didin's posts with tag: unik

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag unik
Memang kudunya belajar kreatif memutar dagangan. ABRING Chips cuci gudang Ahad, 4 mei kemarin. Agar produknya tidak tersimpan di gudang dalam waktu lama (kalau begini kualitas bisa turun), dan sekalian sosialisasi makanan jenis 'baru'. Produk yang di-cuci gudang adalah kripik-kripik gurih, 4 item yaitu kripik ceker, paru, belut dan usus.

Kita jualan di Gasibu. Sekalian belajar, meskipun owner sebaiknya Go to the Detail. Bagi yang tidak tinggal di Bandung, Gasibu adalah lapangan, di depan gedung Gubernuran atau gedung Sate. Hari minggu biasanya dipakai joging,atau olahraga keluarga. Sekalian pula ratusan (atau bahkan ribuan) pedagang membuka lapak-lapak kecil atau besar menjajakan aneka barang dan makanan. Saling bersimbiosis, yang berolahraga merupakan pasar, sekaligus pedagang mempunyai daya tarik tersendiri, sehingga yang tak berniat olah raga pun tertarik datang untuk wisata belanja. Semakin menambah ramai saja.

Tidak banyak yang kita bawa, 70 pcs. Setelah shubuh, jam 5 pagi saya dan abah berangkat ke Gasibu, dengan membawa dua ero (tempat dari plastik yang seperti tempat naruh baju kering). Sesampai disana pedagang sedang menata barang dagangannya, belum begitu ramai. Saya mengambil tempat di depan gedung Telkom, di tengah-tengah jalan yang kira-kira kosong. Naruh kripik dalam dua ero. Sebelah kanan saya telah ada pedagang jilbab, sebelah kiri masih kosong, kemudian datang pedagang jilbab pula membawa dagangan dalam jumlah besar. Sekalian pula menjual dompet dan semacamnya. Di depan saya penjual sepatu, di belakang saya penjual bubur ayam. Sesudah kurang lebih 30 menit disana, datanglah 'bos' nya tempat tersebut, atau premannya, atau semacam itu. Rupanya pedangan di sebelah kiri kami protes karena tempat yg saya dudukin adalah 'tempat mereka' ^_^ Bang preman kemudian menyuruh kami mencari tempat lain, saya bilang, tempat ini sudah di kapling ya.. kok ga dari tadi saya dibilangin.. kata bang preman dia lagi sibuk diatas tadi. Memang berlaku 'konvensi' di tempat yang ramai seperti ini, jadi jangan main duduk aja he..he.. kecuali kalau tempatnya paling ujung atau tidak terlalu ramai. Tidak ada dasar hukumnya, hanya semacam pengertian tidak tertulis tentang siapa-siapa yang sudah 'terdaftar' dagang di tempat tersebut. Makanya ada raja rimbanya kan, tiap blok ada bang premannya ^_^

Alhamdulillah, pedagang asesoris yang baru datang di sebelah kanan kami berbaik hati, mempersilahkan kami di belakangnya, karena melihat juga bawaan kita cukup ringkas, tidak banyak. Akhirnya kami mendapat tempat, bersebelahan dengan tukang boneka, dan datang pula tukang cowet batu jauh dari Cipatat.

Dari sejak kami tiba sekitar pukul 5.15 hingga jam 7 pagi belum satupun dagangan terjual. Belum ada pula yang singgah di lapak kami. Kami tawarkan Ceker, baru di Bandung, tanpa tulang, rangu.. ceker, belut, paru, usus, bayah bayah..
Datang seorang nenek dan cucunya, bertanya, pergi.. datang pula ibu-ibu, bertanya pergi lagi..

Bang asesoris di belakang kami bertanya, apa tak ada tulisan yang menjelaskan dagangannya (maksudnya meni teriak-teriak dari tadi :D). Ada bang, itu dibawah, sekalian biar rame saja, begitu jawab saya. Bang asesoris bilang juga, kalau jual makanan yang sensasional (ga biasa maksudnya) bagus di Gasibu, orang suka tertarik, kayak dagangan ceker yang kita bawa ini. Mudah-mudahan ya Bang, Amiin...

Jam 8 semakin rame saja pengunjung berdatangan. Seorang Bapak menoleh ke lapak kami, memilih, pecah telor deh, beli 1 pcs ceker, 1 pcs paru, 1 pcs belut. Alhamdulillah. Datang lagi seorang Aa, 1 pcs belut. Kalau sudah begini jadi semangat, tambah dinaikin volume suaranya.. ceker..ceker, baru di Bandung, tanpa tulang, rangu.. belut paru usus bayah..bayah..

Datang lagi pembeli, datang lagi terus begitu.. hingga jam 8.30 datang keluarga (berlogat Minang), bertanya, milih, minta dikurangan harga lagi, kurangan lagi :D Dan akhirnya memborong 25 pcs kripik ABRING. Alhamdulillah..

Segera abah meminta saya berkemas kita pulang, padahal masih ada beberapa pcs lagi bayah, pengennya saya dihabiskan saja. Tetapi kata abah waktunya mepet, karena kita harus segera nganter katering rantangan. Kasian kan pelanggannya kalau nungguin sembari lapar.Di Gasibu sedikit sekali dikutip 'biaya', 2000 untuk parkir, 1000 ditarik oleh bang preman, 1000 ditarik oleh bank preman pula mungkin, tapi pakai karcis.

Terharu, meni terasa pisan, ...dan Dia berikan rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.. min haitsu laa yahtasib (At-Talaq:3) Dahulu, ketika bekerja di perusahaan, kurang 'ngeh' dengan ayat tersebut (serasa kurang syukur). Sekarang ketika belajar berdagang, meni kerasa pisan.. siapa pula yang melangkahkan kaki orang-orang itu membeli dagangan kita. Siapa pula yang menghantarkan orang-orang itu order.

========

Tips buat Reseller ABRING :
- berdasarkan pengalaman, segmen paling kena adalah pekerja kantoran, tentu bisa diperluas lagi
- kalau mau memperendah harga jual, salah satu caranya adalah memperkecil ukuran/porsinya
- karena produknya unik, maka nilai keunikannya bisa disebutkan/diangkat

Siapa lagi yang daftar jadi Reselle ABRING ?
kontak 0888-603-4082
email didinkaem@gmail.com

Blog Entry# Reseller ABRING ChipsApr 29, '08 12:30 AM
for everyone
Untuk memperluas & memperbanyak akses mendapatkan produk-produk ABRING Chips, kami membuka peluang menjadi reseller produk ABRING. Melayani dalam dan luar negeri, partai besar, ekspor & eceran.

Produk Kripik Buah-buahan:
Kripik nangka, mangga, nanas,rambutan, salak, apel, semangka, dll
Pengolahan dengan Vacuum Fryer, tidak memakai minyak.
Kemasan : 100 gram, 200 gram, 250 gram, atau sesuai permintaan
Pembungkus: Aluminium Foil
Kadaluarsa : 1 tahun

Aneka kripik gurih kualitas tinggi
Kripik ceker, paru, belut, lele, usus, gendar, kentang, afghan pedes dll
Kemasan : 100 gram, 200 gram, 250 gram, atau sesuai permintaan
Pembungkus: Plastik 6 mm
Kadaluarsa : 3-4 bulan

Abon Sapi Super rasa manis, pedes
Abon Lele Super manis, pedes, bawang
Kemasan : 100 gram, 200 gram, 250 gram, atau sesuai permintaan
Pembukus : Plastik dobel 6 mm, keler/toples
Kadaluarsa : 5-6 bulan

Kontak:0888-603-4082
email: didinkaem@gmail.com
Yahoo ID: didinkaem

Blog EntryBukan Istrinya Pak Didin loh :DApr 28, '08 11:54 PM
for everyone
Karena bukan terlahir di tanah Parahyangan, saya kurang ngeh kalau nama pemberian orang tua saya Didin Kristinawati Misnu, atau Didin, identik dengan nama laki-laki ^_^

Baru teman-teman kuliah saya di Bandung, yang ngerasa unik nama akhwat kok Didin ^_^
tetapi ada untungnya juga, jadi agak mudah diingat, ato rada beken gitu he.he.. (ga juga siy)

Di sebuah milis (tempat saya 'bertemu' suami) juga awalnya jarang yang ngeh kalo Didin yang ini akhwat, akibatnya kalau berbalas wacana para lelaki dan bapak-bapak tersebut memakai gaya bahasa 'cowok' he..he.. Lagi-lagi ada untungnya, jadi ga pake gaya 'jaim' dalam berbalas wacana ^_^

Ustadz Syamsul yang mengisi khutbah nikah kita juga sempet kepleset salah sebut nama, bingung mas didin atau mbak yugi he..he..

Pas syukuran nikahan di Cijambe (di tanah Parahyangan) pembawa acara, bapak-bapak aseli Cijambe juga sempet kagok sekali menyebut mba didin ^_^

Seringkali juga, penelepon untuk beberapa urusan pekerjaan, memanggil Ibu Didin, tetapi kalau kemudian berhubungan dengan suami saya, disebutnya Pak Didin


Lagi-lagi, karena kekeliruan tersebut, kami malah lebih mudah diingat he..he..
Jadi Didin yang ini (yang nulis di multiply ini) bukan istrinya Pak Didin, tapi istrinya Pak Yugi, sehingga di arisan RT, saya ditulis dan disebut sebagai Ibu Yugi

© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design - Copyright © 2005 Sam Royama All rights reserved.