didin's posts with tag: tips
Pertanyaan: Minyak goreng yang ada saat ini banyak menawarkan keunggulannya masing-masing. Mana minyak yang lebih baik buat saya? Bagiamana kehalalannya?
Jawaban: Pada dasarnya hampir semua minyak goreng yang beredar saat ini berasal dari minyak tumbuhan, seperti minyak sawit, kelapa, kedelai, jagung, bunga matahari, biji kapas, dan sebagainya.
Secara umum minyak nabati memang tidak mengandung kolesterol.Perbedaan sumber minyak tersebut hanya pada komposisi asam lemaknya, ada yang lebih banyak asam oleat, stearat atau palmitatnya.
Sebaiknya Anda tidak perlu terlalu pusing memikirkan iming-iming iklan dan klaim dari pihak perusahaan, karena pada dasarnya secara umum mereka itu sama saja, hanya sedikit perbedaan asam lemak yang tidak terlalu signifikan. Yang lebih penting lagi adalah apa yang Anda goreng dengan minyak itu. Meskipun minyaknya sehat, tetapi kalau yang digoreng adalah makanan berkolesterol tinggi, maka hal itu tidak ada artinya.
Dari segi sumber bahan, minyak nabati memang tidak terlalu masalah. Namun selama proses pengolahan minyak tersebut ditambahkan antioksidan (antitengik) agar lebih awet dan tidak cepat tengik. Bahan antioksidan inilah yang perlu dikaji. Ada beberapa jenis antioksidan yang sering dipakai industri minyak, antara lain TBHQ, BHT, atau tokoferol. Tokoferol ini kurang stabil, sehingga harus ditambahkan bahan pelapis (coating) yang bisa saja berasal dari sumber yang diragukan kehalalannya. Selain itu proses penjernihan dan penghilangan bau juga menggunakan karbon aktif yang harus dikaji sumbernya. (LP POM MUI)
www.HalalGuide.info
1. Biasakan membaca label dengan teliti! Hindari produk pangan yang mengadung lemak terlalu tinggi, dan terutama lemak atau minyak jenuh dan terhidrogenasi (hydrogenated oil).
2. Simpanlah minyak goreng atau lemak pada tempat yang sejuk dan gelap. Perlu diingat, panas dan cahaya mempercepat proses kerusakan minyak dan lemak. Untuk itu, Anda dapat menyimpan minyak atau lemak di lemari es, tetapi jangan kaget jika minyak atau lemak yang Anda simpan tersebut berubah menjadi berkabut dan akhirnya padat. Hal ini tidak apa-apa. Jika mau digunakan, biarkan beberapa saat di suhu kamar, maka minyak tersebut akan kembali mencair dan menjadi bening.
3. Jangan tambah lagi minyak dalam diet Anda. Kemungkinannya adalah bahwa Anda telah memperoleh cukup lemak dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari. Kalau memungkinkan, gunakan jenis-jenis minyak seperti minyak olive, minyak canola, minyak bunga matahari ditambahkan dengan asam cuka atau jus jeruk lemon. Tambahkan bawang putih segar dan rempah-rempah lain sesuai dengan selesar dan kesukaan Anda.
4. Jika Anda temukan resep yang menyatakan memerlukan mentega keras atau minyak sapi, maka usahakankan untuk menggantikannya dengan minyak olein sawit, atau bahkan minyak kanola, atau minyak biji bunga matahari. Selain berusaha menggantikan dengan jenis minyak/lemak yang lebih tidak jenuh, maka usahakan pula untuk mengurangi takarannya.
5. Pada saat menggoreng, cuci, bersihkan, dan keringkan wajan penggoreng dengan baik. Pastikan bahwa wajan tidak lagi mengandung sabun atau detergen yang, walaupun sedikit, akan menyebabkan terbentuknya busa dan gelembung udara selama proses penggorengan. Hal ini akan mempercepat proses kerusakan minyak.
6. Keringkan atau tiriskan dengan baik produk pangan yang akan digoreng. Air yang berlebihan pada produk pangan yang digoreng mempercepat kerusakan dan ketengikan minyak goreng. Adanya air juga dapat membahayakan karena bisa menyebabkan percikan minyak panas dan menyebabkan kerusakan kulit atau bahkan kebakaran. Produk pangan beku, sebaiknya dilelehkan dan ditiriskan terlebih dulu sebelum digoreng (kecuai untuk produk yang tidak banyak mengandung air; misalnya kentang).
7. Pada proses memasak, panaskan minyak terlebih dulu sebelum dimasukkan bahan pangan yang akan digoreng. Hal ini mempersingkat waktu dimana produk pangan tersebut tercelup dengan minyak, sehingga mengurangi jumlah minyak yang terserap pada bahan pangan tersebut.
8. Jika melakukan penggorengan dengan teknik "oseng-oseng" (stir-frying), gunakan penggoreng yang tidak lengket (non-stick pan) dan tambahkan hanya sedikit saja minyak (3 atau 4 sendok teh). Hindari menggunakan minyak yang telah digunakan secara berlebihan (suhu terlalu tinggi, waktu terlalu lama, atau pun penggunaan minyak jelantah) untuk menggoreng makanan.
9. Untuk minyak jelantah, setelah menggoreng hendaknya minyak didinginkan dan kemudian disaring dengan menggunakan kain saring (saringan tahu) atau penyaring halus lainnya. Penyaringan akan menghilangkan sisa-sisa produk pangan yang gosong, sehingga akan mempengaruhi perubahan warna dan citarasa. Simpan minyak goreng bekas pakai yang telah disaring pada tempat yang bersih dant di tempat yang gelap dan sejuk (refrigerator). Jika akan digunakan lagi, tambahkan sedikit minyak yang masih segar supaya jumlahnya tetap mencukupi. Dengan cara ini, minyak dapat digunakan untuk menggoreng sampai 4 atau 6 kali penggorengan. Jika penggunaan minyak jelantah menyebabkan terbentuknya busa yang terlalu banyak pada saat penggorengan, maka itu tandanya minyak telah rusak dan sebaiknya dibuang saja. ( Republika online)
| |