang tidak dimasukkan IPDN sebagai kasus kematian).................. begini mbak, ini bukan soal sepuluh atau tiga puluh, tapi bahkan satu nyawapun itu adalah nyawa manusia, pembunuhan.

[Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi]

Q : (agak lupa detailnya) setelah kematian Wahyu Hidayat 2003, disebutkan terjadi perubahan mendasar di IPDN...
I : begini mbak, itu praja yang terbukti menyebabkan kematian Wahyu Hidayat, bisa mengikuti perkuliahan kembali, dan pada saat wisuda, ada seorang nama praja yang bisa ikut wisuda, bayangkan sistem seperti apa itu. Segera saya tulis protes ke rektorat, saya tulis di media, saya bilang, coba cek ini keputusan hukum dari tingkat pengadilan negeri sampai MA, bagaimana bisa seorang yang dipidana bisa mengikuti wisuda. Akhirnya sehari sebelum wisuda rektorat membuat keputusan praja ini tidak jadi diwisuda. Coba bayangkan mbak, seorang yang membuat Wahyu Hidayat terbunuh akan diwisuda, dimana keadilan itu... masya Alloh...

Beberapa wawancara lainnya saya lupa detailnya, sulit juga jaman ini menjumpai orang dengan integritas seperti itu. Semoga Pak Inu istiqomah, dan diberikan kebaikan yang banyak Amiin..

Blog EntryKekacrutan Pendidikan PrajaApr 5, '07 1:05 AM
for everyone
Setelah kehebohan kasus meninggalnya praja Wahyu Hidayat 2003 lalu, STPDN mencuat lagi dengan nama baru IPDN, kemunculannya lagi-lagi tentang kematian praja yunior Cliff Muntu. Dengan modus yang serupa, pemukulan fisik pada bagian --terutama-- ulu hati oleh praja senior kepada praja yunior yang dinilai tidak disiplin, lagi-lagi, dalam suatu agenda kegiatan ekstrakurikuler (di luar kegiatan akademis). Kalau praja Wahyu dianggap indisipliner dan melecehkan senior karena tidak menghadiri acara pertemuan di gedung Gubernuran, maka praja Cliff dinilai terlambat dan indisipliner pada kegiatan latihan pataka, semacam pengibaran bendera institusi.

Pada 2003 lalu stasiun SCTV menayangkan video yang terlihat seperti perploncoan, praja-praja yunior berbaris dan menerima pukulan tak terduga dari depan ataupun belakang oleh praja senior. Untuk mendapatkan lencana marching band misalnya, praja senior akan menghantam praja junior dengan pukulan tangan telanjang atau tendangan kaki ke area sekitar pinggang ke atas terutama ulu hati (para pakar pendidikan sepakat bahwa keterpaksaan hukuman fisik tidak boleh pinggang ke atas). Alasannya, pada daerah tersebut pukulan tidak kelihatan meninggalkan bekas. 'Ketangguhan' seorang praja didefinisikan secara melembaga sebagai kekuatan menerima pukulan, dengan atau tanpa sebuah alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kekerasan di IPDN terjadi tidak hanya sekali, kasus-kasus yang menyebabkan kematianlah yang membuat borok IPDN 'terpaksa' terkeskpos ke publik, ini berarti terdapat serangkaian kasus, baik sistematik maupun struktural yang tidak hanya berwajah kematian, tetapi maujud dalam praktek-praktek yang lain.

Padahal, sebagaimana diketahui, IPDN dibentuk oleh pemerintah pusat sebagai sebuah institusi pendidikan (tinggi), note sebagai lembaga akademis (bukan militer!) untuk mendidik pemuda-pemuda lintas provinsi menjadi calon pamong. Pamong adalah sebutan untuk pemimpin birokrasi di suatu wilayah. Pemerintah, melalui Departemen Dalam Negeri, sangat berkepentingan terhadap adanya institusi ini, untuk melembagakan agenda-agenda pemerintah pusat ke dalam pemerintahan daerah, karena praja ini nantinya akan menjadi pamong di berbagai wilayah di tanah air, di berbagai tingkatan pemerintahan. Meskipun untuk pilkada telah dilakukan secara langsung, namun praja-praja ini nantinya akan didudukkan sebagai pemegang birokrasi di suatu instansi.

Melalui institusi ini, pemerintah mendidik praja untuk melestarikan falsafah negara (yang sekarang adalah Pancasila :D), doktrin negara kesatuan, agenda sistem bernegara dan sistem pemerintahan, dan agenda-agenda pemerintah pusat lainnya. Dari sini terlihat IPDN menjadi institusi strategis, karena prajanya akan menjadi pengambil keputusan di tingkatan tertentu.

Kekerasan yang terjadi di IPDN dapat dikategorikan kedalam bentuk kekerasan struktural. Mengapa demikian? kekerasan di IPDN berlangsung di setiap angkatan, ini menunjukkan bahwa terbuka ruang untuk praja senior menindas praja junior, terjadi pembolehan atau bahkan penyetujuan hak kepada praja senior untuk 'membina' praja junior dalam konteks kekerasan. Jika secara struktur terdapat pelarangan maka hal-hal seperti ini mungkin hanya akan menjadi peristiwa insidental.

Sungguh memprihatinkan jika pemegang wewenang struktural memberikan ruang untuk kekerasan dalam lembaga akademis, baik itu para pembina, dosen, rektorat, pihak manajemen atau bahkan Depdagri sendiri. Jika ini yang sesungguhnya terjadi, maka sebenarnya sedang berlangsung kesenajaan pencetakan pamong-pamong preman. Bahwa represi dalam bentuk kekerasan merupakan cara-cara terbaik yang diketahui untuk menyelesaikan persoalan.

Pada tayangan video, terlihat penganiayaan terhadap praja yunior yang tak berdaya, menjadi sebentuk kesenangan bagi senior, tanpa tahu apa tujuan dan alasan melakukan pemukulan. Hanya hendak mempertontonkan ego kekuasaan. Penderitaan dinikmati sebagai kesenangan. Apa namanya ini kalau bukan sakit?

Perubahan nama dari STPDN menjadi IPDN (setelah kematian Wahyu yang sangat terkeskpos) yang dilakukan Depdagri juga dimaksudkan sebagai perubahan manajemen institusi. Tetapi pada kenyataannya, peristiwa yang sama terulang kembali. Dan dari kesaksian dosen IPDN Inu Kencana Syafei, ternyata praktek-praktek kekerasan di IPDN terus berlangsung. Jadi sebenarnya belum ada perubahan terutama kultur akademis di IPDN.

Pertama, budaya senioritas. Kekuatan senioritas berusaha dijaga di institusi ini. Bahwa praja junior harus tunduk dan menghormati praja senior, sehingga praja senior berusaha 'membina' yuniornya melalui pola perploncoan. Perploncoan dahulu berasal dari Eropa ketika dosen dan profesor disana melakukan kegiatan kepada mahasiswa barunya, terutama dari golongan kaya, untuk mengeleminasi ego kekuasaanya. Contohnya, para dosen kadang menyuruh mahasiswa mencukur habis rambutnya. Bagi profesor atau dosen, mahasiswa kaya yang belagu kurang bisa menangkap ilmu yang diberikan. Kemudian praktek perploncoan ini berkembang di banyak institusi sebagai ajang ngerjain yunior dan semakin berkembang sebagai ajang demonstrasi kekuasaan senior.

Budaya senioritas ini sungguh tidak relevan dan tidak signifikan di lapangan kerja, karir dan di lapangan hidup secara umum. Ada kepatutan akhlak bagi yang lebih muda untuk menghormati yang lebih tua, dan yang lebih tua menyayangi yang lebih muda. Sehingga senioritas menjadi tidak signifikan lagi. Di lapangan kerja nantinya, kompetensi dirilah yang signifikan, baik itu kompetensi keahlian, komunikasi dan kepribadian. Sangat mungkin terjadi, yang lebih yunior dari sisi usia dapat menjadi atasan bagi yang lebih senior. Kelihatannya memang para praja ini menjaga dari jauh-jauh hari agar yang lebih yunior tidak 'macam-macam' nantinya. (Apa namanya kalau bukan kekanak-kanakan)

Contoh lain juga, sebagai alumni ITB misalnya, sangat tidak relevan dan signifikan belagu di tempat kerja (atau di lingkungannya), misalnya mendemonstrasikan romantisme 'kekuatannya' waktu di kampus, kekuatan IPK-nya, mantan ketua ini itu, dst..dst.. Kalau menjadi pekerja, ya performansi andalah yang menjadi ukurannya.

Dalam tarikh, Rosululloh saw mematahkan budaya senioritas yang tidak relevan. Seperti dalam pengangkatan Usama bin Zaid dalam usianya yang belum dua puluh tahun menjadi panglima pasukan dimana didalamnya terdapat tokoh-tokoh Muhajirin dan pemuka Anshar.

Kedua, kultur sikap yunior. Lingkaran kekerasan yang terus berlangsung tak lepas dari kontribusi yunior yang menampilkan sikap korban atau sikap orang yang kalah. Situasi yang lazim terbentuk dalam lingkungan represif. Yunior memilih sikap patuh untuk menghindarkan diri dari hukuman lain, atau untuk menyelamatkan dirinya. Diam meskipun tubuhnya sakit menahan pukulan, diam meskipun batinnya menahan derita. Manusia seperti apa yang akan lahir dari 'pengasuhan' ini kalau bukan pengecut.

Yunior juga merelakan dirinya dihajar senior, demi tetap diakui atau tidak dikeluarkan dari kelompoknya. Yunior takut tidak diidentifikasi sebagai bagian dari praja jika tidak mengikuti alur 'pembinaan' seperti ini. Pada gilirannya, setiap praja akan menyerap nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan sebagai sesuatu yang wajar, sesuatu yang memang harus seperti demikian. Proses internalisasi nilai berlangsung terus menerus yang menjadi pemelihara kekerasan dalam institusi akademis tetap langgeng. Seorang alumni praja mengungkapkan terjadi praktek suap atau pemberian uang dari senior kepada yunior untuk melindungi dirinya. Pembibitan korupsi telah dimulai disini.

Kalau dicermati, kekerasan berlangsung sebagai kesenangan senior pada kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler. Institusi hendaknya menyadari bahwa dirinya adalah lembaga akademis, dimana porsi-porsi pendidikan dan pembinaan yang bersifat akademis seharusnya lebih dominan. Kegiatan ekstrakurikuler merupakan kegiatan di luar akademis yang nyatanya menjadi ajang pembantaian. Apalagi sifat pendidikannya yang berasrama tentu membutuhkan perhatian lebih.

Dari beberapa pernyataan diatas, maka perubahan IPDN harus terjadi secara manajemen dan kultural. Secara struktur, pemerintah harus berani membenahi habis-habisan, tidak menutup kemungkinan sampai di struktur Depdagri-nya. Mengganti orang-orang lama secara signifikan, dengan memasukkan unsur-unsur pendidik yang relevan dan mempunyai wawasan psikologi serta filosofis pendidikan. Rekrutmen mahasiswa IPDN juga harus transparan, tujuannya untuk mencetak praja yang kompeten dan kompetitif. Selama ini publik gelap gulita tentang rikrutmen calon praja.

Kemudian secara kultural, harus dimulai dengan penegakan aturan-aturan yang mendasar. Tentunya, acara yang membuka peluang kekerasan, atau pola permisif terhadap kekerasan oleh senior dibabat habis dengan pelarangan yang diwadahi oleh hukum formal di dalam institusi. Karena ternyata kekerasan yang berlangsung tidak saja memberi dampak kerusakan fisik atau bahkan kematian, tetapi menumbuhkan kultur dan jiwa tidak sehat dari mulai ego kekuasaan, premanisme, suap, kepengecutan hingga pewarisan nilai-nilai sakit tersebut. Wallohu'alam.

Blog EntryTidak sedang Doyan Jeruk ImporFeb 19, '07 7:19 PM
for everyone
Dari dahulu, pilihan jeruk saya selalu jeruk lokal, jeruk medan, jeruk garut, meskipun saya sangat jarang mengkonsumi jeruk, setahun berapa kali ya ^_^.  Sekarangpun, ketika konsumsi jeruk agak rutin sebagai supply buah untuk ade bayi, tetap saja jeruk lokal berkulit hijau atau semu kuning yang menjadi pilihan.

Padahal, jeruk impor membanjir dengan warna menarik, varietas lebih beragam, ukuran lebih besar, dan harga lebih murah, bener lebih murah, apalagi di supermarket2, bedanya bisa dua-tiga ribu dengan jeruk lokal. Dalam soal perjerukan ini, saya setia pada jeruk lokal, karena (my heart told me..ciee..) bahwa ke'murah'an jeruk impor mengandung ketidakberesan yang panjang dari kebijakan agribisnis, kemandulan pemberdayaan (pembangunan) sektor pertanian dan ego-ego murahan segelintir impotir yang dekat penguasa (rasa keadilan terusik nih ^_^)

Beginilah pendapat dari seorang teman :

Bahwa sektor usaha skala makro, itu sudah ada 'peta'-nya di dunia. jadi, ketika kita bicara hubungan bilateral 2 negara, maka hitung-hitungan dagang barter itu harus dibuka. ex : indonesia mo exspor barang A ke amerika, maka..amerika akan meminta barang B untuk boleh masuk ke indonesia.

nah..disinilah kepentingan politik itu tadi bermain (ini saya bicara politik benar dulu yaa). jadi, industri non-migas yang menjadi 'anak emas' di indonesia itu salah satunya adalah industri tekstil. pemerintah berusaha menjajakan industri tekstilnya kemana-mana, dengan membuka beberapa keran industri teknologi tinggi selama ini (kurun waktu 70-90an).

awal tahun 2000, celakanya... . :)
keran impor yang dibuka adalah bidang agrobisnis. (ingat tahun 90 akhir s/d sekarang adalah masa booming industri agro di indonesia), khusus kasus jeruk (setau saya), pajak impornya waktu itu sampai 0% .. :) hehehe...parah bukan?

sedangkan, untuk negara-negara yang memasukkan filtrasi barang ke indonesia, biasanya sektor pertanian itu adalah sektor yang justru disubsidi oleh pemerintahnya. itulah kenapa harganya bisa jauh lebih murah dari harga pasaran. masuk indonesia, parahnya bea masuk 0%?!?!?!? :)

setau saya (hehe...modal sering baca trubus nih), pemain perkebunan bibit (termasuk jeruk), yang bertahan akibat keran impor itu tinggal sekitar 50% (biasanya yang punya laham sampai ratusan hektar di luar jawa), pengusaha-pengusaha yang gulung tikar malah yang lahannya kecil, dan memang ambil ceruknya adalah ceruk ekspor.

yang menarik tentang dunia politik indonesia (entah itu eksekutif atau legislatif), bidang-bidang dan keran-keran impor/ekspor yang dibuka-tutup di indonesia itu... diukur berdasarkan faktor kedekatan antara eksekutif-legislati f, dengan dunia usahanya. misal... si anggota dpr a, adalah juga impotir beras...maka, beras impor dengan alasan apapun...akan dicoba untuk dilegal-butuhkan di indonesia... :)

sedih...but it's true... itulah yang terjadi saat ini di indo. beberapa kali saya kumpul2 dengan temen2 80an yang aktif di IA, kok ya bahan pembicaraannya ga jauh-jauh dari urusan kayak gini... hehehhee...

industri dibangun bukan dari fundamental, tapi dari skala kemungkinan bisnis apa yang bisa cepet menghasilkan uang via APBN. :)


gpp sih...asalkan nantinya memang dibangun industri yang bener...sedihnya. .. alumni kita... kebanyakan masih broker proyek... :)

adi131

Blog EntryIslamic ParentingFeb 14, '07 11:16 AM
for everyone
Pindahan 1 September 2006

mmhh... di beberapa waktu ini, saya mencoba mengkaji referensi-referensi parenting, utamanya sumber2 onlen. Referensi berbahasa Indonesia yang --sepertinya- - paling lengkap adalah http://www.ayahbund a-online. com/ yang mensupport versi majalahnya (majalah parenting dg oplah terbesar di Indo).

Mencermati isinya (ayahbunda), narasumbernya adalah dokter2 --ibukota--, terjemahan refernsi asing (dlm porsi yg sangat banyak), dan opini atau cerita pembaca. Kemudian surfing lbh jauh lagi, ke situs2 parenting berbahasa Inggris, situs2 menarik seperti www.pregnancytoday. com, www.iparenting. com, www.creativeparenti ng.com, www.birthpsychology .com

Referensi parenting yg biasanya --wajib-- ditamatkan akhwat adalah (masterpiece) Tarbiyatul Aulad DR.Abdullah Nashih Ulwan. Tinjauan edukasi yang signifikan dg latar tarbiyah ala Rosululloh saw.

Kemudian terfikir, ada tidak referensi yang menggambarkan bagaimana ummahat2 binaan Rosululloh mempersiapkan, menjaga, menjalani masa-masa dari pra-konsepsi, kehamilan, kelahiran, pasca kelahiran dst. Apakah --karena-- secara ruhiyyah ummahat2 tsb sangat kuat sehingga kita tidak mendapatkan ditail2nya, ataukah dokumentasi2 yang hilang setelah kemunduran peradaban Islam? Dimana bisa mendapatkan penggalan berharga tsb?

Blog Entry Struktur RitelFeb 14, '07 10:38 AM
for everyone
Pindahan 28 November 2006

Hidup di perkotaan membuat pilihan belanja di pasar modern menjadi menyenangkan, terutama unsur swa-layan dan banyaknya barang yang bisa dipilih.

Industri ritel sangat kompetitif, pemainnya rata-rata jaringan besar dan ekspansi industri ritel luar negeri (Carrefour, Giant, Hypermart) atau minimarket kuat (Indomart, Alfa, Ceria). Peritel kuat ini, dapat menentukan barang apa saja yang dipajang di etalasenya, dengan supplier mana saja mereka bekerjasama, banting-bantingan harga, dan ekspansi luar biasa ke perumahan atau perkampungan, bahkan pesantren telah dimasuki jaringan pasar modern.

Jaringan ritel raksasa dapat menyetop barang apapun yang tidak mereka inginkan, membeli gelondongan suatu barang dan melabeli dengan merek mereka, dan yang paling terlihat adalah sebagian besar produk yang diritel adalah milik perusahaan-perusahaan besar dan agribisnis impor.

Sejak cukup berinteraksi dengan warung untuk kebutuhan sehari-hari, teramati realita struktur ritel yang --ternyata-- cukup memprihatinkan. Sebutlah sebuah warung, disana berjajar aneka produk sesuai kekuatan modal pemilik warung, kecepatan perputaran barang (laris/tidak) dan paling khas adalah aneka cemilan plastikan, roti, krupuk plastikan, gorengan, kueh-kueh yang ditaruh pemasok lain. Warung ternyata tidak saja dipasok perusahaan besar, tetapi sekian industri kecil juga berputar bersamanya.

Di hari-hari ini, mang2 pemasok itu semakin muram saja, ada juga yang mengutuki pemerintah SBY. Dalam seminggu, satu dua plastik saja yang laku. Mart yang berjajar di depan-depan perumahan telah membuat warung sepi pembeli, mereka menawarkan swa-layan, harga termurah (belanja dekat dan hemat) dan tak ketinggalan gengsi :D
Di Singapore Carrefour hanya hidup satu toko, karena kekuatan ritel dikelola oleh jaringan koperasi yang solid.

Densitas pasar modern dengan jaringan peritel raksasa yang begitu padat telah memukul peritel kelas warung dan tentu saja sekian industri mikro yang menyertainya. Sementara pada saat yang sama ritel usaha mikro, menengah dan koperasi memiliki keterbatasan tidak saja pemodalan, tetapi juga pengelolaan dan posisi tawar yang rendah menghadapi supplier.

Apa kabar anggota dewan? bagaimana pula kabar undang-undang peritelan? pengaturan densitas pasar modern dan zonasi perlu diperhitungkan. Soalan kompetisi antara peritel besar, peritel asing, peritel kecil, koperasi, sampai pasar tradisional perlu difikirkan. Kondisi tata kota, struktur sosial beserta dampaknya juga jadikan pertimbangan. Masih suka gelo kalau mengingat keberhasilan berdirinya Matos (Malang Town Square). Supremasi konsumerisme berdiri di tengah kompleks strategis pendidikan, tepat di lingkaran beberapa universitas negeri dan swasta, beberapa SD, SMP, dan SMA dan kantor dinas Diknas kota Malang.

Ini bukan soal, biarkan saja pasar menjalankan mekanismenya, orang akan memilih layanan terbaik harga termurah, bukan soal itu, karena kita tidak sedang hidup di rimba. Atau jangan-jangan sesungguhnya kita memang sedang berada di rimba dalam legitimasi bentuk bernama peradaban (palsu) ???

Alternatif dari Madani Mart

Di ujung apatisme harapan terhadap pemerintah, sebuah solusi digagas Pak Budi menawarkan konsep mitralaba syariah dibawah PT.Pemodalan Nasional Madani (PNM) dengan branding Madani Mart. Dikatakannya, rantai mafia distribusi terlampau panjang, persaingan yang tidak seimbang hanya bisa diputus dengan memberikan alternatif pasar, kita ciptakan pasar mikro dan koperasi yang kuat. (Semoga saja otoritas penguasa dapat menjadi elemen pemercepat dan penguat :D)

Konsep minimarket syariah ini tidak mengadopsi perhitungan rugi-laba dengan metode persentase royalti, tetapi menggunakan konsep bagi hasil antara PNM dan koperasi terkait.
Demikian pula dilakukan pelevelan harga, harga end customer dan harga grosir, sehingga warung-warung di dalam gang nantinya tetap dapat menjual lagi barang dengan harga semurah gerai Madani Mart. Yang menarik, Madani Mart memberlakukan prosentase pemasok 60% industri besar dan 40% produk lokal, sehingga kekayaan lokal terfasilitasi, apalagi nantinya dapat dipertukarkan/diperdagangkan antar daerah melalui jaringan distribusi Madani Mart maka industri mikro akan terangkat.

Rupanya, konsep Madani Mart akan terus dimajukan dengan membuka gerai-gerai baru, dan telah digagas pula upaya edukasi kepada usaha mikro untuk memproduksi barang-barang dengan standar kehalalan LP POM MUI sehingga diharapkan produk yang diperdagangkan di gerai Madani Mart adalah berbagai produk industri besar, mikro, menengah dan koperasi yang telah bersertifikasi halal.

Semoga lancar dan sukses untuk Madani Mart, serta memberi inspirasi untuk terus berwacana, menggagas solusi dan berkarya.

Blog Entry Ketika Kampus Islam Dibajak OrientalisFeb 14, '07 10:35 AM
for everyone
Pindahan 10 Oktober 2006

Lebih dari 30 tahun benih orientalisme mencengkram studi Islam dan semakin merambah ke berbagai bidang, termasuk studi Al-Qur'an.

Saat mengisi acara workshop di Pondok Pesantren Gontor, 19-20 Agustus 2006 lalu, saya mendapatkan hadiah sebuah Jurnal yang sangat bagus, bernama TSAQAFAH. Jurnal ini diterbitkan oleh Institut Studi Islam Darussalam (ISID) Pondok Modern Darussalam Gontor Indonesia. Pada edisi Vol.2, Nomor 2, 2006/1427, diangkat berbagai artikel menarik tentang keislaman. Salah satu yang perlu kita jadikan catatan adalah sebuah artikel berjudul “Framework Kajian Filsafat Islam” tulisan Hamid Fahmy Zarkasyi, Pembantu Rektor III ISID. Melalui riset yang cukup mendalam terhadap sejumlah kurikulum kajian filsafat Islam di Perguruan Tinggi Islam di Indonesia –baik yang negeri maupun swasta– Hamid Fahmy membuktikan bahwa kajian filsafat Islam di Indonesia tampak jelas terpengaruh oleh kajian para orientalis.

Pengaruh itu tidak hanya pada cara atau metodologi pengkajian, tetapi lebih mendasar lagi, sampai pada framework (kerangka) dan cara pandangnya terhadap filsafat Islam.

Cara pandang ini tentu bukan tanpa maksud. Secara sistematis, mereka akan menunjukkan bahwa filsafat Islam hanyalah kertas copi dari Yunani; tanpa Yunani, Islam tidak memiliki pemikiran rasional. Padahal, sekalipun konsepsi falsafah juga dikenal dalam pemikiran Islam, namun tetap disertai kritik dan seleksi yang ketat. Itulah yang dilakukan oleh Al-Ghazali dan Ibn Taymiyah.

Menurut Hamid Fahmy, berbeda dengan tradisi filsafat Yunani yang berdasarkan akal, tradisi filsafat Islam bersumberkan pada wahyu. Dengan demikian, filsafat Islam adalah filsafat yang lahir dari pemahaman, penjelasan, dan pengembangan konsep-konsep penting dalam al-Quran dan Sunnah.

Dalam sejarahnya, para ulama dan cendekiawam Muslim telah melakukan proses seleksi dan adapsi yang ketat terhadap pemikiran yang datang dari luar Islam.

Sejumlah ilmuwan seperti Ibn Sina, al-Kindi, dan al-Farabi, menerima filsafat Yunani dan berusaha memodifikasikannya agar sesuai dengan prinsip-prinsip penting dalam ajaran Islam. Al-Ghazali dan Fakhruddin al-Razi menerimanya sejauh masih sejalan dengan ajaran Islam dan menolak konsep-konsep yang bertentangan dengan Islam.

Ibn Taymiyah termasuk diantara penolak keras “filsafat”, tetapi ternyata juga menerima jenis filsafat tertentu, yang disebutnya al-falsafah al-shahihah (filsafat yang benar) dan al-falsafah al-haqiqiyah (filsafat yang sebenarnya).

Hamid Fahmy – yang telah menyelesaikan disertasi doktornya tentang ‘Teori Kausalitas al-Ghazali” di ISTAC-IIUM Kuala Lumpur – mencatat, bahwa para ulama Islam menolak, menerima secara selektif atau menerima dan memodifikasi prinsip-prinsip filsafat Yunani, karena konsep-konsepnya yang tidak sejalan dengan konsep Islam.

Selain itu, mereka juga percaya akan adanya konsep Islam sendiri yang berbeda dengan konsep asing itu. Ini berarti, simpul Hamid Fahmy, para ulama memandang bahwa dalam Islam terdapat prinsip berfikir filosofisnya sendiri yang berbeda dari Yunani.

Jadi, sejak awal, umat Islam sudah memiliki tradisi berpikir sendiri yang berdasarkan wahyu, yang berbeda dengan tradisi berpikir Yunani. Sumber aspirasi yang asli dan riil dari para pemikir Muslim adalah Al-Quran dan Sunnah Rasul. Bahwa ada sebagian unsur asing yang kemudian diserap dalam khazanah pemikiran Islam, tetap diupayakan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip ajaran Islam. Dalam masalah Tuhan, manusia, dan alam semesta, para pemikir Muslim memiliki konsep mereka sendiri yang justru tidak terdapat dalam tradisi filsafat Yunani.

Mengambil contoh Kurikulum dan Silabi Kuliah Filsafat Islam terbitan Departemen Agama, Hamid menunjukkan, bahwa yang dimaksudkan sebagai “pemikiran filsafat Islam yang awal” dalam kurikulum ini adalah dimulai sejak masuknya pengaruh filsafat peripatetik Yunani ke dalam Islam. Artinya, filsafat Islam dianggap wujud hanya setelah datangnya pengaruh filsafat Yunani. Ha ini mendukung anggapan bahwa dalam Islam tidak ada filsafat atau pemikiran filosofis. Model kajian seperti ini tidak akan memberi bekal kemampuan kepada mahasiswa untuk mengembangkan filsafat sains dalam Islam.

“Jika framework ini ditelusuri asal usulnya maka akan terungkap kesamaannya dengan framework yang dipegang secara meluas oleh para orientalis,” tulis Hamid Fahmy, yang juga Direktur Centre for Islamic and Occidental Studies (CIOS), ISID Gontor.

Hasil riset Hamid Fahmy Zarkasyi tentang metode studi filsafat Islam di Perguruan Tinggi Islam di Indonesia ini sangat penting untuk ditelaah dan direnungkan secara mendalam.

Jauh sebelumnya, 30 tahun lalu, Prof. HM Rasjidi telah menunjukkan kuatnya pengaruh metode orientalis terhadap buku wajib dalam studi Islam di Indonesia, yakni buku “Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya”, karya Prof. Harun Nasution. Rasjidi kemudian memberikan kritik-kritik yang tajam terhadap buku tersebut, bahwa buku itu merusak dan membahayakan aqidah Islam.

Tetapi, kritik-kritiknya tidak pernah didengar. Buku ini tetap dijadikan sebagai rujukan dalam studi Islam di Perguruan Tinggi, tanpa didampingi oleh buku Prof. Rasjidi: Koreksi terhadap Dr. Harun Nasution tentang “Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya”.

Seperti pernah kita bahas, buku Harun Nasution ini memuat begitu banyak kesalahan fatal dan mendasar tentang Islam. Dalam aspek filsafat, Harun Nasution juga menulis: “Pemikiran filosofis masuk ke dalam Islam melalui falsafat Yunani yang dijumpai ahli-ahli fikir Islam di Suria, Mesopotamia, Persia, dan Mesir…Filosof kenamaan yang pertama adalah Abu Yusuf Ya’qub Ibn Ishaq al-Kindi.”

Dalam pemaparannya, Harun mengungkap berbagai perdebatan seputar isu-isu dalam kajian filsafat, tetapi tidak melakukan ‘tarjih’ terhadap pendapat yang benar. Bahkan ketika membahas pendapat seorang filosof yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Islam, Harun tidak memberikan kritik terhadapnya. Seperti ketika menjelaskan tentang filosof Abu Bakr Muhammad Ibn Zakaria al-Razi (864-925), Harun bahkan menulis, “Tetapi sungguhpun ia menentang agama-agama, al-Razi bukanlah seorang ateis. Ia tetap percaya kepada Tuhan sebagai pengatur alam ini.”

Padahal, ditulis oleh Harun: “Al-Razi adalah seorang rasionalis yang hanya percaya pada akal dan tidakpercaya pada wahyu. Menurut keyakinannya akal manusia cukup kuat untuk mengetahui adanya Tuhan, apa yang baik dan apa yang buruk, dan untuk mengatur hidup manusia di dunia ini. Oleh karena itu Nabi dan Rasul tak perlu, bahkan ajaran-ajaran yang mereka bawa menimbulkan kekacauan dalam masyarakat manusia. Semua agama dia kritik. Al-Quran baik dalam bahasa maupun isinya bukanlah mu’jizat.”

Sebagai buku panduan untuk mahasiswa Muslim, harusnya Prof. Harun menjelaskan, bahwa pendapat Abu Bakr Muhammad Ibn Zakaria al-Razi (bukan Fakhruddin al-Razi) adalah keliru dan bertentangan dengan prinsip ajaran Islam.

Harusnya, Prof. Harun tidak bersikap netral dalam hal-hal yang jelas-jelas salah. Bahkan, dalam uraiannya, Harun lebih cenderung mengunggulkan pendapat Ibnu Ruyd, ketimbang al-Ghazali. Dalam kritiknya, Rasjidi menyesalkan kecenderungan Harun untuk lebih menonjolkan pendapat Ibn Rusyd yang memberikan pembelaan kepada para filosof peripatetik dari kritikan al-Ghazali.

Kajian Harun tentang aspek filsafat dalam Islam, menurut Prof. Rasjidi, merupakan aspek yang sangat negatif, khususnya bagi mahasiswa IAIN tingkat pertama.

Dalam kritiknya, Rasjidi mengupas secara tajam kekeliruan pemikiran Ibnu Rusyd, al-Farabi, dan Ibnu Sina.

Filsafat Islam, kata Prof. Rasjidi, adalah suatu usaha untuk mempertahankan aqidah Islam dengan mengambil bahan dari filsafat Yunani yang tidak bertentangan dengan Islam. Teori al-Farabi dan Ibnu Sina tentang emanasi (pancaran) bertentangan dengan Islam, yang menegaskan, bahwa Allah menciptakan alam dengan kemauan-Nya, bukan melalui pancaran. Meskipun mengakui kebaikan niat baik Ibnu Rusyd dalam membela filosof – yakni untuk menunjukkan bahwa Islam tidak bertentangan dengan akal – tetapi Rasjidi menilai teori Ibnu Rusjd tentang kekekalan alam sudah usang untuk abad ke-20. “Kelihatan sekali bahwa Dr. Harun Nasution tidak mengikuti perkembangan ilmu cosmology astrophysic, sehingga ia mempertahankan pendapat Ibnu Rusyd yang sudah usang itu,” tulis Prof. Rasjidi.

Itulah studi kritis Prof. Rasjidi terhadap aspek filsafat dalam buku “Islam Ditinjau Dari Berbagai Aspeknya” karya Prof. Harun Nasution. Rasjidi menulis kritiknya ini pada tahun 1975. Bisa dikatakan, kajian Hamid Fahmy Zarkasyi lebih maju selangkah lagi dari apa yang telah dilakukan oleh Prof. Rasjidi, karena Hamid Fahmy sudah menyentuh aspek “framework” dan cara pandang. Bahkan, Hamid menawarkan perspektif baru dalam studi filsafat Islam yang belum ditawarkan oleh Prof. Rasjidi sebelumnya.

Kajian-kajian ilmiah dan serius tentang berbagai bidang keilmuan Islam (Ulumuddin) saat ini merupakan proyek yang sangat mendesak bagi umat Islam. Apalagi, 30 tahun setelah benih orientalisme ditanamkan oleh Prof. Harun Nasution, cengkeraman orientalis dalam studi Islam sudah semakin merambah ke berbagai bidang studi-studi lain, baik dalam studi agama-agama maupun dalam studi Al-Quran. Belum lagi dengan masuknya ‘proyek-proyek pesanan’ negara-negara dan LSM Barat dalam studi dan pemikiran Islam. Masuknya studi kritis Al-Quran dan mata kuliah hermeneutika, misalnya, tidak bisa dianggap hal yang enteng.

Penggunaan epistemologi relatif dalam studi agama di Ushuluddin telah membongkar framework studi agama-agama dalam tradisi Islam yang berbasis pada keimaman Islam.

Ketika mengisi satu seminar di Yogyakarta pada 18 Agustus 2006 lalu, seorang peserta menyatakan, bahwa dalam studi ilmu-ilmu agama, metodologi Barat lebih baik dibandingkan dengan metodologi Islam. Pernyataan semacam ini sudah sering disampaikan dalam berbagai buku dan kesempatan. Padahal, biasanya yang mereka maksud dengan ‘metodologi’ yang baik adalah dalam soal teknik penulisan. Misalnya, karena banyak catatan kakinya, maka suatu tulisan disebut ilmiah dan bagus.

Kita tidak menolak metode semacam ini. Bahkan, perlu memberikan apresiasi terhadap ketekunan dankesungguhan para orientalis dalam melakukan penelitian dan penulisan tentang Islam. Terutama dengan kesungguhan mereka dalam menghimpun literatur-literatur Islam.

Tetapi, kita juga perlu senantisa kritis, bahwa dalam metodologi atau lebih tepatnya framework kajian agama, ada perbedaan yang mendasar antara Islam dengan para orientalis pada umumnya. Bagi seorang Muslim, belajar agama bertujuan untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat, yang dapat meningkatkan iman dan ibadah kepada Allah. Sebab, tidaklah manusia diciptakan kecuali hanya untuk beribadah kepada Allah. (QS
51:56).

Seorang Muslim yakin, bahwa mencari ilmu itu sendiri adalah kewajiban dan merupakan ibadah. Karena itu, kita diajarkan untuk senantiasa berdoa, mudah-mudahan kita dijauhkan dari ilmu yang tidak bermanfaat. Ilmu yang manfaat adalah ilmu yang menghasilkan dan memperkuat keimanan, dan bukan ilmu yang menambah keraguan dan kebingungan, serta semakin menjauhkan diri dari ibadah kepada Allah.

Metode studi agama cara Islam ini tentu berbeda dengan metode para studi agama ‘gaya Barat’ yang lebih diarahkan untuk menjadi ‘ilmuwan dan pengamat keagamaan’. Karena itu, dalam model studi seperti ini, para dosen tidak mempersoalkan apakah mahasiswa itu sesat atau benar. Suatu skripsi atau tesis tetap diluluskan jika dianggap sudah memenuhi syarat metode penulisan ilmiah, tanpa peduli apakah karya ilmiah itu benar atau salah dari segi isinya dalam pandangan Islam. Bahkan, banyak yang sudah bersifat skeptis dan agnostik terhadap kebenaran, dengan menyatakan, bahwa manusia tidak akan tahu kebenaran sejati, yang tahu kebenaran hanya Allah. Tentu saja ini sangat keliru, sebab Allah telah menurunkan wahyu-Nya kepada manusia melalui Nabi dan Rasul dengan tujuan untuk bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah.

Kita berharap para dosen di perguruan tinggi Islam dan para pejabat Departemen Agama sadar akan amanah berat yang mereka pikul saat ini, sehingga mereka tidak bersantai-santai atau bermain-main dalam hal ilmu agama.

Mereka perlu sadar, bahwa upaya untuk meruntuhkan Islam yang sangat strategis adalah dengan cara merusak konsep-konsep keilmuan Islam. Itulah yang sejak berabad-abad lalu dilakukan oleh para orientalis.

Dalam pasal 2, Perpres No 11 tahun 1960, tentang pembentukan IAIN disebutkan, bahwa tujuan pembentukan IAIN adalah: “IAIN tersebut bermaksud untuk memberi pengadjaran tinggi dan mendjadi pusat untuk memperkembangkan dan memperdalam ilmu pengetahuan tentang Agama Islam.”

Jadi, sesuai dengan niat mulia sejak awalnya, perguruan-perguruan tinggi Islam harus menjadi pusat pengembangan dan pendalaman ilmu tentang agama Islam. Tentu, sebagai umat Islam Indonesia, kita berharap, dari kampus-kampus ini lahir para cendekiawan dan ulama yang berilmu tinggi dan taat kepada Allah. Untuk itu, agar menjadi kampus Islam yang benar-benar sehat, segala macam jenis kuman dan virus-virus yang merusak ilmu-ilmu Islam harus mulai dikaji, diteliti, untuk selanjutnya ‘dijinakkan’ dan diamankan’.

Cita-cita mulia itu tidak akan terwujud, jika civitas academica di kampus Islam tidak bisa membedakan manayang ‘obat’ dan mana yang ‘racun’; mana ilmu yang bermanfaat dan mana ilmu yang madharat. Jika tidak paham atau tidak peduli dengan masalah ini, bisa jadi, kampus yang semula didirikan dengan niat begitu mulia, akhirnya secara tidak sadar sudah dibajak oleh para orientalis. Wallahu a’lam. (Depok, 25 Agustus 2006/www.hidayatullah.com]

Pindahan 10 Oktober 2006

3000 - 2700 S.M. Dynasti pertama di Mesir.

± 2400 S.M. Imperium Semitik pertama. Sargon I, raja Assyria.

2000 - 1500 S.M. Imperium-imperium Mesopotamia (kini Iraq)
dan Mesir. Perpindahan-perpindahan besar di
seluruh Hilal Subur (Fertile Cressent).

± 1750 S.M. Ibrahim di Kanaan (kini Palestina/Israel).

± 1700 S.M. "Code Hammurabi" (termasuk "lex talionis") dari
Babilonia, dari mana terbit hukum Kanaanit dan
sebagian dari "Syariat Musa."

1700 - 1550 S.M. Bangsa Hyksos dari Kanaan mengontrol Mesir
dan mengizinkan Bani Israil mendiami muara
(delta) sungai Nil; Bani Israil mulai menduduki
Kanaan (Palestina).

± 1550 S.M. Bangsa Hyksos diusir dari Mesir. Bangsa Hittit
menghancurkan Babilonia.

1500 - 1200 S.M. Masa paling jayanya Mesir. Kanaan adalah
wilayah Mesir. "Armana Tablets" menceritakan
tentang surat-surat kepada Firaun perihal
serangan-serangan Bani Israil terhadap kota-
kota di Kanaan.

± 1400 S.M. Yericho dihancurkan oleh "Yusak" yang membentuk
konfederasi dari Bani Israil di Kanaan Utara.
Ibukota Sechem (kini Nablus).

1377 - 1360 S.M. Pemerintahan Firaun IKHNATON (Armenophis IV),
Monotheist. Aneka pembaharuannya disapuh setelah
wafatnya.

± 1230 S.M. Keluarnya Bani Israil (suku Levi?) dari Mesir di
bawah pimpinan Musa dan Harun a.s. Tahun
tradisionil dari Decalogue (Kesepuluh Firman).

± 1200 S.M. Didudukinya negeri-negeri sebelah Timur sungai
Yordan dan bagian-bagian Kanaan Selatan oleh
suku-suku padang pasir, dipimpin oleh Bani Israil
yang lolos dari Mesir.

1225 - 1020 S.M. Bani Israil menaklukkan bagian-bagian lebih
banyak dari Kanaan. Pergulatan dengan bangsa
Filistin. Pemerintahan oleh Syekh atau
"hakim-hakim."
Percampuran hidup Bani Israil dan orang-orang
Kanaani, peradaban Kanaanit diserapnya.

± 1020 S.M. Sebagian suku-suku Bani Israil berpadu di bawah
raja pertama: Saul.

± 1004 S.M. Daud a.s. menjadi raja dari Israel Selatan yang
dinamakan Yudah.

± 998 S.M. Daud menjadi raja dari seluruh Israel, dan merebut
Yerusalem (kini Al-Qudus) yang menjadi ibukota.
Perluasan daerah Israel hingga sebesar yang tidak
pernah dicapainya, sedang keadaan internasional
sangat menguntungkannya

965 - 926 S.M. Suleiman a.s., pemerintah dan kerajaan bersatu.
Membangun Heikal pertama di Yerusalem.
Pemerintahan sangat mewah, perdagangan maju,
akan tetapi perpajakan berat menyebabkan kemarahan
dan nyaris pemberontakan.

± 926 S.M. Kerajaan pecah: Israel di Utara dan Yudah
di Selatan.

926 - 721 S.M. Kerajaan Utara. Pembaharuan-pembaharuan
(Reforms) dari nabi Elia (Ilyas a.s.).
Nabi-nabi Amos dan Hosea dan Samaria jatuh,
dan berakhirlah kerajaan Utara.

926 - 586 S.M. Kerajaan Selatan, Nabi-nabi Yesaya dan
Mikha (725 - 697 S.M.). Senakharib menyerang
hendak merebut Yerusalem (701 S.M.).

696 - 642 S.M. Dewa-dewa bintang bangsa Assyria disembah
di Yerusalem. Kultur Pembiakan (Fertility).
Pengorbanan anak. Krisis agama mendekat.

621 S.M. Hukum Kitab Ulangan. Penerbitan pertama dari
"Sepuluh Firman" (saduran Kitab Ulangan).
Nabi-nabi Yerimia dan Yehezkiel.
Bangunnya Babilonia.

586 S.M. Yerusalem jatuh dan mulainya pengasingan
di Babilonia.

538 S.M. Firman Cyrus II yang mengizinkan kembalinya
orang-orang dari Pengasingan. Saduran kedua
dari "Sepuluh Firman" (Kitab Keluaran XX)
disusun masa itu.

520 - 516 S.M. Heikal dibangun kembali oleh Zerubbabel.

458 - 444 S.M. Ezra (Uzair) dan Nehemya. Pemugaran Yudah
dimulai, kini dinamakan Yudea.

444 S.M. Diterbitkan dan diterima Hukum disusun pada masa
Pengasingan dan dikatakan dari Musa a.s.,
termasuk kedua saduran dari Sepuluh Firman.

333 S.M. Iskandar Agung masuk Yerusalem.

320 S.M. Palestina di bawah Ptolemy (Mesir).

198 S.M. Palestina di bawah Seleucid (Syria).

168 S.M. Antiochus IV (Epiphanes) berusaha menghilangkan
agama Yahudi.

176 - 135 S.M. Pemberontakan Makkabe.

142 S.M. Kemerdekaan Yahudi dari Syria; Pemerintahan oleh
raja-raja serentak Imam.

65 S.M. Pompeyus masuk Yerusalem dan Palestina menjadi
wilayah Romawi.



ALKITAB (BIBLE)
Sejarah Terjadinya dan Perkembangannya
Serta Hal-hal yang Bersangkutan

Prof. H.S. Tharick Chehab

Penerbit MUTIARA Jakarta
Jln. Salemba Tengah 38, Jakarta
INDONESIA

Blog Entry MASYUMI, PNI, PSI?Feb 14, '07 10:32 AM
for everyone
Pindahan 5 Oktober 2006

Rosihan Anwar
Wartawan Senior

Setelah Ny. Supeni akhir Oktober 1995 mengumumkan berdirinya ormas Persatuan Nasional Indonesia (PNI), timbul ulasan dan berita apakah akan menyusul Masyumi Baru? Kalau Masyumi yang dibubarkan oleh Presiden Soekarno pada 1960 adalah kepanjangan dari Majelis Syuro Muslimin Indonesia, maka Masyumi yang akan lahir ialah Majelis Syarekat Umat Muslimin Indonesia.

Ridwan Saidi, mantan ketua HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan anggota DPR fraksi PPP, menyatakan kepada surat kabar minggu Swadeshi (31/10) Masyumi Baru akan lahir "karena PNI juga perlu pendamping seperti zaman dulu pada kabinet Wilopo." Malah ada orang berkata PSI (Partai Sosialis Indonesia) yang telah mati sejak 1960 akan muncul kembali dan bekerja sama seperti dalam koalisi Masyumi-PNI-PSI kabinet Wilopo. Sebagai diketahui, kabinet Wilopo punya masa hidup 14 bulan (April 1952-Juni 1953), lebih lama ketimbang kabinet Mohammad Natsir (September 1950-Maret 1951) dan kabinet Sukiman (April 1951-Februari 1952). Ia merupakan "nationale zaken kabinet", secara politis relatif stabil.

Dalam sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh Dewan Pertahanan Keamanan Nasional untuk memperoleh masukan bagi penyusunan GBHN beberapa tahun lalu, Letjen TNI (pur) T.B. Simatupang mengutarakan bahwa bila ketiga partai -- Masyumi, PNI dan PSI -- bersatu dalam pemerintahan, maka stabilitas politik menjadi kokoh. Sebaliknya, jika tidak ada kesepakatan di antara mereka, maka ancaman destabilisasi menjadi besar.

Menurut ketua fraksi PSI dalam parlemen hasil Pemilu 1955, Soebadio Sastrosatomo, menjelang Peristiwa Malari 1974 di kalangan para mahasiswa dan pemuda terdapat diskusi bergairah tentang model kabinet yang ideal dan mampu memecahkan persoalan-persoalan bangsa dan negara. Mahasiswa dan pemuda itu sampai pada kesimpulan bahwa kabinet yang ideal ialah kabinet Wilopo dengan inti tiga partai, yaitu Masyumi, PNI dan PSI. Jadi, penyatuan tenaga ketiga partai itu harus diusahakan.

Komandan Seskoad, Letjen Suwarto, berpendapat sama yaitu model kabinet ideal adalah kabinet Wilopo. Tapi, pelaksanaannya tidak pernah ada karena Peristiwa Malari melepaskan kekuatan-kekuatan yang mengakibatkan bukan kelegaan, keterbukaan dalam sistem politik, melainkan kekakuan dan keketatan.


Kendati Antara (1/11/95) memberitakan "akan munculnya Neo-Masyumi" namun belum tampak perwujudannya. Hal ini bukan karena terindahkannya peringatan anggota DPR fraksi Golkar, Abu Hasan Sazili, bahwa "supaya para pendiri Ormas baru yang kebanyakan sudah uzur tidak meninggalkan "bom waktu" ke pelbagai bagian dan pengkotak-kotakan seperti era 1950-an." Sebabnya barangkali karena Neo-Masyumi adalah kerja sia-sia, memubazirkan waktu dan energi. Mungkin pula karena ada benarnya ucapan Kassospol ABRI Letjen TNI M. Ma'ruf, bahwa "politik aliran yang pernah hidup dalam kehidupan kemasyarakatan beberapa tahun lalu karena belum menerima Pancasila sebagai satu-satunya asas, agar dilupakan" (Antara,4/11/95).

Apa pun alasan sebenarnya, Prof. Dr. Delian Noer menyatakan: "Orang-orang Masyumi atau para pengikutnya sekarang ini sebenarnya masih banyak. Tetapi mereka tidak ada tanda-tanda untuk melahirkan kembali organisasinya. Dalam berpolitik, mereka tetap mengagumi etika dan moral yang ditanamkan Masyumi." (Jawa Pos, 28/10/95).

Soebadio Sastrosatomo, penerus perjuangan (alm) Sutan Sjahrir, menyatakan "tidak perlu ada PSI Baru." Perjuangan tokoh-tokoh eks PSI adalah mendidik dan mengkader rakyat, terutama agar rakyat mengenal dan mempraktekkan demokrasi. (Jawa Pos, 28/10/95).

Prof. Sarbini Sumawinata, Ketua SPRI Politik Jenderal Soeharto tahun 1966-67, menyatakan kepada Jawa Pos (5/11/95) bahwa "PSI tidak akan bangkit kembali sebagai partai. Yang paling kuat dalam PSI dan tidak berubah adalah semangat sosialismenya, semangat membela rakyat, memperjuangkan keadilan dan pemerataan. Jadi, andaikata bangkit kembali, kita akan bangkit sebagai kerakyatan." Atas pertanyaan "Gerakan demokrasi semakin kuat. Ada indikasi bahwa di balik gerakan itu ada orang-orang PSI. Betulkah?" Sarbini menjawab "Warga PSI tidak terikat harus begini-begitu. Masing-masing bebas. Tetapi satu hal yang jelas, garis yang ditentukan oleh Sjahrir yaitu walau bagaimana pun, itu pemerintah kita dan masyarakat kita. Bukan musuh. Jadi mereka harus kita sumbang." Dalam buku Pengemban Misi Politik yang sedang diusahakan pencetakannya, Soebadio mengunjuk kepada buku sejarahwan Australia Prof. John Legge Intellectuals and Nationalism in Indonesia yang menyatakan, "PSI adalah suatu "state of mind", suatu keadaan pemikiran. State of mind is indetectable, keadaan pemikiran tidak dapat dideteksi. Artinya, jaringannya bersifat spiritual, bukan organisasi. Tidak perlu lagi ada PSI. Saya pernah diminta memimpin suatu partai baru. Saya tidak mau. Partai baru "hanya di negeri demokratis," demikian Soebadio.


Mengenai munculnya berbagai organisasi baru, Menteri Transmigrasi dan Perambah Hutan Siswono Yudohusodo mengatakan hal itu wajar, mengingat meningkatnya kesejahteraan melahirkan masyarakat yang semakin kritis untuk menyampaikan aspirasi, yang menjelma menjadi munculnya organisasi baru.

Menteri Negara Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja mengatakan, munculnya organisasi-organisasi baru atau isu OTB (Organisasai Tanpa Bentuk) sebagai tanda akal sehat masyarakat terganggu. Sebenarnya, yang mengganggu masyarakat bukanlah kesenjangan, melainkan ketidakadilan yang terjadi.

Pendapat kedua Menteri tadi dinilai oleh Business News (2/11/95) sebagai "suara-suara segar." Sedangkan Prof. Sarbini berpendapat "seluruh masyarakat menghendaki dan mendambakan perubahan total." Pendapat belakangan terasa agak ganjil, seolah-olah masyarakat makin kuat, padahal masyarakat makin tidak berdaya dan pasrah terhadap
dominasi monopoli politik maupun ekonomi sehingga perlu pemberdayaan masyarakat (empowerment of society).

Tuntutan akan perubahan tidak berdiri sendiri. Ada kaitan dengan globalisasi. John Naisbitt dalam buku terakhirnya Megatrends Asia melukiskan delapan kecenderungan besar (megatrends) Asia yang sedang mengubah dunia, yaitu dari negara-negara bangsa ke arah jaringan-jaringan (networks); dari dipimpin ekspor menjadi didorong konsumen; dari pengaruh Barat menjadi Cara Asia; dari dikontrol pemerintah ke arah didorong oleh pasar; dari desa-desa ke kota-kota besar (supercities); dari padat karya ke teknologi tinggi; dari dominasi laki-laki ke munculnya perempuan dari Barat ke Timur.

Megatrends Asia niscaya melanda Indonesia dan karena itu harus diperhitungkan oleh elit yang memonopoli politik dan ekonomi bahwa kerakyatan (demokrasi), hak-hak asasi manusia, kelas menengah mandiri, masyarakat madani atau civil society tidak dapat dibendung atau dicekal.

Jika perkembangan masa datang memang demikian, maka tidaklah berguna berbicara tentang Neo Masymi, Neo PNI, Neo PSI berkoalisi seperti pada kabinet Wilopo. Itu sudah ketinggalan zaman. Lebih tepat kita bicara tentang menyatunya tenaga-tenaga demokrasi dan penegak kedaulatan rakyat yang bekerja sama untuk menyeberangkan rakyat dengan aman sentosa ke Abad ke-21, yang oleh John Naisbitt disebut sebagai abad naga (dragon age).

dari: republika

Pindahan 30 Agustus 2006

Tuan George W. Bush. Presiden Amerika Serikat...

Dalam beberapa waktu ini Saya sempat berpikir, bagaimana satu orang bisa membenarkan kontradiksi yang tidak dapat diingkari dalam kancah dunia internasional ini, di mana masyarakat dan pada khususnya di kalangan politik dan mahasiswa selalu memperdebatkannya. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan tentang hal ini yang tetap tak terjawab. Karena itu saya kemudian memutuskan agar sebagian dari kontradiksi dan pertanyaan-pertanyaan itu bisa saya diskusikan, dengan harapan kemungkinan akan adanya kesempatan untuk membenarkan masalah tersebut.

Apakah bisa, seorang pengikut Nabi Isa A.S. sebagai salah satu Nabi besar Ilahi dapat berpegang teguh dengan hak-hak asasi manusia dengan menjadikan Liberalisme sebagai model peradaban, dengan memperluas persenjataan nuklir dan persenjataan pemusnah massal untuk menunjukkan ketidaksetujuannya dan menjadikan peperangan melawan terorisme sebagai slogannya? Pada akhirnya, untuk membentuk masyarakat yang satu dan universal tetap harus diusahakan. Sebuah masyarakat yang akan diperintah oleh Nabi Isa A.S. dan orang-orang baik di muka bumi.

Namun pada saat yang sama;

Negara-negara lain diserang. Jiwa, kehormatan, keberadaan orang-orang dan nilai-nilai kemudian dihancurkan. Sebagai contoh, hanya dikarenakan adanya sebuah kemungkinan keberadaan beberapa orang pelaku kriminal di sebuah desa, kota atau bersama sebuah iring-iringan; seluruh desa, kota dan iring-iringan tersebut harus dibabat habis.

Atau dengan kemungkinan keberadaan senjata pemusnah massal di sebuah negeri lalu negeri tersebut dikuasai? Sekitar seratus ribu masyarakat negara itu harus tewas. Sumber-sumber air, pertanian dan industri hancur dan sekitar 180.000 pasukan militer tinggal di sana.

Kehormatan yang dimiliki oleh rumah-rumah masyarakat telah dihancurkan dan mungkin sekitar lebih dari 50 tahun negara tersebut mengalami kemunduran. Dengan harga seperti apa? Dengan menghabiskan miliaran dolar dari harta kekayaan sebuah negara dan sebagian negara yang lain dan dengan mengirimkan puluhan ribu pemuda/pemudi sebagai pasukan penyerang. Meletakkan mereka di tempat pembunuhan serta menjauhkan mereka dari keluarga dan dari mereka yang dicintainya, mengotori tangan mereka dengan darah orang lain, menekan jiwa mereka sehingga setiap hari sejumlah dari mereka melakukan tindakan bunuh diri. Ketika mereka kembali ke negara mereka masing-masing tersiksa dan tertekan di sertai dengan penyakit yang beragam. Sebagian lainnya telah terbunuh dan hanya jasad mereka yang dikembalikan kepada keluarganya.

Atas dalih keberadaan senjata pemusnah massal, sebuah tragedi luar biasa telah melanda baik bagi masyarakat yang negaranya dijajah maupun negara penjajah itu sendiri. Sementara pada akhirnya jelas bahwa senjata-senjata pemusnah massal tersebut tidak pernah ada.

Namun tetap saja bahwa Saddam Husein adalah seorang diktator dan pembunuh. Namun tujuan peperangan yang sesungguhnya dilakukan bukan untuk menumbangkannya, tapi dalam usaha untuk menemukan dan memusnahkan senjata pembunuh massal yang sudah digembar-gemborkan sebelumnya. Saddam dalam rangkaian ini telah ditumbangkan dan masyarakat sekitarnya merasa senang dengan tumbangnya Saddam. Pada peperangan yang dipaksakan kepada Iran, Saddam di bantu dan dibela oleh Barat.

Tuan Presiden...

Mungkin Anda telah tahu bahwa saya hanya seorang dosen. Mahasiswa saya sering mempertanyakan bagaimana aksi-aksi yang ada ini disesuaikan dengan nilai-nilai yang telah disampaikan di awal surat saya dengan agama Nabi Isa A.S. seorang Nabi perdamaian dan kasih sayang?

Mereka yang tertuduh dan dipenjara Guantanamo yang tidak bakal diadili secara adil, tidak memiliki akses untuk mendapat pembelaan dari seorang pengacara. Keluarga mereka tidak diperkenankan untuk melihat mereka dan diisolir di luar dari negaranya sendiri sementara tidak ada pengawasan internasional untuk mereka. Tak seorang pun tahu entah mereka adalah tawanan, penjahat perang, tertuduh ataukah penjahat?

Para pengawas Uni Eropa mengakui adanya penjara-penjara misterius di Eropa. Saya tidak dapat menerima penculikan dan penahanan orang-orang di penjara-penjara misterius itu tanpa adanya sebuah sistem peradilan yang berlaku di dunia. Dan saya tidak pernah bisa mengerti bagaimana aksi-aksi yang telah dilakukan sesuai dengan nilai-nilai yang telah saya sebutkan di atas. Dengan ajaran-ajaran Nabi Isa A.S. ataukah hak-hak asasi manusia ataukah dengan nilai-nilai Liberalisme?

Para pemuda, mahasiswa dan masyarakat banyak mempertanyakan tentang fenomena bernama Israel. Pasti sebagian dari pertanyaan-pertanyaan itu telah Anda dengar. Dalam sejarah tercatat banyak negara yang telah dijajah, namun salah satu fenomena kontemporer masa kita adalah sebuah pembentukan negara baru dengan masyarakat yang baru pula.

Para mahasiswa berkata, 60 tahun yang lalu tidak pernah ada negara dengan nama ini. Dokumen-dokumen dan peta geografi dunia yang lama ditunjukkan oleh mereka sambil berkata, kami telah berusaha sedemikian rupa mencarinya namun kami tidak menemukan sebuah negara yang bernama Israel.

Saya terpaksa menuntun mereka agar mempelajari lagi tentang perang dunia pertama dan kedua. Sekali waktu seorang mahasiswa berkata, pada perang dunia kedua puluhan juta manusia tewas. Berita-berita perang dengan cepat disebarkan dari kedua belah pihak yang berperang. Masing-masing memberitakan kemenangannya dan kekalahan lawan. Setelah perang dunia kedua selesai mereka mengklaim bahwa ada enam juta orang Yahudi tewas. Enam juta orang yang sekurang-kurangnya dari dua juta kepala keluarga.

Kita andaikan saja bahwa berita ini benar. Apakah kesimpulan logisnya adalah pembentukan sebuah negara Israel di kawasan Timur Tengah atau membela mereka habis-habisan? Bagaimana menganalisa dan menginterpretasikan fenomena semacam ini?

Tuan Presiden...

Anda pasti telah mengetahui bagimana dan dengan biaya berapa sehingga Israel terbentuk;

* Dengan terbantainya ribuan jiwa dalam prosesnya.
* Dengan mengungsikan jutaan jiwa penduduk asli kawasan.
* Dengan penghancuran ratusan ribu hektar sawah, kebun zaitun dan penghancuran kota-kota dan desa-desa.

Tragedi ini tidak hanya terbatas pada masa pembentukan saja. Sangat disayangkan selama 60 tahun hal ini berjalan dan akan terus berlanjut.

Rezim yang dibentuk ini bahkan tidak memiliki rasa belas kasihan terhadap anak-anak. Rumah-rumah dihancurkan pada saat penghuninya masih di dalamnya, rencana teror pembunuhan tokoh-tokoh Palestina dengan terlebih dahulu mengumumkannya serta memenjarakan ribuan orang-orang Palestina. Fenomena ini pada abad-abad terakhir bila tidak dikatakan sulit dicari tandingannya maka tentunya tidak ada bandingannya.

Pertanyaan besar lainnya dari kebanyakan masyarakat adalah ini. Mengapa rezim yang seperti ini masih harus dibela? Apakah pembelaan rezim yang semacam ini sejalan dengan salah satu ajaran Nabi Isa A.S., Nabi Musa A.S. atau sesuai dengan nilai-nilai Liberalisme?

Dan apakah memberikan hak untuk menentukan nasib sendiri di tanah Palestina kepada pemilik aslinya baik yang tinggal di Palestina maupun di luar dan baik mereka itu Islam, Yahudi atau Kristen, bertentangan dengan demokrasi, hak-hak asasi manusia dan ajaran-ajaran para Nabi? Bila tidak bertentangan, mengapa usulan referendum tidak pernah disetujui?

Akhirnya dengan pilihan rakyat Palestina telah terbentuk pemerintahan di tanah Palestina. Semua pengawas yang tidak memihak mengukuhkan bahwa pemerintah terpilih dipilih oleh rakyat. Dengan tanpa disangka, pemerintah terpilih ditekan sedemikian rupa agar menerima negara bernama Israel dan tidak lagi meneruskan perjuangan serta melanjutkan program pemerintah sebelumnya.

Seandainya pemerintah terpilih saat ini sejak awal mengumumkan kebijakannya seperti yang diinginkan, apakah masyarakat Palestina akan memilih mereka? Apakah sikap yang semacam ini di hadapan pemerintah Palestina sesuai dengan nilai-nilai di atas? Demikian pula masyarakat bertanya-tanya, mengapa resolusi PBB yang telah diputuskan di dewan keamanan PBB terhadap Israel selalu diveto?

Tuan Presiden...

Anda mengetahui bahwa saya hidup bersama rakyat dan punya hubungan dengan mereka. Kebanyakan dari masyarakat Timur Tengah, yang dengan berbagai bentuk, melakukan hubungan dengan saya. Mereka melihat kebijakan ganda yang ada ini tidak sesuai dengan logika apapun. Bukti-bukti menunjukkan bagaimana kebanyakan masyarakat di kawasan ini dari hari ke hari semakin marah dengan kebijakan yang dilakukan.

Saya tidak bermaksud untuk menyampaikan banyak pertanyaan, namun saya ingin menunjukkan beberapa poin yang lain.

Mengapa setiap kemajuan keilmuan dan teknologi di kawasan Timur Tengah dianggap dan dipromosikan sebagai ancaman terhadap rezim Israel? Apakah usaha ilmiah dan penelitian bukan merupakan hak-hak dasar masyarakat?

Kemungkinan Anda memiliki pengetahuan tentang sejarah. Selain abad pertengahan pada bagian mana dari sejarah dan d mana, kemajuan ilmu dan teknologi dianggap sebagai sebuah kejahatan? Apakah dengan mengandaikan kemungkinan dipakainya ilmu dan teknologi untuk maksud-maksud militer dapat menjadi alasan untuk menentang ilmu dan teknologi? Bila kesimpulan yang demikian adalah benar, maka seluruh ilmu harus ditentang bahkan fisika, kimia, matematika, kedokteran, arsitektur dan lain-lain.

Dalam masalah Irak telah terjadi kebohongan. Hasilnya apa? Saya tidak ragu bahwa semua manusia meyakini bahwa kebohongan adalah hal yang tidak terpuji. Anda sendiri tidak akan senang bila orang lain berdusta terhadap Anda.

Tuan Presiden...

Apakah masyarakat di Amerika Latin memiliki hak untuk mempertanyakan mengapa selalu ada usaha untuk tidak menyetujui pemerintahan terpilih dari rakyat dan pada saat yang sama adanya pembelaan bagi mereka yang ingin melakukan kudeta terhadap pemerintahan terpilih. Mengapa ancaman selalu diarahkan kepada mereka dan hidup dalam ketakutan?

Masyarakat Afrika adalah masyarakat yang punya etos kerja, kreatif dan memiliki potensi. Mereka dapat berperan penting dalam menjamin kebutuhan dan kemajuan materi dan maknawi masyarakat dunia. Kemiskinan dan kepapaan di sebagian besar Afrika menjadi kendala terbesar untuk dapat memainkan peran penting tersebut.

Apakah mereka berhak untuk mempertanyakan, mengapa kekayaan luar biasa dan barang tambang mereka dijarah padahal mereka lebih membutuhkan dari orang lain? Apakah aksi-aksi semacam ini sesuai dengan ajaran Nabi Isa dan hak-hak asasi manusia?

Masyarakat Iran yang berani dan beriman juga memiliki banyak pertanyaan. Salah satunya; Kudeta 28 Murdad terhadap pemerintahan waktu itu pada lima puluh dua tahun yang lalu, berhadap-hadapan dengan revolusi Islam dan menjadikan kedutaan Amerika menjadi markas besarnya, yang membela mereka yang tidak setuju dengan Republik Islam (Beribu-ribu halaman dokumen menguatkan klaim ini), melindungi Saddam Husein dalam perang terhadap Iran, penembakan pesawat penumpang Iran, menyandera harta masyarakat Iran, ancaman-ancaman yang semakin meningkat dengan menunjukkan ketidaksetujuan serta kemarahan atas kemajuan ilmu dan teknologi nuklir masyarakat Iran, padahal semua orang Iran gembira dengan kemajuan negara mereka dan mengadakan acara untuk keberhasilan mereka tersebut. Masih banyak lagi pertanyaan yang semacam ini dan untuk menjelaskannya di surat ini tidak saya cantumkan.

Tuan Presiden...

Peristiwa 11 September benar-benar merupakan peristiwa yang mengerikan. Pembunuhan terhadap orang-orang tak berdosa di bagian mana saja dari dunia ini selalu menyakitkan dan sangat disayangkan. Pemerintah kami pada waktu itu mengumumkan rasa kebencian terhadap pelaku kejadian dan sekaligus mengucapkan belasungkawa kepada mereka yang ditinggalkan.

Semua negara memiliki kewajiban untuk melindungi jiwa, harta dan kehormatan rakyatnya. Seperti yang dikatakan bahwa negara Anda memiliki sistem keamanan, penjagaan dan informasi yang luas dan canggih. Bahkan para penentang yang berada di luar negeri pun diburu. Operasi 11 September bukan operasi yang mudah. Apakah konsep dan pelaksanaan operasi tersebut dapat bekerja tanpa kerja sama dengan sistem informasi dan keamanan dan atau pengaruh yang luas di sana dapat terjadi? Tentunya ini hanya sebuah kemungkinan dari orang-orang yang berpikiran logis. Mengapa sisi-sisi lain dari kejadian ini tetap misterius? Mengapa tidak ada penjelasan resmi bahwa siapa yang bertanggung jawab atas kelalaian ini? Dan mengapa para pelaku dan mereka yang lalai tidak diumumkan dan dihukum?

Salah satu kewajiban pemerintah adalah mewujudkan keamanan dan ketenangan kepada rakyatnya. Masyarakat negara Anda dan negara-negara tetangga poros krisis dunia selama bertahun-tahun tidak lagi merasakan keamanan dan ketenangan. Setelah peristiwa 11 September bukannya meredam jiwa dan menenangkan mereka yang terkena musibah, Masyarakat Amerika adalah yang paling menderita akibat kejadian tersebut sementara sebagian dari media Barat malah membesar-besarkan kondisi tidak aman dan senantiasa mengabarkan adanya kemungkinan serangan teroris dan mereka sengaja menjaga agar masyarakat senantiasa dalam kondisi takut dan khawatir. Apakah ini namanya melayani rakyat Amerika? Apakah kerugian yang berasal dari ketakutan dan kekhawatiran dapat dihitung?

Coba gambarkan! Rakyat Amerika merasa bakal ada serangan. Di jalanan, tempat kerja dan di rumah mereka merasa tidak aman. Siapa yang dapat menerima kondisi seperti ini? Mengapa media bukannya memberitakan hal-hal yang dapat menenangkan dan memberikan keamanan malah mengabarkan ketidakamanan?

Sebagian berkeyakinan bahwa iklan besar-besaran ini sebagai fondasi dan alasan untuk menyerang Afghanistan. Bila sudah begini kiranya baik bila saya berikan sedikit petunjuk terkait dengan media.

Dalam prinsip dasar media, penyampaian informasi yang benar dan menjaga amanat dalam menyebarkan berita adalah dasar yang manusiawi dan diterima. Saya merasa perlu untuk mengucapkan dan mengumumkan rasa penyesalan yang mendalam atas ketiadaan rasa tanggung jawab sebagian media Barat dengan kewajiban ini. Alasan asli agresi ke Irak adalah adanya senjata pemusnah massal. Tema ini diulang-ulang sedemikian rupa sehingga masyarakat percaya dan menjadi dasar untuk menyerang Irak.

Apakah kebenaran tidak akan hilang pada situasi yang dibuat-buat dan berisi kebohongan?

Apakah hilangnya sebuah kebenaran sesuai dengan tolok ukur yang telah dijelaskan sebelumnya?

Apakah kebenaran juga akan hilang di sisi Tuhan?

Tuan Presiden...

Di semua negara, masyarakatlah yang menanggung anggaran belanja negaranya sehingga pemerintah dapat melayani mereka. Pertanyaannya di sini, dengan anggaran tahunan ratusan miliar dolar pengiriman pasukan ke Irak apa yang didapat oleh masyarakat?

Anda sendiri mengetahui bahwa di sebagian negara bagian Amerika masyarakat hidup dalam kemiskinan. Ribuan orang tidak memiliki rumah. Pengangguran adalah masalah besar dan masalah ini kurang lebih terjadi juga di negara-negara lain. Apakah dalam kondisi yang seperti ini pengiriman sejumlah besar pasukan dan itu pun dengan anggaran luar biasa dari masyarakat dapat dibenarkan dan sesuai dengan dasar-dasar yang telah disebutkan sebelumnya?

Apa yang sudah disebutkan adalah sebagian dari penderitaan masyarakat dunia; kawasan kami dan masyarakat Anda. Namun maksud asli saya yang setidak-tidaknya akan Anda benarkan sebagai berikut:

Para penguasa memiliki masa tertentu dan tidak selamanya berkuasa. Namun nama mereka akan diingat dan tertulis dalam sejarah. Dan di masa depan, dekat atau jauh, senantiasa dinilai. Masyarakat akan berkata, dalam periode kepemimpinan kita ini apa saja yang telah terjadi.

Apakah untuk masyarakat, kita telah membawa kedamaian, keamanan dan kesejahteraan ataukah ketidakamanan dan pengangguran?

Apakah kita hendak mengukuhkan keadilan ataukah hanya kelompok khusus yang ingin kita lindungi. Itu pun dengan harga kemiskinan dan kepapaan sebagian besar masyarakat dunia. Apakah kita akan memilih untuk mengutamakan sekelompok kaum minoritas dengan segala kekayaan dan pangkat dan kerelaan mereka ketimbang kerelaan Tuhan?

Apakah kita telah membela hak-hak masyarakat dan kaum miskin ataukah kita tidak memandang sedikit pun kepada mereka?

Apakah kita membela hak-hak manusia di seluruh dunia ataukah dengan memaksakan perang dan ikut campur secara ilegal terhadap urusan sebuah negara dan dengan mengadakan sel-sel yang menakutkan memenjarakan sebagian orang di sana?

Apakah kita telah berbuat untuk terwujudnya perdamaian dunia ataukah kita menyebarkan ancaman dan kekerasan di seluruh dunia?

Apakah kita telah berbicara dengan jujur kepada rakyat kita dan masyarakat dunia ataukah kita malah menunjukkan kebenaran yang telah diputarbalikkan.

Apakah kita termasuk pembela masyarakat ataukah pembela para penjajah dan penzalim?

Apakah dalam pemerintahan kita, logika, akal, moral, perdamaian, mengamalkan perjanjian, menyebarkan keadilan, melayani masyarakat, kesejahteraan dan kemajuan dan menjaga kehormatan manusia lebih dipentingkan ataukah kekuatan persenjataan, ancaman, tidak adanya keamanan, tidak adanya perhatian kepada masyarakat, menahan lajunya kemajuan masyarakat dunia dan merusak hak-hak manusia?

Pada akhirnya mereka akan menilai, apakah kita masih setia dengan sumpah yang kita ucapkan untuk melayani masyarakat sebagai tugas utama kita, dan ajaran-ajaran para Nabi ataukah tidak?

Tuan Presiden...

Sampai kapan dunia akan menanggung beban berat ini? Dengan proses yang semacam ini dunia akan menuju kemana? Sampai kapan masyarakat dunia harus menanggung beban keputusan-keputusan tidak benar dari para penguasa? Sampai kapan cakrawala ketakutan harus dihadapkan kepada masyarakat dunia akibat ditimbunnya senjata pemusnah massal? Sampai kapan darah anak-anak, para wanita dan laki-laki harus mengalir di atas batu-batu jalanan dan rumah-rumah mereka harus dihancurkan?

Apakah Anda rela dengan kondisi dunia sekarang ini? Apakah Anda berpikir bahwa kebijakan yang telah ada ini dapat berlangsung terus?

Bila saja ratusan miliar dolar yang dipakai untuk membiayai keamanan, kampanye militer, pengiriman pasukan dialokasikan sebagai modal dan bantuan bagi negara-negara miskin, pengembangan kebersihan, berperang melawan berbagai macam penyakit, pendidikan dan pengentasan kemiskinan dan keterbatasan, bantuan bagi korban bencana alam, penciptaan lapangan pekerjaan, penggalangan perdamaian, menghilangkan perselisihan antar negara-negara, menghilangkan peperangan kabilah dan ras dan lain-lain. Dapat dibayangkan bagaimana dunia sekarang? Dan apakah pemerintahan dan rakyat Anda tidak merasa bangga dengan ini? Apakah posisi politik dan ekonomi pemerintahan dan rakyat Anda tidak akan semakin kokoh?

Dengan mengucapkan rasa penyesalan penuh, saya harus mengucapkan apakah ada kenaikan tingkat kebencian masyarakat dunia terhadap pemerintah Amerika akan hal ini?

Tuan Presiden, saya tidak bermaksud untuk melukai perasaan seorang pun.

Apakah bila hari ini Nabi Ibrahim, Ishaq, Ya'qub, Ismail, Yusuf dan atau Nabi Isa A.S. hadir di dunia ini dan dengan melihat perilaku yang semacam ini apa kata mereka? Apakah dunia yang dijanjikan, dunia yang diliputi oleh keadilan dengan kehadiran Nabi Isa A.S. akan memberikan kita peran? Apakah mereka akan menerima kita?

Pertanyaan kunci saya di sini; Apakah jalan yang lebih baik dalam pergaulan dengan masyarakat dunia tidak ada lagi?

Hari ini di dunia ada ratusan juta orang Kristen, ratusan juta orang Islam dan jutaan lagi orang pengikut Nabi Musa A.S. Semua agama ilahi dalam satu kalimat bersatu dan itu adalah kalimat tauhid, yaitu keyakinan akan Tuhan Yang Esa dan selain Dia tidak ada tuhan di dunia ini.

Al-Quran al-Karim menegaskan akan kalimat yang satu ini dan ia memanggil semua pengikut agama Ilahi dengan kalimat ini. Allah berfirman:

"Katakanlah : Wahai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain dari pada Allah, dan mereka menjawab: Saksikanlah bahwasanya kami adalah muslim." (Ali Imran: 64)

Tuan Presiden...

Berdasarkan firman Ilahi kita semua diajak untuk menyembah Allah Yang Esa dan mengikuti utusan-utusan Ilahi. Penyembahan kepada Tuhan Yang Esa, Yang Maha kuasa dan berkuasa atas segala sesuatu. Allah Yang Maha Mengetahui hal-hal yang tersembunyi dan tampak, dahulu dan akan datang dan Ia mengetahui apa yang terlintas di benak hamba-Nya dan Ia mencatat amalan mereka. Tuhan Sang pemilik langit dan bumi dan semua alam di bawah kekuasaan-Nya dan pengaturan seluruh alam berada di tangan-Nya dan Ia memberikan janji untuk mengampuni dosa-dosa hamba-Nya. Ia penolong mereka yang terzalimi dan musuh mereka yang menzalimi. Dia Maha Pengasih dan Penyayang, penolong kaum mukminin dan Ia menuntun mereka dari kegelapan kepada keterang-benderangan dan mengawasi perbuatan hamba-hamba-Nya. Ia menyerukan hamba-Nya untuk beriman dan berbuat baik dan menginginkan agar mereka berbuat berdasarkan kebenaran dan untuk tetap istiqamah dalam kebenaran. Allah menyerukan hamba-hamba-Nya untuk menaati utusan-Nya dan Ia sebagai saksi dan pengawas perbuatan hamba-hamba-Nya. Puncak keburukan terkait dengan orang-orang yang menginginkan kehidupan yang terbatas di dunia ini dan tidak mengikuti perintah-Nya dan menzalimi hamba-hamba Allah. Puncak kebaikan dan surga yang kekal hanya akan diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa di hadapan keagungan Ilahi dan tidak mengikuti hawa nafsunya.

Kami yakin bahwa kembali kepada ajaran-ajaran para Nabi adalah satu-satunya jalur kebahagiaan dan kesuksesan. Saya mendengar bahwa Anda adalah seorang penganut Kristen dan percaya akan janji Ilahi akan adanya pemerintahan orang-orang baik di muka bumi.

Kami juga percaya bahwa Nabi Isa A.S. adalah salah satu Nabi besar ilahi. Dalam al-Quran Nabi Isa mendapat penghormatan yang luar biasa dan ini adalah ucapan Nabi Isa A.S. yang dinukil oleh al-Quran:

"Sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhanmu, maka sembahlah Dia oleh kamu sekalian. Ini adalah jalan yang lurus." (Maryam: 36)

Penghambaan dan ketaatan kepada Allah adalah seruan semua para Nabi. Tuhan seluruh masyarakat di Eropa, Afrika, Amerika, dan negara-negara kepulauan, seluruh dunia hanya satu Tuhan dan itu adalah Tuhan yang memberikan hidayah dan menginginkan kemuliaan bagi semua hamba-hamba-Nya dan memberikan kehormatan kepada umat manusia.

Dan dalam firman Allah: Allah Yang Maha Mengetahui dan Maha Tinggi mengutus para Nabi disertai dengan tanda-tanda yang jelas dan mukjizat untuk memberi petunjuk kepada manusia. Pengutusan itu agar mereka menunjukkan tanda-tanda kebesaran Ilahi kepada manusia. Dengan begitu manusia dapat disucikan dari dosa. Allah mengirimkan kitab dan mizan agar manusia dapat menegakkan keadilan dan dapat meninggalkan orang-orang yang berbuat zalim.

Seluruh ayat-ayat dengan bentuk yang mirip, pada satu dan lain hal, ada di kitab suci juga.

Para Nabi dan utusan Ilahi memberikan janji:

Suatu hari nanti semua manusia akan dibangkitkan di hadapan Allah untuk diperhitungkan amal perbuatannya. Mereka yang berbuat baik akan diantarkan ke surga. Dan mereka yang berbuat buruk akan menanggung perbuatannya dengan menerima siksa Ilahi. Saya berpikir bahwa kita berdua sama meyakini akan hari itu, akan tetapi tentunya perhitungan terhadap para penguasa tidak akan ringan. Hal itu karena kita harus menjawab kepada masyarakat dan semua orang atas setiap perbuatan kita yang ada hubungannya dan memiliki dampak dalam kehidupan mereka.

Para Nabi menginginkan perdamaian, ketenangan berdasarkan prinsip-prinsip penyembahan kepada Allah, menjaga harkat dan martabat bagi seluruh manusia.

Apakah anda tidak berfikir bila kita semua meyakini tauhid dan penyembahan kepada Tuhan, keadilan, menjaga harkat dan martabat serta kemuliaan manusia dan beriman kepada Hari Akhir, kita bisa menyelesaikan problema dunia sekarang yang diakibatkan oleh kejauhan dari ketaatan kepada Allah dan ajaran-ajaran para Nabi, dengan prinsip itu dapat lebih baik dan indah?

Apakah anda tidak berfikir bahwa keyakinan akan prinsip-prinsip ini dapat memperluas dan menjamin perdamaian, persaudaraan dan keadilan?

Apakah anda tidak berfikir bahwa prinsip-prinsip itu merupakan ajaran tertulis atau tidak tertulis yang dihargai mayoritas masyarakat dunia?

Apakah Anda tidak ingin mengiyakan seruan ini? Kembali secara hakiki kepada ajaran-ajaran para Nabi, kepada tauhid dan keadilan, kepada penjagaan terhadap harkat dan martabat manusia dan kepada ketaatan terhadap Tuhan dan utusan-utusan-Nya

Tuan Presiden...

Data-data sejarah menunjukkan bahwa pemerintahan yang berada dalam jalur kezaliman tidak pernah bertahan lama. Tuhan tidak menyerahkan nasib manusia di tangan penguasa zalim. Tuhan tidak membiarkan dunia dan manusia begitu saja. Bukankah sudah banyak kejadian yang bertolak belakang dengan rencana-rencana para penguasa. Kejadian-kejadian sejarah menunjukkan bahwa ada kekuatan misterius di atas segalanya di balik semua ini yang mengatur semua hal.

Tuan Presiden...

Apakah tanda-tanda perubahan di dunia kini dapat diingkari? Apakah keadaan dunia sekarang dengan sepuluh tahun yang lalu dapat dibandingkan. Perubahan terjadi begitu cepat dan dengan dimensi yang sangat luas.

Masyarakat dunia tidak rela dengan kondisi dunia kini. Mereka tidak percaya dengan janji-janji sebagian penguasa paling berpengaruh pun di dunia.

Sebagian besar masyarakat dunia merasa tidak aman. Mereka tidak setuju dengan berkembangnya kondisi ini begitu juga dengan perang. Mereka juga tidak setuju dengan kebijakan ganda.

Masyarakat dunia protes akan adanya jurang pemisah yang dalam antara mereka yang kaya dan miskin dan antara negara yang sejahtera dan miskin. Masyarakat semakin membenci kebejatan moral dan korupsi yang semakin meningkat.

Mayoritas masyarakat di negara-negara merasa marah karena basis budaya mereka terancam dan institusi keluarga yang berantakan serta kasih sayang dan cinta kasih yang semakin luntur.

Masyarakat dunia mulai pesimis memandang PBB. Hal itu dikarenakan hak-hak mereka tidak dipertahankan.

Liberalisme dan model Demokrasi Barat tidak mampu mendekatkan idealisme kemanusiaan. Sekarang, Liberalisme dan Demokrasi telah gagal. Para pemikir dan cendekiawan dunia dengan jelas mendengar suara runtuhnya pemikiran dan sistem Liberal-Demokrasi.

Hari ini perhatian masyarakat dunia semakin meningkat kepada sebuah fokus. Dan pusat itu adalah Tuhan Yang Esa. Dan tentunya masyarakat dengan Tauhid dan berpegangan dengan ajaran-ajaran para Nabi akan dimenangkan atas masalah yang dihadapi. Pertanyaan penting dan serius saya di sini:

Apakah Anda tidak ingin menyertai mereka?

Tuan Presiden...

Mau tidak mau, dunia sedang mengarah pada penyembahan Allah dan keadilan dan kehendak Allah akan mengalahkan segala-galanya.

Keselamatan kepada mereka yang mengikuti petunjuk.

Mahmud Ahmadi Nejad

Presiden Republik Islam Iran

Teheran 17-02-1384
07-05-2006

Blog Entry Untuk keluarga muslim: News Halal GuideFeb 14, '07 10:25 AM
for everyone
Pindahan 18 Juli 2006

Assalamu'alaykum wr.wb.

Apa kabar? Berikut ini beberapa referensi untuk melengkapi pengetahuan Halal dalam keseharian kita. Fully free access, telah tersedia 316 artikel dan daftar produk tersertifikasi LPPOM MUI. Semoga bermanfaat.

Penggunaan Arak dari Masakan Jepang hingga Kue Ulang Tahun
Arak ini bukan hanya minuman yang memabukkan. Berbagai makanan, bahkan kue untuk anak-anak, kini tidak lepas dari minuman tersebut. Makanan apa saja yang kemungkinan bisa terkontaminasi khamr?
selengkapnya: http://www.halalguide.info/component/option,com_frontpage/Itemid,1/

Probiotik
Akhir-akhir ini sering kita dengar istilah probiotik dalam beberapa produk pangan/minuman. Beberapa produsen bahkan menjadikan probiotik tersebut sebagai bahan promosi bagi produknya. Mahluk apa probiotik tersebut, bagaimana sepak terjangnya dan bagaimana status kehalalannya?
selengkapnya: http://www.halalguide.info/content/view/235/38/

Bahan Kosmetika
Kalau selama ini kita selalu membicarakan dan memperhatikan ingredien atau komposisi dari suatu produk pangan, maka kesempatan kali ini kita mencoba untuk melongok pada komposisi suatu produk kosmetik serta pengenalan istilah-istilah dalam kosmetika.
http://www.halalguide.info/content/view/323/38/

Cek status produk-produk konsumsi di Galeri Produk Halal
Berisi database produk yang disertifikasi halal oleh LPPOM MUI. Free Access.
Periksa pula tanggal expire sertifikat halal produk-produk konsumsi keluarga.
http://www.halalguide.info/component/option,com_expose/Itemid,26/

Arsip konsultasi halal:
http://www.halalguide.info/content/blogsection/3/34/

wassalam,
Didin
www.HalalGuide.info
"Your Guide to Halal Food and Economy"

Blog Entry Hasil lengkap Ijtima Ulama MUIFeb 14, '07 10:22 AM
for everyone
Pindahan 4 Juli 2006

Bagi yang ingin membaca putusan lengkap hasil ijtima ulama komisi fatwa MUI se-indonesia:
4 Fatwa mengenai masa'il asasiyah wathoniyah (masalah asasi keagamaan dan kenegaraan)
* Fatwa peneguhan bentuk dan eksistensi NKRI sudah final
* Fatwa tentang perlu adanya harmonisasi kerangka berpikir keagamaan dalam konteks kebangsaan
* Fatwa tentang penyamaan pola pikir dalam masalah-masalah keagamaan
* Fatwa untuk mensinergiskan seluruh ormas Islam dalam masalah keagamaan
Baca di: http://www.halalguide.info/index.php?ption=com_content&task=view&id=240&Itemid=29

8 Fatwa masa'il waqi'iyah mu'ashirah (masalah tematik kontemporer)
* Fatwa haram unjuk rasa dengan cara menyiksa diri
* Fatwa haram transfer embrio ke rahim titipan
* Fatwa diperbolehkannya pengobatan alternatif
* Fatwa diperbolehkannya nikah siri (dengan catatan diharuskan segera mencatatkan di KUA)
* Fatwa haram SMS kuis serta premium call
* Fatwa diperbolehkannya mengelola sumber daya alam oleh siapapun termasuk pihak asing (asal tidak merusak),
* Fatwa bolehnya membiayai pembangunan dengan utang luar negeri (dengan catatan keuangan negara benar-benar tidak mampu)
* Fatwa haram mengenai segala bentuk makanan yang berasal dari barang haram
Baca di: http://www.halalguide.info/index.php?option=com_content&task=view&id=241&Itemid=29

7 Fatwa tentang masa'il qununiyyah (masalah hukum dan perundang-undangan)
* Fatwa tentang perlu segeranya RUU APP diundangkan
* Fatwa penolakan terhadap RUU Antidiskriminasi Ras
* Fatwa dukungan RUU Perbankan Syariah
* Fatwa dukungan terhadap RUU Hukum Terapan Peradilan Agama Bidang Perkawinan
* Fatwa tentang perlunya revisi UU Pengelolaan Zakat
* Fatwa perlunya revisi UU tentang Kesehatan
* Fatwa yang berisi desakan kepada semua daerah untuk segera memiliki perda antimaksiat, miras serta pelacuran.
Baca di: http://www.halalguide.info/index.php?option=com_content&task=view&id=242&Itemid=29

Pindahan 5 April 2006

Nero Claudius Caesar (37-68) adalah salah satu kaisar Roma yang palingterkenal kebengisannya. Nero lahir pada tanggal 15 Desember 37 Masehidengan nama Lucius Domitius Ahenobarbus, anak dari Agrippina the Younger(15-59) dan Gnaeus Domitius Ahenobarbus (+40). Kakek Nero, LuciusDomitius Ahenobarbus terdahulu (+49BC), adalah orang yang biadab dankejam. Pertarungan binatang dan gladiator yang sangat bengis danberdarah-darah dilakukan oleh kakeknya sehingga Kaisar Augustus -yangberkuasa saat itu- sangat marah.

Ayah Nero, Gnaeus, lebih buruk lagi.Pernah suatu ketika, Gnaeus menunggangi seorang nak ke tengah jalan Appianhanya untuk bersenang-senang. Gnaeus juga membunuh seseorang karenamenolak minum sebanyak yang diperintahkannya. Lain waktu Gnaeusmencongkel mata orang yang mengkritiknya. Gnaeus terkenal sebagai pemabukberat, tukang pesta pora dan memiliki hubungan incest dengan adiknyaDomitia Lepida. Ibu Nero, Agrippina yang terkenal ambisius, mempunyaimasa kecil yang kelam dan traumatis. Saudara laki-lakinya banyak yangterbunuh atau dibiarkan kelaparan hingga mati atas perintah KaisarTiberius. Agrippina melakukan pengalaman seksual pertama pada usia 12tahun dengan satu-satunya saudara laki-laki yang hidup yaitu Caligula. Kemudian dia mempunyai affair dengan sepupunya Marcus Aemilius Lepidus,yang menikah dengan adiknya yaitu Drusilla.Pada tahun 39 Masehi Agripina dan saudarinya Julia Livilla diasingkan kepulau kecil Pontian oleh kakaknya, Kaisar Caligula. Ketika Nero berusia 3tahun, ayahnya meninggal karena sakit. Kemudian harta Agripina disitaoleh Caligula hingga Nero dan ibunya hidup dalam kemiskinan. MenurutSuetonius, guru Nero di pulau pengasingan adalah penari dan tukang cukur.Agripina dipanggil kembali oleh penguasa pengganti Caligula yaitu pamannyayang kikuk Claudius (10BC-54AD). Pamannya menikahi putri Domitia Lepidayaitu Messalina. Sekembalinya ke ibukota, Agrippina merayu PassienusCrispus yang kaya raya untuk menceraikan istrinya dan menikahinya. Tidaklama kemudian, sepeninggal Passienus Crispus, Agrippina menjadi janda kayaraya.

Pada tahun 48 Masehi, Permaisuri Messalina diekseskusi mati dengantuduhan berselingkuh mengkhianati kaisar. Kaisar Claudius bersumpah tidakakan pernah menikah lagi. Tetapi Agrippina meyakinkan pamannya Claudiusuntuk menikahinya setahun kemudian.Selayaknyai anak-anak, Nero mengikuti pertandingan Troy selama pertunjukansirkus. Dia juga menikmati pacuan kuda. Pada tahun 49 Masehi, Agrippinamenunjuk filsuf bijak Lucius Annaeus Seneca Muda (5-65M) sebagai guruNero. Bibi Nero, Domitia Lepida juga terlibat dalam mendidik Nero hingatahun 53M saat Agrippina menjatuhkan hukuman mati atas tuduhan penggunaansihir. Agrippina juga meyakinkan Claudius untuk mengadopsi Nero sebagaipewaris tahta melewati anak kandung Claudius sendiri yaitu Britannicus(41-55M) (Brittannicus dan Octavia adalah anak Messalina, kehidupanskandal sex Messalina menyebabkan publik meragukan apakah mereka putraClaudius).

Tak lama sesudahnya, Agrippina membuat tuduhan palsu padatunangan putri Claudius yaitu Octavia (42-62M) dengan tuduhan incest.Claudius yang sangat menyayangi putrinya, membatalkan pertunangan itu,kemudian mantan tunangan putri Octavia bunuh diri (Tunangan putri Octaviaadalah Lucius Junius Silanus, dan seperti Nero juga, dia dalah cucuketurunan langsung dari Kaisar Agustus). Semuanya dilakukan Agrippinauntuk mengatur pernikahan putri Octavia dengan Nero. Pada tahun 53M merekamenikah. Setelah memastikan putranya memperoleh tahta, Agrippina meracunisuaminya dengan mushroom hingga Claudius meninggal pada tahun 54M padausia 64 tahun. (Bertahun-tahun kemudian, Nero menertawakan kejadian inidan mengatakan mushrooms sebagai "foods of the God")Nero seorang laki-laki dengan tinggi rata-rata, rambutnya pirang yangdisisir keriting berbaris teratur. Penampilannya seperti kebanyakan,dengan leher yang besar dan gelambir yang menonjol di lehernya.

Limatahun pertama pendidikan Nero dalam pengawasan Seneca dan Sextus AfraniusBurrus menjanjikan masa depan yang baik. Namun selanjutnya Nero berubahgaya hidup, mencari kemewahan dan pesta pora. Dia tidak mencintaiistrinya, Octavia, dan mengambil pelayannya Acte sebagai wanita simpanan.Burrus dan Seneca berharap Acte dapat menjauhkan Nero dari pengaruhdominan ibunya. Lama kelamaan Agrippina menjadi cemburu dengan pengaruhActe terhadap anaknya. Agrippina bahkan mengancam Nero, untukmengembalikan tahta kepada Brittanicus putra Claudius. Pada 11 Februari55M, Brittanicus --saudara tiri Nero-- yang waktu itu berusia 14 tahundiracun pada jamuan makan malam.Nero dengan tenang menyatakan bahwa Brittanicus menderita epilepsi(Tacitus menyebutkan cerita bahwa Nero melakukan hubungan sex dengaBrittanicus sebelum meracuninya, Brittanicus adalah anak yang tampan). Keesokan harinya Brittanicus dikuburkan.Agrippina kemudian dipindahkan ke tempat lain pada tahun 55M.

Sesudahnyanama Agrippina seolah hilang ditelan bumi, padahal sebelumnya dialah yangberjuang keras menanamkan kebesaran dirinya dan anaknya Nero. PengaruhActe pada akhirnya menghilang setelah cintanya tergantikan oleh SabinaPoppaea (30-65M), wanita berambut kuning yang terkenal kejam. Nero jugamengambil Doryphorus sebagai anaknya, karena wajahnya yang mirip sekalidengan ibunya, Agrippina. Mungkin dia mewarisi kecenderungan Seneca dalamhal mengambil pemuda idaman (Waktu itu umum di kalangan pemuda Romamempunyai hubungan seksual dengan budak laki-laki yang tampan sebelummereka menikah).

Disebutkan bahwa Nero akhirnya meracuni Doryphorus pada62M karena menentang percintaannya dengan Poppaea.Kiefer dan Zachs mengajukan hipotesis bahwa Agrippina mempunyai hubunganincest dengan putranya Nero (Zacks menyebutkan "noda di bajunya" sebagaibukti hubungan Nero dan ibunya di kereta). Ini bisa menjelaskan kemarahanAgrippina saat Nero mengambil Poppaea sebagai wanita lain. Tacitusmenuliskan "Agrippina memprotes hubungan Nero dengan alasan tidak pantasdirinya mempunyai rival seorang pelayan, atau tidak pantas dia mempunyaimenantu orang rendahan, dan alsan-alasan lain. Dia tidak sanggup menungguNero menyesali perbuatannya dan meninggalkan wanita simpanannya. Semakinkuat Agrippina menentang hubungan Nero, semakin membara cinta Nero padaPoppaea sampa akhirnya dia benar-benar menentang ibunya dan mempercayakandirinya pada Seneca." Karena Poppaea lebih tua dari Nero, Poppaea bisamenggatikan peran ibunya yang sekarang sangat dibencinya.

Pada 59M Nero bermaksud membunuh ibunya dengan mempersiapkan perahu untukibunya yang akan ditenggelamkan di tengah laut, tapi Agrippina berhasilberenang sampai ke pantai. Kemudian Nero berhasil membunuh ibunya. Seneca menuliskan prosa yang menuduh keterlibatan Poppaea dalam konspirasipembunuhan Agrippina. Pada ulang tahun ke 22 di bulan Desember, Neromerayakan kedewasaannya dengan mencukur jenggotnya untuk yang pertamakali.Tanpa pengaruh ibunya lagi -seperti Caligula- Nero memulai perjalananpenyamaran ke seluruh negeri. Ketika tahun 62M Burrus meninggal dan Senecapensiun, playboy kejam Gaius Ofonius Tigellinus (68M), salah satu mantankekasih Agrippina, diangkat menjadi Praetorian Prefect yang baru. Dia ikudalam kehidupan gemerlap pesta pora yang dilakukan Nero.

Selanjutnya Neromengasingkan istri sahnya yang baik Ratu Octavia ke pulau Pandateria(Octavia menolak menyetujui perceraian). Disana pergelangan tangan Octaviadipotong untuk memberi kesan bunuh diri. Setelah perceraian Poppaea(Poppaea menikah dengan Otho (32BC-69AD), yang nantinya menjadi KaisarRoma selama beberap bulan pada tahun 69), Nero menikahinya pada tahun 62M.Menurut Tacitus, Poppaea mempunyai kecantikan dan kepintaran luar biasa,tapi tidak bermoral. Pada 21 Januari 63, Poppaea melahirkan seorang anakperempuan, Claudia yang meninggal empat bulan kemudian. Ketika Poppaeamengandung lagi tahun 65, Nero yang dalam kemarahan menendang tepat diperutnya, Poppaea meningal tak lama kemudian dan tubuhnya yang indahdiawetkan dengan balsem. Penyesalan dan kedukaan Nero semakin mendalamatas peristiwa itu hingga pandangannya tertuju pada seorang pemuda, Sporusyang sangat menyerupai Poppaea.

Nero mengebiri Sporus dan melakukanupacara pernikahan dengannya. DIa mendandani Sporus dengan pakaian mewahyang biasa dipakai Ratu dan memberinya nama panggilan "Sabina".Nero membawa Sporus berkeliling Roma dalam keretanya, menciuminya denganpenuh cinta. Nero juga menikahi bekas budak, Phytagoras. Dikatakan diaberakting sebagai suami untuk Sporus dan sebagai istri untuk Phytagoras. Nero juga memiliki hubungan homoseksual dengan seorang aktor, Paris. Diameminta Paris terlibat dalam pertunjungan seni teater bersamanya.

Padatahun 67 Paris dihukum mati karena kemampuan aktingnya mengunggulikemampuan Nero. Nero juga jatuh cinta pada wanita cantik dan kayaStatilia Messalina. Nero membunuh suami keempat Statilia dan menikahinyasebagai istri ketiga pada tahun 66.Selanjutnya Nero menjadi seorang Megalomaniac. Percobaan pengkhianatan kelawan politiknya dimulai lagi dan pajak dinaikkan sementara orang-orangkaya disita rumahnya. Kecintaan Nero pada teater dan perlombaan keretasemakin menjadi obsesinya. Nero sangat memelihara suaranya dan menaruhbeban di dadanya untuk memperkuat diafragma.

Penduduk Roma khawatirterkungkung dalam teater dan dipaksa mendengarkan terus lagu-lagu yangdisukai Nero. Nero menyelenggarakan festival sastra pada tahun 60 dan 65dan disanalah terlahir epos "Troica" yang mengisahkan Perang Troya. Nerosenang menyanyikan lagu ciptaannya sendiri. Di sirkus dan teaterpribadinya, dia sendiri berperan sebagai aktor. Nero suka mempromosikanaktor muda berbakat, namun akhirnya dia menjadi iri dengan kesuksesanmereka.Pembakaran di kota Roma pada Juli 64 menambah ketidakpopuleran Nero. Rumor yang tidak terbukti menyebar bahwa Nero menyalakan sendiri api untukmembuat ruang yang lebih luas untuk istana pribadinya (Ketika api mulaiberkobar, Nero berada di Antium).

Menurut Tacitus, Nero memilih membakarkomunitas kecil umat Kristen dan membakar mereka hidup-hidup. Penganiayaan terhadap umat Kristen ini membuat Nero terkenal sebagaiKaisar yang kejam. Tapi pada masanya, penyiksaan yang dilakukannya kepadasekelompok kecil Yahudi menjadi tidak terlalu diperhatikan sejarah. Setelah pembakaran, Nero sangat bersemangat memulai perencanaan danpembangunan kembali sebagian bangunan Roma dengan proyek megalomaniaGolden House sebagai landmark bangunan. Golden House adalah istana canggihdan paviliun dalam landskap dengan danau buatan dan patung perungguraksasa Nero. Istananya direvolusi besar-besaran baik segi konsep maupundisainnya. Dibangun dengan kombinasi puing-puing reruntuhan dicampursemen yang untuk pertama kali dipergunakan untuk membangun kubah raksasa. Secara umum Nero tertarik pada ilmu pengetahuan dan penemuan.

Pernah suatu ketika Nero membongkar dan merakit kembali organ hidrolik.Sulit mendefinisikan pada tingkat apa ketidakseimbangan mental Nero.Walaupun terdapat aspek dalam kehidupannya menyerupai psikopat, tetapicintanya pada Poppaea dan mimpi-mimpi buruknya setelah membunuh ibunya,menunjukkan kalau Nero bukanlah seperti psikopat pada umumnya. Mungkinlebih sesuai dikategorikan menderita schizofrenia. Sebagian kepribadiannyamungkin hasil pewarisan, tetapi disebabkan juga oleh ketidakpastian yangsangat mengguncang di masa kecilnya.

Nero tidak mempunyai figur ayah danibunya praktis menguasai dan menekannya, yang menghasilkan seorang anakmother complex. Kekuasaan korup di sekelilingnya semakin jauh menjerat. Tumbuh dalam ketakutan dan jauh dari rasa aman membawanya sukamenyingkirkan lawan-lawannya dengan kejam, apakah itu rival nyata ataudicurigai sebagai rival. Terisolasi dari opini publik dengan berbagaikepalsuan dan kebohongan, Nero hidup dalam ilusinya sendiri.Konspirasi pembunuhan Nero selama pertandingan Circensian pada 64Mdikhianati seseorang dan berakhir dengan pengasingan 13 orang danekseskusi 19 orang termasuk Seneca di dalamnya. Tahun-tahun berikutnya,Nero mengadakan perjalanan ke Yunani untuk bertanding dalamfestival-festival besar Yunani di Olympia dan Delphi. Nero menyuap parajuri dan seperti biasa, penonton dilarang meninggalkan tempat duduk selamadirinya tampil sehingga dia membawa pulang semua hadiah dan kemenangan(Nero bahkan memenangkan hadiah untuk olimpiade perlombaan kereta,walaupun dia terjatuh dari keretanya).

Pada bulan Januari 68 Nero membawahadiah-hadiah spektakuler ke ibukota Roma.Pada revolusi musim semi, dimulai dari provinsi yang berontak terkenapajak paling tinggi, rakyat meminta pemecatan Nero dari tahta kaisar. Senat memutuskan Nero sebagai musuh utama rakyat dan menjatuhkan hukuman mati. Tigellinus sedang sakit parah waktu itu dan Nero kehilangankeberaniannya. Nero tidak menyadari bahwa saat itu dia masih memimpindan memenangkan dukungan mayoritas dari rakyatnya. Nero bermaksudmelarikan diri dengan kapal, tapi pengawalnya menolak membantunya.

Ditengah malam Nero menemukan dirinya ditinggalkan bahkan olehpelayan-pelayan istana. Ketika tentara datang untuk menangkapnya pada 9Juni, Nero menikam lehernya sendiri. Sekretaris pribadinya menyelesaikanusaha bunuh diri Nero. Suetonius menulis disaat kematiannya Neromengucapkan kata-kata "What and artist dies with me!" (Qualis atifexpereo!). Acte yang tetap setia menguburnya di pemakaman keluarga Domiti dibukit Pincian. Istri ketiganya, Statilia Messalina, meninggalkan Nero(pada tahun 69 Kaisar Otho -suami Poppae terdahulu- bermaksud menikahiStatilia, tapi dia dipecat dari tahta kaisar sebalum berhasilmenikahinya). Kekasih homo Nero, Sporus meninggalkan Roma dan bunuh dirisetahun kemudian.

Ditranslalsi dari http://www.xs4all.nl/~kvenjb/madmonarchs

Blog Entry 10 misconceptions..Feb 14, '07 10:17 AM
for everyone
Pindahan 17 Maret 2006

Kesalahpahaman 1:
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latarbelakang, pendidikan, dan lain-lain.Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan. Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2:
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan. Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukankesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.

Kesalahpahaman 3:
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90...) seminggu. Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja. Tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Kesalahpahaman 4:
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan. Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi disaat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5:
Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saatvakum. Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantukeberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6:
Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan.Namun, diperlukan banyak kerja, keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.

Kesalahpahaman 7:
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyakkeuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.

Kesalahpahaman 8:
Sukses adalah bila semua orang mengakuinya. Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9:
Sukses adalah tujuan.Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda. Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan "atas hal apa?"

Kesalahpahaman 10:
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan. Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.

(diadaptasi dari "The Top 10 Misconceptions AboutSuccess" oleh Jim M. Allen)